AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
89 | ALERGI KACANG


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...finarsky___...


...FOLLBACK? DM!!...


...🔥🔥🔥...


"Gue nggak tau ya lo kenapa ngikutin gue sampai sini tapi mending lo pulang deh karena gue nggak butuh tebengan."


"Apalagi tebengan dari lo!" Lanjut Intan jengkel begitu tahu bahwa Andre kini mengikuti dirinya.


Setelah pulang dari acara bersama Jefri, Gesa dan Aira ia memutuskan untuk mampir ke salah satu toko kue langganan sang mama dan tidak sengaja melihat Intan.


"Gue cuma nanya nggak lo jawab, makanya gue ngikutin lo."


Intan membalikkan badannya dan memincingkan matanya menatap Andre, "Itu bukan urusan lo!"


"Akan jadi urusan gue karena lo nggak tau apa gimana ini udah hampir jam sepuluh malem." Sahut Andre cepat bersamaan dengan melihat jam tangan mahalnya.


"Lo juga nggak mau gue tebengin, rumah lo dari sini masih jauh."


"Tenang aja gue nggak akan apa-apain lo.. Gue masih waras kali."


Intan menaiki jok motor Andre begitu saja tanpa menjawab.


"Pegangan yang erat." Suruh Andre lagi.


"Katanya nggak akan apa-apain gue, kenapa suruh gue pegangan sama lo?"


"Itu mah modus lo doang!!"


"Udahlah gue turun aj-"


BRUM


Satu hentakan gas yang mampu membuat badan Intan menempel tepat di punggung Andre.


Andre sendiri dengan cepat menarik erat kedua tangan Intan lalu melingkarkannya tepat di perutnya.


"Suruh pegangan aja susah amat." Gumam Andre kemudian.


"Gue cuma waspada sama lo, kali aja karena sentuhan gue lo mau apa-apain gue." Sewot Intan kemudian melingkarkan kedua tangannya di perut Andre.


Andre melihat lingkungan sekitar yang tampak sepi dan hanya remang-remang karena penerangan cuma lampu kecil di pinggir-pinggir jalan.


"Lo kenapa malah celingukan?"


"Ayo jalan!!" Suruh Intan kemudian.


Andre memalingkan wajahnya ke belakang menatap Intan sekilas.


"Mastiin aja, bener atau nggak kalo ini gang rumah lo."

__ADS_1


Intan memutar bola matanya malas, "Mastiin gang rumah atau mastiin hal yang nggak-nggak?! Udah buruan jalan."


Andre tersenyum tipis, "Gue masih bisa sewa hotel kali kalo buat apa-apain lo sekarang juga." Ucapnya kemudian yang membuat Intan reflek memukul punggungnya keras.


"Habisnya lo sendiri yang nantangin gue."


"Gue bisa kali buahin lo, hamil anak gue terus kit-"


"STOP!!"


"STOP!!"


"Kalo lo tetep mesum kayak gini mending gue lompat aja dari motor lo, nggak ada faedahnya juga gue di tebengin sama lo."


Tidak menjawab pernyataan Intan yang berkedok mengancam dirinya, Andre semakin menambah kecepatan motornya hingga membuat Intan tanpa sadar mempererat pelukannya.


...🔥🔥🔥...


"Kita ngapain mampir kesini?" Tanya Intan begitu Andre memberhentikan motornya tepat di depan toko kue yang memang mewah dan berkelas.


"Ambil pesanan mama gue."


"Yuk masuk." Ajak Andre kemudian pada Intan.


Intan yang sadar bahwa saat ini tangan Andre telah menggenggam erat jemarinya mendadak bisu seketika.


"G-Gue disini aja." Jawab Intan kemudian dengan menarik tangannya dari tangan Andre.


Andre mengerutkan keningnya menatap Intan, "Kenapa nggak mau masuk sih? Gue lama di dalemnya."


Intan menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak deh Ndre gue disini aja."


Tidak kehabisan akal dan tidak menjawab pernyataan dari Intan, Andre dengan cepat mengangkat tubuh Intan lalu membawanya masuk begitu saja dan mendudukkan tepat di atas sofa.


Semua pelanggan toko tersebut tampak kaget dengan kedatangan mereka berdua apalagi Intan yang berada di gendongan Andre.


Intang tanpa sadar memeluk Andre hangat untuk menghindari tatapan para pelanggan yang lain.


Andre tersenyum tipis melihat Intan yang menenggelamkan wajahnya tepat di bahunya, "Eratin lagi peluknya gapapa. Gue seneng kok." Ucapnya kemudian dengan mengusap pelan kepala Intan.


Mendengar hal tersebut, Intan reflek mendorong tubuh Andre agar menjauh darinya.


"Gue ambil pesanan mama dulu." Pamit Andre kemudian yang diangguki kepala oleh Intan.


"Bisa gila gue lama-lama kalo deket sama Andre.. Mana jantung gue bunyi terus lagi."


"Kayaknya besok gue harus tes jantung kali ya? Setiap deket Andre detakannya gila ya Tuhan berasa banget." Gumam Intan kemudian lalu.


"Permisi kak, ini pesanannya atas nama kak Intan."


"Semoga suka ya kak, terimakasih." Lanjut pegawai toko kue tersebut dengan menghidangkan kue yang menurutnya sangat-sangat enak serta hiasan yang bagus sekali.


"Perasaan gue nggak pesen deh." Tanya Intan pada dirinya dengan mata yang masih menyorot tajam sekotak kue di depannya.

__ADS_1


"Pesanana mama belum selesai ngehiasnya, jadi daripada kita boring nggak ngapain-ngapain yaudah lo gue pesenin."


"Makan gih." Suruh Andre kemudian.


Intan menatap Andre ragu-ragu, "Disini kuenya terkenal mahal Ndre, gue nggak mau makan ah.. Gue nggak bawa uang." Bisik Intan kemudian.


Andre menghela nafasnya pelan, "Gue yang bawa lo kesini jadi gue yang akan traktir lo."


"Tapi gue nggak mau di traktir sama lo." Sahut Intan cepat.


Andre dengan cepat mengambil kue tersebut, "Yaudah gue buang aja.".


"Ya jangan!! Belum gue sentuh juga ya kali di buang."


"Emang ya orang kaya suka buang-buang duit." Lanjut Intan mengomel kecil bersamaan dengan memotong kuenya perlahan.


"Daripada ngomel-ngomel mulu mending di makan deh kuenya." Sahut Andre cepat dengan mengambil potongan kue tersebut lalu melahapnya.


Intan yang sadar bahwa lidahnya merasakan ada rasa kacang dengan cepat menelannya dan meminum air yang sudah di sediakan oleh toko.


Ya, Intan alergi kacang..


Demi menghargai pemberian Andre, mau tidak mau Intan memakan hampir setengah potongan kue tersebut dan terpaksa harus menelannya.


"Kenapa pipi lo tiba-tiba merah dan lo berkeringat?"


"Kita ini di ruangan ber ac tinggi loh." Lanjut Andre dengan melepas jaket denimnya dan memakaikan tepat di tubuhnya.


Intan menggelengkan kepalanya, "Nggak kok Ndre.. Gue cuma mendadak meriang aja."


Andre nenganggukkan kepala percaya begitu saja lalu berdiri menuju kasir untuk mengambil pesanan sang mama.


"Yuk gue anter lo pulang." Ajak Andre kemudian yang berjalan menuju motornya dan di ikuti oleh Intan di belakangnya.


"Mama tanya lo beberapa kali semenjak gue kenalin lo lewat video call, nggak tau kenapa mama mau ketemu sama lo."


"Kapan-kapan lo mau nggak gue ajak pulang ke rumah?" Tanya Andre kemudian.


Intan kali ini benar-benar menahan sesak nafas yang mulai menyerang area pernafasannya akibat alergi kacang yang di deritanya.


Tidak berfikir kondisi badannya akan bagaimana jika memakan makanan yang membuatnya sakit parah, yang ada di fikirannya cuma menghargai pemberian Andre itu saja.


"Gue bukan siapa-siapa lo dan kenapa harus gue yang menghadap mama lo?" Tanya Intan dengan sekuat tenaga menahan rasa sesak di dadanya.


"Tapi mama taunya lo pacar gue."


"Ndre, gue mau-


BRUKK!!


"Hey.. Lo kenapa? Intan hey.."


"Lo kenapa?" Panik Andre begitu Intan ambruk begitu saja tepat di pelukannya.

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2