
...IKUTI INSTAGRAM :...
...finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"I-Ini beneran kak kita belanja semua ini?" Tanya Aira begitu melihat Gesa yang hampir memborong satu pusat pembelanjaan.
Gesa membeli semua yang ada di pikirannya dan itu langsung menunjuk tanpa berfikir panjang dulu apalagi memikirkan harga.
"Besok-besok aku mau bisnis mall sayang."
"Atas izin atau nggak dari kamu, pokoknya aku besok mau bisnis mall." Lanjut Gesa dengan nafas ngos-ngosan karena membantu anak buahnya membawa belanjaan alias hadiah yang akan diberikan di pestanya.
Aira mengerutkan keningnya menatap Gesa, "Kok tiba-tiba mau bisnis mall kenapa?"
"Perasaan bisnis kak Gesa udah banyak banget.. Nggak takut pusing apa gimana ngurusnya." Lanjut Aira bertanya-tanya.
Gesa menggelengkan kepalanya bersamaan dengan menerima sebotol air putih dari salah satu anak buahnya lalu meminumnya dalam sekali teguk.
"Kalo begitu kami duluan ya bos.." Pamit salah satu anak buah Gesa kemudian.
Gesa menganggukkan kepalanya, "Kumpulin pelayan sama anak buah yang lain kalo udah sampai di rumah."
"Keluarin semua mobil dari garasi terus tempatkan semua hadiah yang kalian bawa tadi disana."
"Pelayan semua sama anak buah yang lain juga suruh kumpul disana." Lanjut Gesa tegas memerintah.
Para anak buah Gesa menganggukkan kepalanya hormat, "Laksnakan bos."
Setelah kepergian anak buahnya, Gesa tanpa basa-basi lagi menatap wajah Aira lalu mengecup singkat bibirnya.
"Kita pulang sayang."
KRUK..
KRUKK..
"Aku tau sayang.. Baby laper kan? Yaudah yuk cari makan dulu sebelum pulang." Ajak Gesa kemudian dengan menggandeng Aira menuju mobil.
Aira menatap wajah tampan Gesa dari samping lalu bertanya, "Kenapa mau buka bisnis mall kak?"
"Alasannya apa?" Lanjut Aira semakin penasan.
Ia sangat penasaran bagaimana cara Gesa membangun sebuah bisnis lalu menjalankannya dengan santai dan tentunya saja selalu menghasilkan uang.
"Ya secara langsung tadi aku lihat itu peluangnya banyak sayang terus juga kita bisa memiliki keuntungan tentunya."
"Aku sih berharapnya kamu mau."
__ADS_1
"Kalo aku nggak mau gimana?" Sahut Aira cepat.
Gesa menggelengkan kepalanya cepat, "Ya mau nggak mau ya aku nggak boleh maksa kamu sayang."
"Mungkin bukan rejeki kita aja." Lanjut Gesa pasrah.
Aira mengerutkan keningnya bingung. Awalnya sebelum perjalanan pulang, Gesa sangat ngotot dan memaksa Aira mau tidak mau harus mau.
"Tadi katanya mau nggak mau harus mau."
"No sayang.." Sahut Gesa cepat dengan menggelengkan kepalanya lagi.
"Bisnis dan usaha apapun aku dalam bekerja, kalo nggak diiringi sama doa kamu, restu kamu.. Semuanya akan sia-sia."
"Jadi mulai sekarang masalah keuangan atau apapun kita rundingkan berdua ya?" Tawar Gesa dengan mengusap lembut pipi Aira.
"Kak Gesa ada kemajuan kepintaran ternyata." Ledek Aira lalu tertawa kecil bersamaan dengan memeluk Gesa dari samping.
"Aku selalu setuju kak apa yang kamu lakuin. Asal kak Gesa nggak terlalu capek terus bisa bagi waktu buat aku dan anak kita."
"Apapun bisnis yang kak Gesa ambil, kalo bisnis tersebut positif ya aku sih oke aja.. Pesan aku cuma satu, jaga kesehatan ya." Lanjut Aira kemudian.
Gesa hanya tersenyum tipis bersamaan dengan menganggukkan kepalanya singkat.
...🔥🔥🔥...
"Minta tolong ini semua di masukkan ke paperbagnya masing-masing ya."
Gesa menatap Andre dan Jefri serta anak tongkrongannya yang sengaja ia suruh ke rumah untuk membantu saking banyaknya.
"Habis ini tukang dekorasi dateng dan gue harap kalian semua bisa bantuin.. Kalo nggak bisa gapapa, gue nggak maksa."
"Tapi nanti buat kalian yang nggak bisa, jangan lupa dateng besok malem kesini." Lanjut Gesa kemudian.
Awalnya semua teman tongkrongan Gesa tampak bingung dengan keberadaan Aira apalagi tengah mengandung.
Berbeda dengan Jefri, Andre dan Intan yang sudah tahu akan kebenarannya.
Intan yang sejak tadi meminta ijin ke kamar mandi tidak kunjung kembali juga, penyebab utamanya mungkin karena ia masih malu menghadap Aira.
BRUK..
"Eh maaf.. Aku nggak sengaja." Ucap Aira cepat saat ia tidak sengaja menabrak bahu Intan yang akan keluar pintu.
Intan yang awalnya menundukkan kepalanya kemudian sadar bahwa yang tidak sengaja menabrak dirinya adalah Aira dengan cepat mendongakkan kepalanya.
"Iya kok gapapa."
"Lagian juga gue yang salah.. Jalan sama nunduk." Lanjut Intan sedikit canggung.
Aira tersenyum tulus menatap Intan, "Maaf ya untuk peristiwa kemarin.. Kamu sendiri yang buat aku jadi gitu kak."
__ADS_1
"Sekarang kan kak Intan udah tau kalo kak Gesa suamiku, jadi mohon kerjasamanya kak."
"Aku mohon buang jauh-jauh perasaan suka kak Intan ke kak Gesa.. Karena kita juga sama-sama cewek bukan?" Lanjut Aira dengan mengerlingkan matanya menatap Intan.
"Gue emang suka sama Gesa dan gue juga berharap Gesa bisa jadi milik gue. Tapi karena gue tau kalo Gesa udah istri.." Jeda Intan dengan menghembuskan nafasnya perlahan.
"Gue akan berusaha hilangin perasaan gue ke Gesa."
Intan menepuk pelan bahu Aira, "Maafin gue ya dan semoga bayi lo sehat selalu sampai proses persalinan."
Aira tersenyum bersamaan dengan menganggukkan kepalanya, "Terimakasih kak atas doanya." Ucapnya kemudian lalu berjalan menaiki tangga meninggalkan Intan.
Intan mengepalkan tangannya penuh dendam menatap kepergian Aira, "Gue harus lepasin Gesa!!"
Kemudian Intan berkumpul kembali dengan anak-anak tongkrongan lain dan seperti biasa selalu mencari perhatian tanpa adanya rasa malu.
Berpura-pura membantu hanya untuk menarik perhatian Gesa sebagai tuan rumah.
Sedangkan di tempat lain ada Andre dan Jefri yang memperhatikan tingkah Intan bak cabe murah obralan pasar.
"Gue nggak tau kenapa si uler Intan bisa masuk ke tongkrongan kita."
"Mana cabe banget lagi tingkahnya." Lanjut Andre berbicara pada Jefri.
Jefri hanya mengendikkan bahunya singkat, "Gatau juga modelan Intan bisa dateng darimana."
"Bosen gue lama-lama natap tingkah dia."
Jefri memandang Andre dengan keheranan sekaligus curiga, "Siapa juga yang suruh lo buat natap dia."
"Lo suka ya sama dia?"
"Idihh.. Bilangnya murah eh mau di embat juga." Tuduh Jefri pada Andre.
Andre memukul keras lengan Jefri, "Mata lo!! Gue jelek-jelek gini juga pilih-pilih kali."
"Kalo mau ya, gue mau cewek modelan Aira."
"Aira mah paket komplit." Sahut Jefri cepat.
Andre menggelengkan kepalanya pelan menatap Aira yang kini tengah tertawa bersama Gesa, "Amalan Gesa apaan ya kok bisa dapet istri macam Aira?" Gumamnya kemudian.
Jefri mengikuti tatapan Andre, "Heran aja gitu.."
"Heran kenapa lo?"
"Gesa udah wajah arjuna, kekayaan mendukung, rejekinya juga arjuna lagi."
Andre memincingkan matanya, "Masak cuma kita doang wajah arjuna rejeki anoman di muka bumi ini?"
PLAK!!
__ADS_1
"LO AJA YANG ANOMAN GUE NGGAK!!" Teriak Jefri setelah memukul lengan Andre kasar.
...🔥🔥🔥...