
...IG : npaaaaa____...
...🔥🔥🔥...
"KAK GERAL!!"
Teriakan Aira yang menyebut nama Geral membuat Gesa bangun dari tidurnya lalu menepuk pelan pipi sang istri untuk membangunkannya.
"Sayang.. Kenapa? Mimpi apa?" Tanya Gesa kemudian dan memasukkan tubuh Aira ke dalam dekapannya.
"Nggak tau tiba-tiba mimpi kak Geral." Jawab Aira dengan mengeratkan pelukannya di dekapan Gesa.
Gesa yang tahu bahwa Aira sangat merindukan Geral dengan cepat mengecup keningnya lembut untuk menenangkannya.
"Kangen banget ya sama si Geral.. Segitunya sampai kebawa ke mimpi." Gerutu Gesa.
Aira menganggukkan kepalanya di dekapan Gesa, "Kangen banget kak Ges apalagi sama bunda aku.. Kangen banget."
"Sayangnya aku nggak tau dimana mereka berdua karena mereka berdua udah nggak butuh aku lagi makanya mereka buang aku."
Cup
"Udah sayang jangan mikir yang aneh-aneh, lo lagi hamil dan nggak boleh stres apalagi kecapekan. Nanti kasian baby juga." Nasihat Gesa setelah mengecupi kepala Aira dengan lembut dan sayang.
Aira sangat merindukan sang bunda dan Geral, entah apa yang membuatnya bermimpi keduanya tapi yang jelas ia sangat khawatir dengan apa terjadi.
"Sekarang tidur lagi ya, masih jam satu ini." Ucap Gesa dengan menatap jam dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari.
Tidak menjawab ucapan Gesa, Aira segera menarik selimut tebalnya dan memeluk hangat Gesa seperti biasa dengan menempatkan wajahnya di ceruk leher milik sang suami.
"Kenapa kak Gesa kalo tidur selalu nggak pake baju." Gumam Aira tiba-tiba.
Gesa yang awalnya mengusap lembut rambut Aira berhenti begitu saja, "Nggak tau.. Udah kebiasaan dari dulu." Jawabnya singkat.
"Nggak dingin apa gimana kak, kan setiap malem aku selalu pake ac kalo tidur."
"Kalo dingin tinggal peluk lo." Jawab Gesa dengan ringannya yang mampu membuat Aira tersenyum kecil.
"Tidursayang! Jangan ngoceh mulu. Paginya masih lama."
Tidak menanggapi omelan Gesa, tangannya dengan berani mulai masuk ke dalam selimut dan mengusap lembut perut Gesa yang berbentuk seperti roti sobek.
"Tangannya.." Peringat Gesa dengan menangkup tangan Aira cepat.
"Baby yang mau kak bukan aku." Jawab Aira dengan menampilkan puppy eyes yang mampu membuat Gesa gemas sendiri.
Mendengar jawaban Aira, Gesa dengan cepat memasukkan kepalanya ke dalam selimut tepatnya ke dalam daster tipis milik Aira dan mengecupi perut rata yang berisi jagoannya.
"Cepat keluar sayang.. Mama sama papa nungguin." Gumamnya kemudian.
Tangan Aira mengusap lembut rambut Gesa, "Kak Gesa mau anak cewek apa cowok?"
"Sengasihnya Tuhan aja.. Aku bakalan terima dan rawat mereka dengan baik."
Aira tersenyum tipis dan membuatnya sadar kembali mendengar jawaban Gesa kali ini.
Sadar akan kelahiran yang mungkin beberapa bulan lagi dan itu artinya ia harus siap untuk berpisah dari Gesa dan anaknya.
Mengetahui cintanya pada Gesa yang tidak akan terbalas membuat Aira semakin yakin bahwa yang diinginkan Gesa hanyalah jagoan yang kini ada di dalam perutnya.
"Lo beneran nggak ada hubungan apa-apa sama cowok kemarin?" Tanya Gesa tiba-tiba dan penuh selidik.
Aira menggelengkan kepalanya pelan di dekapan Gesa, "Status aku seorang istri kak, mana mungkin aku main belakang."
"Aku bukan kak Gesa.. Yang nggak cukup satu wanita." Lanjut Aira yang tidak sengaja menyindir perilaku Gesa beberapa waktu lalu.
Gesa tersenyum kecil mendengar sindiran Aira lalu mengecupi pipinya dengan gemas, "Kali ini cukup sayang.. Anggap aja kemarin gue di pelet dan akan gue buktikan secepatnya bahwa kemarin yang terjadi adalah jebakan."
...🔥🔥🔥...
"Pagi sayang.."
__ADS_1
Cup
Kecupan Gesa di bibir Aira setelah menyapa di pagi hari yang cerah dan sudah lengkap dengan seragam sekolahnya, tampak ceria dan segar.
Aira hanya diam dan kembali menata meja makan setelah mendapat kecupan serta sapaan yang romantis dari Gesa yang mampu membuat jantungnya meloncat kesana-kesini.
"Mau makan sama apa pagi ini kak?"
Gesa menatap semua makanan yang ada di meja makan, "Semuanya gue suka tapi mana muat perut gue kalo gue makan semua."
"Sekarang mau makan yang mana? Nanti aku bekalin ke sekolahnya."
"Itu aja deh." Jawab Gesa dengan menunjuk masakan Aira yang ia mau.
Gesa menatap Aira dengan memincingkan matanya karena piring yang ada di depan Aira masih kosong sedangkan Aira sendiri hanya menundukkan kepalanya.
"Nggak makan?" Tanya Gesa tiba-tiba yang membuat Aira mendongakkan kepalanya.
"Belum laper kak." Jawab Aira namun dengan tangan yang mengusap perutnya pelan.
Bibir Aira yang pucat semakin membuat Gesa curiga dan segera berdiri dari duduk.
"Kenapa? Perutnya kenapa sayang?" Tanya Gesa kemudian dengan panik dan berjongkok tepat di lutut Aira.
Aira hanya menggelengkan kepalanya pelan dan terus saja menahan rasa sakit yang begitu melilit di perutnya.
"Kita ke dokter sekarang!" Ucap Gesa tegas bersamaan dengan menaikkan tubuh Aira ke dalam gendongannya.
"Sekolah.. Kak Gesa harus sekolah." Lirih Aira.
"Persetan dengan sekolah! Istri dan anak gue lebih penting dari segalanya." Tegas Gesa kemudian masuk ke belakang kemudinya dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Tangan Gesa terulur begitu saja mengusap lembut perut Aira bermaksud mengurangi rasa sakit yang tengah melandanya.
"Ini udah jamnya hampir masuk kak, aku bisa kok ke rumah sakit sendiri." Ucap Aira.
"Gue bisa nitip absen ke Andre atau nggak Jefri.. Udahlah sayang sekarang kita ke rumah sakit."
"Gue gendong aja ya ke dalamnya?" Tawar Gesa begitu mereka berdua sampai di rumah sakit.
"Aku masih bisa jalan sendiri kak."
Tidak menjawab ucapan Aira, Gesa dengan cepat mengangkat tubuh Aira begitu saja ke dalam gendongannya yang membuat sang empu reflek mengalungkan tangannya di leher Gesa.
"Kelamaan kalo jalan sendiri.. Mending gue gendong dan cepet." Ucap Gesa bersamaan berjalan cepat menuju dokter spesialis kandungan.
"Ada yang bisa dibantu?"
"Gini dok, perut say-"
"Perut istri saya tiba-tiba sakit dan ia tidak berselera makan." Potong Gesa cepat yang hanya diangguki kepala oleh Aira dengan menahan rasa sakit di perutnya.
Gesa segera menurunkan Aira diatas ranjang dan mulai mengamati pergerakan dokter yang tengah menangani istri dan calon anaknya.
"Ini hanya nyeri biasa dan sudah wajar jika terjadi di usia kehamilan yang masih muda."
Gesa mengusap dagunya, "Kalo masalah makan dok itu gimana?"
"Untuk makan lebih ke yang sehat-sehat aja. Kalo sang ibu tidak nafsu makan makanan yang berkarbohidrat setidaknya diganti dengan buah dan di seimbangkan dengan susu ibu hamil." Jelas dokter tersebut yang membuat Gesa mengangguk mengerti.
Dokter tersebut menatap Gesa dan Aira dengan malu-malu, "Boleh saya tanya masalah pribadi rumah tangga kalian?"
Gesa memincingkan matanya bingung melirik Aira namun dengan cepat menganggukkan kepalanya, "Ya, tentu."
"Kapan terakhir kalian berdua berhubungan intim?"
"Saya bertanya hanya mengingatkan bahwa sang suami harus puasa dulu karena memang usia kandungan nyonya Deanova yang masih muda dan beresiko untuk keguguran." Lanjut dokter tersebut yang membuat pipi Gesa memerah seketika.
Gesa mengangigukkan kepalanya malu-malu yang diikuti oleh Aira lalu mereka berdua berjalan keluar setelah diberi resep oleh dokter tersebut.
"Mau makan apa sayang? Lo harus makan! Apapun akan gue beliin." Ucap Gesa cepat bersamaan dengan memasuki mobil setelah menebus vitamin serta obat milik Aira.
__ADS_1
Aira mengusap pelan perutnya, "Nggak laper dan nggak mau makan apa-apa kak."
"Sayang.." Geram Gesa kemudian.
Aira menghela nafasnya pelan mendengar geraman Gesa yang mungkin akan marah padanya.
"Makan itu kak!!"
CIITT!!
Gesa menghentikan mobilnya secara mendadak dan tidak lupa meletakkan tangannya di dahi Aira agar tidak terbentur oleh dasbor mobil.
Sepele sih.. Tapi manis banget!!
"Kenapa mendadak sih Ra, untung aja kepala lo nggak kebentur dasbor." Gerutu Gesa dengan mengusap dahi Aira dan tidak lupa mengecupnya.
"Itu makanan pinggir jalan sayang.. Lainnya deh nanti nggak kenyang yang ada malah sakit." Lanjut Gesa.
Aira menggelengkan kepalanya cepat dan semangat, "Maunya makan itu kak pokoknya itu." Rengek Aira yang mampu membuat Gesa gemas sendiri.
Gesa dengan cepat memundurkan mobilnya dan menghentikan tepat di depan warung yang Aira inginkan.
Tampak sangat ramai dan semua pelanggan yang menatap Aira dan Gesa dengan heran. Pakaian Gesa yang hanya memakai kaos dan celana abu-abu sekolahnya serta Aira yang tampil sederhana namun berkelas mampu membuat semuanya iri.
Ditambah mobil Ducati Gesa yang mencolok karena warna metaliknya semakin menjadi pusat perhatian pelanggan yang ada.
"Makan disini ya kak.. Kak Gesa juga harus makan."
"No!! Gue kenyang." Jawab Gesa cepat.
Gesa tidak pernah makan dipinggir jalan seperti ini, tampak kotor dan tidak higienis. Itulah pikiran Gesa!
"Kalo kak Gesa nggak mau makan yaudah ayo kita pulang. Aku nggak jadi laper."
Gesa mengusap wajahnya kasar dan mendekat ke arah sang penjual, "Mie ayam makan sini dua ya pak sama es tehnya dua." Lanjut Gesa kemudian yang membuat Aira tersenyum manis.
"Baik den, silahkan duduk dulu."
Gesa dengan cepat memeluk pinggang Aira dan duduk di ujung tempat dimana kursi tersebut kebetulan kosong.
"Dibuat duduk dikursi kayak gini perutnya sakit?" Tanya Gesa penuk khawatir karena mereka berdua tengah duduk di kursi plastik yang pendek.
Aira menggelengkan kepalanya, "Nggak kok kak, jangan berlebihan gitu ah."
Gesa tersenyum manis lalu mengusap lembut rambut Aira dengan sayang.
Cup
"Kalo bukan demi lo sama baby gue ogah makan di tempat ginian." Gerutunya setelah mengecup bibir Aira cepat.
"Kak Gesa bibirnya kenapa nggak bisa diem? Kecap-kecup mulu deh heran." Geram Aira dengan mencubit paha Gesa pelan.
"Pokoknya kalo gue sakit lo harus rawat gue dan apapun yang gue minta harus lo turutin."
Aira memainkan jari Gesa seperti biasa, "Emang siapa kalo bukan aku yang rawat kak Gesa kalo kak Gesa sakit?"
"Siapa lagi yang turutin permintaan kak Gesa kalo bukan aku?" Lanjut Aira dengan tersenyum manis menatap Gesa.
Gesa tersenyum senang bahkan dengan pipi yang memerah seperti kepiting rebus saking bahagianya ia hari ini.
GREP!!
Memeluk Aira tanpa ragu di depan umum lalu mengecupi semua wajah Aira dengan gemas dan tidak menghiraukan kemarahan Aira.
"SEMUA YANG MAKAN DISINI HARI INI.. GUE TRAKTIR DAN MAKAN SEPUAS KALIAN MAU NAMBAH BERAPA MANGKOK."
"ANGGAP AJA INI RASA SYUKUR GUE KARENA.." Ucap Gesa terjeda dengan menatap Aira lembut dan tersenyum manis.
"ISTRI GUE HAMIL DAN DIA CANTIK BANGET HARI INI." Lanjutnya kemudian yang mendapat sorakan bahagia dari pelanggan lain dan ia dengan cepat memeluk Aira dengan hangat.
...🔥🔥🔥...
__ADS_1