AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
67 | KEDONDONG


__ADS_3

...FOLLOW INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!...


...🔥🔥🔥...


"Lo besok ada acara?" Tanya Andre pada Gesa setelah ujian kelulusan berakhir hari ini.


Ujian kelulusan telah selesai, dimana semuanya tinggal menunggu pengumuman dan acara promnight sebagai tanda berakhirnya masa sekolah mereka.


"Besok sih gue nggak ada.. Lagian juga besok hari Minggu." Jawab Gesa cepat.


"Gue mau ke ruang rapat osis dulu.. Biasa rapat acara kelulusan sama semester tahun ini."


"Jabatan lo kapan turun?" Tanya Gesa pada Jefri.


"Semester ini jabatan gue turun dan acara besok itu penyerahan jabatan gue pada siswa baru juga."


Andre menepuk pelan bahu Jefri, "Lo emang si ketos baik hati, tidak sombong dan suka cari perkara sama gue."


"Gue nggak akan nyari perkara sama lo kalo lo nggak langgar tata tertib dodol." Sahut Jefri dengan memutar bola matanya malas lalu pergi meninggalkan Gesa dan Andre begitu saja.


"Yayang Gesa.." Panggil Gita seperti biasanya genit bersamaan dengan melingkarkan kedua tangannya di lengan Gesa.


"Yayang mata lo!" Sungut Gesa menepis lengan Gita.


"Yayang Andre nggak mau?" Sahut Andre dengan menatap Gita sembari mengedipkan matanya sebelah.


Andre memang suka menggoda wanita dan itu sudah sifatnya. Prinsip yang selalu ia pegang adalah tidak punya pacar tetapi banyak wanitanya disana-sini.


"Nanti malem kencan yuk.." Ajak Gita pada Gesa.


Gesa menggelengkan kepalanya, "Gue ada acara keluarga. Nggak bisa!" Ketus Gesa.


"Kalo gitu besok deh.."


"Gue nggak bisa Git!!" Sahut Gesa dengan tatapan dingin dan cuek.


Gita memang tidak mau mundur mengejar Gesa sekalipun ia tahu bahwa Gesa tengah menjalin hubungan dengan Aira.


"Aira sama gue cantikan juga gue Ges." Ucap Gita tiba-tiba yang tidak di tanggapi oleh Gesa.


"Cantikkan gue ngga sih? Makanya Gesa cuma mau sama gue." Sahut Nayla yang tiba-tiba muncul tepat di depan mereka bertiga.


Gita memutat bola matanya jijik menatap Nayla, "Lo cuma mantan kali. Ya kali Gesa mau pungut lo."


"Mantan itu ibarat sampah.. Gesa nggak akan pungut karena lo udah di buang." Lanjut Gita kemudian dengan menatap sinis ke arah Nayla.

__ADS_1


Tidak menjawab apapun, Nayla dengan cepat menarik rambut Gita dan mereka berdua mulai berantem tak karuan dengan tarik-menarik rambut kedunya.


Gesa yang berada diantara keduanya dengan cepat mundur lalu menarik Andre dan berlari menuju parkiran sekolah.


"Gila ya.. Masalah gue doang mereka dua cakar-cakaran." Gumam Gesa dengan nafas ngos-ngosan.


"Ya lo emang ganteng sekalian berduit dodol.. Nggak ada yang nolak lo." Sahut Andre yang tidak kalah ngos-ngosan dengan Gesa.


Gesa mengusal keringat di seluruh dahinya, "Gue udah bilang beberapa kali sama lo.. Kalo gue itu nggak tampan tapi kalo masalah adu duit boleh dicoba." Jawab Gesa lalu berjalan menuju motornya dan memakai helmnya.


"Serah deh serah. Emang si paling kaya sama tampan cuma Gesa doang." Gumam Andre kemudian.


...🔥🔥🔥...


"Kak Ges.. Beli itu yuk." Ucap Aira tiba-tiba pada Gesa.


Gesa yang awalnya fokus berjalan menuruni tangga dengan cepat mendongakkan kepalanya menatap siaran televisi yang tengah menampilkan acara mukbang rujak buah.


"Sore kayak gini emang ada yang jualan rujak buah." Gumam Gesa.


Cup


Seperti biasa Gesa selalu membiasakan untuk mengecup kening Aira sebagai penyaluran tanda sayang serta tangan yang mengusap perut Aira untuk menyapa bayi mereka.


"Ada kedondongnya kak."


"Buah kedondong itu langka banget sayang dan aku nggak tau harus beli dimana.. Lagian ini juga udah sore."


Aira menghela nafasnya pelan dengan tangan yang mengusap perutnya, "Yaudah deh kak nggak jadi."


Gesa mengusap wajahnya kasar melihat Aira yang lagi-lagi kecewa padanya.


"Yaudah iya sayang.. Aku ke kamar dulu ambil dompet sama kunci mobil."


"Kalo nggak ikhlas nggak usah kak.. Yang mau anak kamu bukan aku."


Gesa tersenyum tipis lalu mengecup bibir Aira tanpa ragu, "Ikhlas banget sayang.. Buwanget pokoknya." Ucapnya kemudian lalu berlari menaiki tangga menuju kamar.


"Apa kita nggak jadi beli aja ya kak?" Gumam Aira tiba-tiba begitu mereka berdua telah sampai di garasi.


Gesa mengerutkan keningnya menatap Aira, "Kenapa sayang? Aku ikhlas kok beneran.. Aku udah rapi kamu udah rapi masak iya nggak jadi."


Tidak menunggu jawaban, Gesa berjongkok tepat di depan perut buncit Aira.


"Anak papa mau apalagi? Kedondongnya belum dapet dan ini mau berangkat kok tiba-tiba nggak jadi."


"Mau apa sayang?" Lanjut Gesa dengan menempelkan telinganya tepat di perut Aira.


Aira dengn berani mengusap rambut hitam kecoklatan milik Gesa dan tersenyum tanpa sadar bahwa Gesa bisa berperilaku selembut ini.

__ADS_1


"Ke angkringan aja yuk kak."


"Makanan pinggir jalan maksutnya?" Tanya Gesa.


Aira menganggukkan kepalanya cepat dan semangat, "Tapi masih sore kak.. Mana ada yang jualan kalo angkringan di sore hari." Gumamnya lagi dengan nada kecewa.


Gesa tampak diam berfikir lalu berdiri begitu saja, "Ahh ya sayang aku lupa kalo hari ini ada janji sama seseorang."


"Terus kak Gesa mau tinggalin aku di rumah gitu?" Sahut Aira cepat.


Gesa menggelengkan kepalanya dan mencium pipi Aira dengan gemas. "Tidak dong sayang. Kamu harus ikut juga dong." Jawab Gesa cepat bersamaan dengan membukakan pintu mobil untuk Aira.


"Emangnya janjian sama siapa kak?"


"Sepenting itukah?" Lanjut Aira bertanya saat kedua tengah dalam perjalanan.


Beberapa menit kemudian Aira tampak bingung sendiri ketika mobil yang dikendarai Gesa memasuki salah satu basement mewah dan itu area toko mobil.


"Kita berdua ngapain kesini kak?"


"Rapat di showroom mobil apa gimana?"


Gesa menggandeng Aira berjalan memasuki toko mobil tersebut, "Nanti kamu juga tahu sendiri sayang."


Setelah menunggu beberapa menit, salah satu pegawai showroom tersebut menyerahkan tiga tumpukan dokumen pada Gesa.


"Permisi kak.. Ini dokumennya sudah jadi dan sesuai dengan perintah anda kalo mobilnya akan diantar setelah dokumen selesai ditandatangi oleh pemilik utamanya." Jelasnya.


Gesa menganggukkan pelan kepalanya lalu memalingkan wajahnya menatap Aira bersamaan dengan memberikan dokumen tersebut.


"Kok diberikan ke aku kak? Yang beli mobil itu siapa.. Kan kak Gesa."


"Sukanya boros! Padahal di rumah udah ada mobil dua." Lanjut Aira dengan greget menatap Gesa.


Gesa membuka dokumen tersebut lalu membacanya sedikit keras, "Pajero, Rubicon dan Civic atas nama Aira Kleatha. So, tandatangani sekarang sayang terus kita cari angkringan."


Mata Aira melotot tidak percaya bahwa candaannya beberapa waktu lalu dengan berpura-pura meminta mobil oleh Gesa dibelikan beneran.


"K-Kak Gesa gila? Nggak! Aku nggak mau."


"Lagian juga aku belum bisa nyetir.. Kalaupun bisa aku pasti pake mobil yang ada di rumah." Lanjut Aira ngotot.


Gesa menghela nafasnya, "Mbak ini dokumennya sudah jadi milik kami kan? Saya bawa pulang boleh?"


"Boleh sekali kak.. Sudah jadi milik istri anda dam mobilnya akan diantar habis ini atau nggak besok pagi."


"Terimakasih mbak." Ucap Gesa kemudian lalu menggandeng Aira yang masih terdiam dalam marahnya.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


__ADS_2