
...TINGGALKAN VOTE, LIKE DAN KOMENTAR 🙏...
...SELAMAT MEMBACA 🐊...
...🔥🔥🔥...
"Lo mau kerjaan kan?" Tanya Gesa menatap Aira yang tengah duduk diranjang king sizenya.
Setelah pembicaraan penting antara Sofia dan Aira, Gesa kembali menyuruh Aira untuk kembali ke kamarnya untuk membicarakan perihal pekerjaan yang diinginkan oleh Aira.
Aira hanya bisa menundukkan kepalanya saat berhadapan dengan Gesa. Entahlah.. Yang jelas menurut Aira, berhadapan dengan Gesa adalah bencana untuknya dan Aira tidak berani menatap mata elang milik Gesa yang tersorot dingin.
Aira dengan cepat menganggukkan kepalanya karena memang pekerjaan yang ia cari untuk bertahan hidup tanpa bunda dan kakaknya, Geral.
"Jadi istri gue! Pernikahan kontrak sampai lo lulus bayaran lo setiap bulan akan gue transfer penuh.."
"Nggak mau." Tolak Aira cepat dan hal tersebut berhasil membuat Gesa geram sendiri.
"Lo butuh pekerjaan kan? Anggap aja jadi istri gue juga kerja." Ucap Gesa dengan mata memincingnya.
Aira menghembuskan nafasnya dan mulai bertanya-tanya kenapa harus dirinya yang di paksa Gesa untuk menikah dengannya. Kenapa bukan salah satu gebetan Gesa yang terbilang sangat cantik-cantik menurut pandangan Aira.
"Kenapa harus Aira sih kak? Kenapa nggak pacar kak Gesa aja, mereka lebih cantik bahkan sangat cantik dan jauh dari penampilan Aira yang kucel dan dekil." Tanya Aira dengan berani.
"Gue maunya lo! Lo! Lo! dan lo!"
"Harus lo! cuma lo yang harus jadi istri gue untuk saat ini.. Please Ra, sampai lo lulus doang dan kita selesai." Bujuk Gesa kemudian.
"Gue akan kabulin apa yang lo mau, apapun deh! Asal lo bantu gue dengan lo mau nikah sama gue hingga lo lulus SMA.. Udah itu aja."
"Gue nggak akan sentuh lo dan tidur kita juga pisah, nggak seranjang.. Mau ya Ra? Bantu gue." Mohon Gesa pada Aira.
"Gue akan nafkahi lo secara batin, pake uang gue sendiri bukan dari mama ataupun papa dan gue akan berikan apapun yang lo minta. Apapun Ra apapun!"
"Pernikahan adalah ikatan yang suci kak, bukan untuk permainan semata.. Aku nggak mau nikah sama kak Gesa apalagi bukan karena cinta."
"Oke kalo itu jawaban lo." Ucap Gesa lalu berjalan menuju meja untuk mengambil dokumen perjanjian atas dirinya dan Geral, kakak Aira.
"Baca! Perjanjian gue sama Geral atas dasar lo yang di buat taruhan sama kakak lo sendiri." Lanjut Gesa dengan menyerahkan dokumen pada Aira.
Aira yang tak percaya dengan cepat membuka dokumen tersebut lalu membaca teliti.
Tanpa sadar air mata Aira menetes begitu saja saat mengetahui kebenaran semuanya. Dimana Aira yang digunakan bahan taruhan oleh Geral dan sialnya lagi Aira harus terjerat lagi oleh manusia bentukan Gesa yang brengsek.
"Gitu aja nangis. Cengeng!" Sarkas Gesa dengan menarik dokumen yang berada di tangan Aira.
"Sekarang lo taukan lo milik siapa? Kakak tiri lo sendiri yang tandatangan tanpa paksaan bahkan dia juga dapat uang banyak dari gue."
"Artinya gue udah beli lo dari kakak lo secara resmi dan tertulis.. Gue bisa penjarain kakak lo kalo lo tetap bantah gue dan nggak mau nikah sama gue."
Aira mendongakkan kepalanya menatap Gesa. "Kak Geral jual aku berapa?" Tanya Aira dengan mengusap air matanya kasar.
Gesa yang mendengar pertanyaan Aira hanya memunculkan senyum devilnya.
"Ratusan juta.. Dengan jaminan lo! Hidup lo untuk gue dan lo harus bertindak atau melakukan apapun di bawah kendali gue."
"Tapi aku bukan robot yang bisa kak Gesa kendalikan begitu aja." Gumam Aira pelan dengan kepaladm menunduk menahan tangisnya dan tangan yang memainkan jemari lentiknya.
Tangan Gesa dengan berani menyentuh rahang Aira lalu mendongakkan wajahnya begitu saja agar Aira mau menatap dirinya.
"Tatap mata gue!" Geram Gesa.
__ADS_1
"Lo emang bukan robot di mata gue tapi lo sekarang adalah calon istri gue.. Gue akan lakukan apapun kalo lo terima pernikahan kontrak kita selama satu tahun dan kalo lo tetap nggak mau dengan pernikahan ini syaratnya cuma satu doang dan gampang."
Gesa mendekatkan bibirnya ke bibir Aira dengan jarak beberapa cm saja. "Bayar semua uang yang dibawa Geral atau Geral akan masuk penjara dengan kasus pencurian."
"Uang ratusan juta tidak sedikit Ra, jadi fikirkan kembali tawaran gue.. Nikah sama gue atau Geral masuk penjara."
Cup
Gesa mengecup bibir Aira dengan berani. "Selalu manis sayangku.." Ucap Gesa kemudian dengan mengedipkan satu matanya lalu pergi begitu saja menuju pintu.
Dasarnya aja Aira yang baik dan tanpa memikirkan pesan Deva untuk tidak berurusan lebih jauh lagi dengan Gesa, ia bertekad kuat akan melindungi Geral dari penjara akibat kelicikan yang dilakukan Gesa padanya.
"Aku setuju.. Minggu depan aku setuju kalo kita nikah." Ucap Aira cepat yang membuat Gesa menghentikan langkahnya.
"Good girl. Kontrak kita akan datang malam ini dan selamat datang di kehidupan gue yang brengsek ini, Mrs. Deanova."
"Dan jangan berani-berani bilang ke mama perihal perjanjian ini maupun taruhan gue sama Geral." Lanjut Gesa lali keluar begitu saja.
...🔥🔥🔥...
"Tan.. Eh maaf maksud aku mama." Ucap Aira yang bermaksud memanggil Sofia.
Kini mereka berdua tepatnya Sofia dan Aira tengah memasak bersama di dapur dengan Gesa yang enak-enak duduk di kursi hanya untuk melihat sang mama dan calon istrinya memasak.
"Mama gue bukan mama lo." Sahut Gesa cepat dengan mata yang masih fokus pada ponselnya.
"Aira calon menantu mama kok ya udah wajibnya Aira dong dong panggil mama juga." Jawab Sofia pada Gesa.
Gesa memutar bola matanya malas seolah jengah dengan sikap sang mama yang terus saja membela Aira bahkan Sofia juga membangga-banggakan Aira sebagai calon menantunya.
"Masih calon ma, belum juga nikah."
"Minggu depan juga udah nikah. Anggap aja latihan mulai sekarang panggil mama."
"Apa hubungannya pernikahan kamu sama turnamen? Lagian juga kamu anak pembasket dan mama yakin stamina kamu buat malam pertama juga kuat."
UHUKK..
Aira tak sengaja tersedak ludahnya sendiri saat mendengar Sofia membahas malam pertama setelah pernikahan yang akan dilaksanakan dengan Gesa.
"Ngapain lo sok kesedak segala? Gue nggak akan mau tidur sama lo apalagi sentuh lo." Ketus Gesa lalu pergi begitu saja meninggalkan dapur.
Sofia tersenyum lembut menatap Aira lalu mengusap punggung Aira pelan. "Gesa memang kaku anaknya. Mama yakin kok kamu bisa buat Gesa berubah dan menjauh dari semua kebiasaan main wanitanya.. Mama percayakan Gesa sama kamu." Ucap Sofia kemudian.
"Tapi ma, Aira berasal dari keluarga yang-"
"Mama tahu kok sayang. Mama tahu semuanya.. Maaf ya mama lancang cari informasi semua tentang kamu, tapi emang itu niat mama agar Gesa tetap mau nikah sama kamu."
"Karena mama percaya sama kamu, Aira sayang." Lanjut Sofia lalu memeluk Aira hangat.
Aira sangat bersyukur bertemu dengan sosok Sofia, apalagi sikap Sofia yang hangat dan baik membuat Aira sedikit tenang jika menjalani pernikahan kontrak dengan Gesa.
"Yuk dilanjut lagi masaknya, biar ini semua cepet selesai." Ucap Sofia setelah melepaskan pelukannya.
"Kamu harus tahu makanan kesukaan Gesa ya sayang, karena kamu dan Gesa setelah menikah nggak akan tinggal disini lagi."
"Kalian akan tinggal di apartement milik Gesa dan itu nggak jauh kok dari sekolah kalian."
Aira yang awalnya menumis bumbu di kompor me dadak kepikiran mengenai pernikahan yang akan dilaksanakan dengan status dirinya dan Gesa yang masih pelajar.
"Nanti gimana ma kalo semua warga sekolah tau tentang pernikahan aku sama kak Gesa?" Tanya Aira dengan sedikit ragu dan panik.
__ADS_1
"Nggak akan sayang. Semuanya akan aman sampai kamu lulus.. Jadi, kamu tenang aja ya dan mama akan jamin kamu nggak akan lagi di bully di sekolah."
Sofia menatap Aira dengan pandangan sayangnya seolah sudah menganggap Aira sebagai anaknya sendiri.
"Habis ini kita ke salon dan belanja.. Kita buat Gesa hari ini menjadi babu." Lanjut Sofia kemudian.
"Kak Gesa nanti marahnya ke aku ma, lagian penampilan aku baik-baik aja kok dan aku nggak tahu harus beli apa kalo belanja nanti. Aku temenin mama aja ya tapi jangan ajak kak Gesa." Bujuk Aira dengan mengusap lembut lengan Sofia.
"Nggak bisa sayang pokoknya kamu harus tampil lebih cantik dari ini dan mama akan ajak Gesa walaupun dia mau marah terserah dan mama akan jamin semuanya kalo dia nggak akan berani marahin kamu kalo ada mama yang selalu di depan kamu." Jawab Sofia yang semakin membjat hati Aira menghangat seolah menemukan sosok ibu yang ia inginkan selama ini.
...🔥🔥🔥...
CEKLEK..
"Oh shitt!" Umpat Gesa saat masuk ke dalam kamarnya dan bertepatan sekali dengan Aira yang mencoba beberapa lingerie pendek dari Sofia setelah mereka berdua pulang dari mall.
Aira yang kaget akibat suara pintu terbuka dan masuk ke dalam kamar Gesa, dengan cepat menarik selimut milik Gesa untuk menutupi badannya yang terbalut lingerie seksi pemberian Sofia.
"Lo kenapa di kamar gue dan kenapa lo pake baju kek gitu? Mau mancing gue? Gue cowok normal dodol." Marah Gesa dengan badan berbaliknya memunggungi Aira.
"M-Maaf kak, aku sama mama di suruh nyoba ini di kamar kak Gesa.. Aku juga nggak tahu kalo kak Gesa mau masuk gitu aja."
"Aku nggak bisa mancing kak dan aku juga tahu kalo kak Gesa cowok normal kan kak Gesa emang cowok." Lanjut Aira dengan polosnya.
Gesa mengusap wajahnya kasar. "Ganti baju lo sekarang dan gue tunggu lo di garasi."
"Kita mau kemana kak?" Tanya Aira.
"Gue mau anter lo pulang! Cepetan ganti baju sebelum gue makin nafsu dan akan habisi lo malam ini juga." Ancam Gesa yang membuat mata Aira melotot tak percaya.
Dengan cepat Aira berlari menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
"Bisa-bisanya sama Aira gue tegang.. Ashh Gesa-Gesa!" Umpat Gesa dengan mengusap rambutnya kasar berjalan menuruni tangga menuju garasi.
"Kak Ges, aku bisa pulang sendiri kok nggak perlu repot-repot buat anterin aku." Ucap Aira setelah sampai di garasi tepatnya di samping motor besar milik Gesa.
"Kalo lo pulang sendiri yang ada gue mati di bunuh sama mama gue."
"Tahta lo di mata mama sekarang lebih tinggi dari gue." Sewot Gesa kemudian.
Aira menundukkan kepalanya karena takut Gesa akan marah lagi padanya. "Maaf ya kak, pasti kak Gesa ngerasa kalo mama ka Gesa lebih sayang aku ya daripada kak Gesa."
"Tapi beneran kok kak aku nggak ada niat buat rebut mama kak Gesa. Aku cuma suka aja sama kebaikan dan ketulusan dari mama kak Gesa." Jelas Aira.
Gesa memutar bola matanya malas menatap Aira. "Pake helm lo kita naik motof biar cepet." Ketus Gesa.
"Nanti anter aku sampai depan gang kek biasanya aja ya kak." Ucap Aira ragu-ragu.
Gesa hanya diam lalu mulai menaiki jok motornya yang diikuti oleh Aira. Tanpa sadar tangan Gesa meraih tangan Aira agar memeluk erat pinggangnya.
"Gue jaga-jaga aja biar lo nggak jatuh! Jangan baperan jadi cewek." Ketus Gesa.
Aira yang awalnya kaget dan tersenyum karena mendapat perlakuan hangat untuk pertama kalinya dari seorang cowok mendadak lesu begitu saja saat mendengar ucapan Gesa.
"Gue anter lo sampai depan rumah.. Nggak ada penolakan!" Ucap Gesa begitu mereka berdua mulai memasuki gang rumah Aira.
Aira sembari perjalanan tadi hanya diam tanpa berbicara, melamun yang diiringi oleh udara malam yang dingin. Memikirkan nasib kedepannya bagaimana jika dirinya menikah dengan Gesa, mempersiapkan mental yang lebih kuat lagi jika pernikahan dirinya dan Gesa sampai bocor di area sekolah.
Mental lebih untuk menghadapi semua gebetan Gesa yang fanatik bahkan sangat cantik di mata Aira, berbeda kelas dengannya. Dari segi keluarga, wajah, ekonomi bahkan pergaulan yang semakin membuat Aira tidak percaya diri lagi.
...🔥🔥🔥...
__ADS_1
...SEE YOU NEXT PART, BRO 🐊...