
...NANTIKAN KARYA BARU AKU YGY :)...
^^^IKUTI INSTAGRAM UNTUK INFO LEBIH LANJUT :^^^
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
BRUK!!
"Maaf gue nggak sengaja!" Ketus Andre begitu dirinya tidak sengaja menabrak bahu Intan.
Andre memang tidak suka pada Intan. Sifat serta perilaku Intan yang terkesan murahan ke anak tongkrongan membuatnya muak.
"Gue nggak tau si Juan pungut lo darimana buat masuk tongkrongan kita, tapi jaga sikap lo!" Peringat Andre dengan menunjuk wajah Intan.
Intan kemudian melipat tangannya di depan dada dengan sorot mata yang berani menatap Andre.
"Terserah gue mau lakuin apapun. Itu juga bukan urusan lo!"
"Itu akan jadi urusan gue.. Karena lo cuma anak baru di tongkrongan yang akan menghancurkan pertemanan semuanya."
"Kenapa lo berfikiran gitu sama gue? Gue salah apa sama lo?"
Andre tersenyum sinis menatap Intan, "Dari gerak-gerik lo udah keliatan kali.." Ucap Andre sengaja ia jeda beberapa saat.
Intan menatap Andre bingung seolah penasaran kalimat apa yang akan keluar dari mulutnya.
"Keliatan murahnya.. Sana-sini mau." Lanjut Andre tanpa ragu yang membuat Intan mendadak marah.
Intan dengan cepat menyerang Andre hingga Andre sendiri yang kewalahan hanya bisa memundurkan badannya berjalan dan tanpa sadar mereka berdua telah sampai di salah satu kamar kosong milik Gesa.
"Lo sengaja pancing gue buat masuk ke kamar?! Iya?!" Teriak Intan kemudian dan bangun dari atas tubuh Andre dengan rambut yang acak-acakan.
"Gue nggak semurah itu asal lo tahu."
"Arghh!! Kaos gue jadi lecek ginikan gara-gara lo!" Lanjut Andre dengan mengibasi kaosnya.
"Lo yang bikin rambut gue acak-acakan dan lo juga yang cari perkara sama gue."
"Gue nggak nyari perkara sama lo!!" Jawab Andre nyolot tidak terima.
Intan berjalan ke arah meja rias yang ada di dalam kamar tersebut untuk merapikan pakaiannya dan rambutnya setelah insiden penyerangannya pada Andre.
"Lo nggak cantik dan lo bukan saingan Aira." Gumam Andre dengan tersenyum penuh ejekan tepat di belakang Intan.
"Kecantikan gue nggak butuh pengakuan apalagi pengakuan dari lo."
__ADS_1
"Dan gue nggak mau juga saingan sama Aira.. Gue cewek kelas mahal."
Andre tertawa keras yang membuat Intan mengendikkan bahunya, "Cewek mahal?"
"Cewek mahal nggak akan cari perhatian sana-sini."
"Gue lihat kali tingkah lo.. Dan itu menjijikkan untuk kelas cewek." Lanjut Andre yang kemudian mendapat serangan lagi dari Intan.
"Lo cowok tapi mulut lo kayak cabe!"
"Sini lo!! Gue habisin muka lo yang sok kegantengan ini."
"Lo juga cowok murah sama kayak gue.. Nggak usah munafik jadi orang!!"
BUGH!!
"Aduh.." Erang Andre bersamaan dengan jatuhnya mereka berdua diatas lantai dengan posisi Andre di bawah dan Intan di atasnya.
Mata Andre dan Intan saling beratatapan serta mulut yang masih bungkam seolah meneliti satu sama lain.
Cup
PLAK!!
Pukulan keras dari Intan mendarat dengan mulus di lengan Andre begitu dirinya sadar bahwa Andre mengecup bibirnya.
Intan berdiri begitu saja dari badan Andre, "Brengsek nggak si lo jadi cowok?!"
"Well, gue emang brengsek dan kita sama-sama brengsek dalam hal percintaan."
Andre berjalan selangkah lebih maju dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga Intan, "Gue harap kita mempunyai selera tipe yang sama dalam hal pasangan."
"Lo cantik! Jangan rusak kecantikan lo dengan rusak rumah tangga orang." Lanjut Andre kemudian lalu pergi begitu saja meninggalkan Intan sendirian.
...🔥🔥🔥...
"Terimakasih ya buat semuanya karena udah mau bantuin."
"Besok malem jangan lupa kalian semua kesini lagi. Dandan yang cantik terus kita pesta." Lanjut Gesa kemudian.
Semuanya tampak bersorak riang gembira namun tidak dengan Intan yang masih memikirkan adegannya bersama Andre beberapa saat lalu.
"Sekarang kalian semua boleh pulang dan hati-hati di jalan."
Setelah mendengar ucapan Gesa sebagai penutup, anak tongkrongan semuanya bersalaman satu sama lain sebagai tanda kebersamaan mereka semua.
"Gue pulang duluan ya gaes.. Ada berkas osis yang belum selesai dan besok pagi harus udah kelar." Pamit Jefri tiba-tiba pada Gesa.
Jefri pergi begitu saja karena terburu-buru akan tugas osisnya yang sebentar lagi penyerahan jabatan.
__ADS_1
"Lo ngapain masih disini? Mau nginep?" Tanya Gesa pada Andre setelah kepergian Jefri.
Andre memutar bola matanya malas lalu menatap Aira, "Pamitan sama nyonya dulu dong." Ucapnya kemudian dengan membuka kedua tangannya lebar ingin memeluk Aira.
"Bukan muhrim lo! Tapi muhrim gue." Sahut Gesa cepat dengan menghalangi Andre tepat di depan Aira.
"Pulang sana pulang.. Gue mau tidur sama istri gue." Usir Gesa kemudian dengan mendorong perlahan tubuh Andre menuju motor besarnya.
Dalam perjalanan pulang, mata Andre tidak sengaja melihat cewek yang sama dengan Intan yang kini tengah berjalan kaki di tempat yang gelap.
Intan sendiri yang tenyata di tinggal oleh Juan hanya bisa berjalan kaki dan menahan rasa takutnya karena jalanan malam yang sepi.
Mendengar suara knalpot besar dari arah belakangnya berhasil membuat Intan takut sekaligus mulai berlari sedikit kencang.
SREK!!
"Auww." Erang Intan saat dirinya tiba-tiba terjatuh di aspal yang rusak dengan keadaan terduduk.
"Nebeng nggak? Gue tebengin kalo nebeng.. Kan gue baik." Ucap Andre tiba-tiba tepat di samping Intan.
Intan yang merasakan perih di area lututnya dengan berani menyorot matanya tajam menatap Andre. "Gue nggak butuh tebengan lo."
"Pujian baik itu dari oranglain bukan diri sendiri." Lanjut Intan bersamaan dengan mencoba berdiri.
Melihat Intan yang kesusahan untuk berdiri, Andre tanpa basa-basi lagi turun begitu saja dari motornya lalu mengangkat tubuh Intan tanpa ragu.
"Duduk disini! Gue akan anter lo pulang." Ketus Andre kemudian.
"Gue bisa pulang sendiri.." Jawab Intan tidak mau kalah bersamaan dengan dirinya yang berusaha turun dari jok belakang motor Andre.
Andre tanpa ragu memencet lutut Intan yang tergores aspal yang membuat sang empu menahan perih.
"Perih anjing!!" Erang Intan dengan sedikit mengeluarkan air matanya.
"Kalo perih berarti nggak bisa jalan. Pulang sama gue! Gue nggak akan apa-apain lo dan lo gue anter dengan selamat."
"Gue bisa pulang sendiri."
"Dengan kaki lo yang pincang sekarang dan ini udah malem banget lo mau jalan kaki?" Sahut Andre.
"Mau aj-"
"Arghh sakit.." Erang Intan sebelum menyelesaikan jawabannya namun Andre lagi-lagi memencet lukanya.
Tidak menunggu jawaban Intan, Andre melajukan motornya begitu saja dengan tangan yang meraih tangan Intan agar melingkar di pinggangnya.
"Gue nggak mau nambah resiko lagi saat lo jatuh dan pasti orang-orang akan nuduh gue yang nggak-nggak." Ucap Andre tiba-tiba.
"Jatuh ya jatuh aja.. Asal lo nggak berhenti di jalan sepi ini lalu nidurin gue disini."
__ADS_1
Andre tersenyum tipis dibalik helm, "Gue pastikan itu masuk list bulan madu kita sayang.. Bercinta di pinggir jalan dan di dalam mobil bukan naik motor." Gumamnya kemudian.
...🔥🔥🔥...