AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
40 | KESALAHAN


__ADS_3

...IG : npaaaaa___...


"Darimana? Terus kemana aja? Suami pulang bukan dirumah malah keluar nggak jelas."


"Lo itu hamil dan harus duduk anteng di rumah." Lanjut Gesa dengan tangan yang berkacak pinggang di depan Aira.


Aira memang keluar untuk belanja bulanan yang termasuk kebutuhan sehari-hari bersama Gesa, ia juga pamit dengan mengirimkan pesan teks untuk Gesa. Namun tidak dibaca olehnya dan Aira pergi sendiri menuju supermarket.


"Belanja kak." Jawab Aira dengan nada lesu dan menunjukkan beberapa kantong plastik belanjaan di tangannya.


Gesa segera meraih kantong plastik tersebut namun di cegah Aira dengan cepat. "Aku bisa sendiri kak." Ketusnya lalu berjalan melewati Gesa menuju dapur.


Setelah mengusap wajahnya kasar dengan cepat Gesa berjalan mengikuti Aira menuju dapur dengan kebingungan yang memenuhi pikirannya.


Bingung dengan Aira yang marah tiba-tiba dan itu membuat Gesa geram sendiri. Yang marah harusnya dia kali ini, karena anak buahnya hari ini berhasil mengikuti Aira yang belanja dengan diantar oleh mantan kekasihnya.


"Harusnya gue yang marah sama lo karena lo pergi belanja sama cowok lain apalagi itu mantan lo. Gue nggak suka kalo milik gue jalan sama cowok lain!!"


Aira melepas jaket rajutnya dengan cepat tanpa menjawab kemarahan Gesa yang semakin bernada tinggi dan keras.


"Aku mau mandi." Ucap Aira cepat bersamaan dengan kakinya berjalan menuju kamar mandi.


Gesa menarik lengan Aira, "Pembicaraan kita belum selesai dan gue tetep nggak suka sama tingkah lo yang jalan gitu aja sama cowok lain." Tegasnya kemudian.


Tidak mau berdebat panjang lagi dengan Gesa, Aira dengan cepat menata semua belanjanya di dalam lemari es lalu berjalan cepat menuju tangga.


"Gue belum selesai bicara sama lo!"


"AIRA DEANOVA!!" Teriak Gesa memanggil nama lengkap Aira dengan marganya yang menandakan bahwa kini dia tengah marah.


Gesa berlari menaiki tangga dengan cepat dan masuk ke dalam kamar sebelum Aira menguncinya.


"Lo abaikan gue gitu aja?"


"Lo taukan gue paling nggak suka diabaikan sama siapapun, apalagi lo.. Istri gue."


Entah apa yang membuat Aira seperti ini, seperti bukan dirinya.


Tidak suka dengan Gesa yang masih berganti-ganti wanita di belakangnya padahal statusnya sekarang adalah seorang suami bahkan calon ayah untuk bayi yang tengah ada di perutnya.


Memendam semua perasaan cintanya terhadap Gesa tidak mudah. Ditambah hormon bawaan hamil yang selalu muncul berubah-ubah dan ingin selalu meluapkan emosinya pada Gesa, membuat Aira hanya bisa diam daripada adu mulut dan muncul pertengkaran diantara keduanya.


"Siapa itu Doni? Beneran mantan lo?" Tanya Gesa tiba-tiba bersamaan dengan duduk diranjang dan melepas sepatunya.


"Temen doang kak." Jawab Aira cuek dan meraih handuknya di atas kursi lalu berjalan menuju pintu kamar mandi.


"Nggak mungkin temen kalo ketawa-ketawa mana asyik banget lagi dan nggak mungkin cuma temen kalo berduaan doang di tempat umum."


"Mana akrab banget lagi.. Nggak ada istilah cewek cowok itu temenan." Lanjut Gesa kemudian.


Aira menghela nafasnya pelan dengan tangan yang mengusap perut ratanya, "Kak Gesa ngapain protes? Orang Doni cuma temen aku.. Kalaupun Doni mantan aku itu juga bukan urusan kak Gesa, bukannya aku udah jadi istri kak Gesa ya?"


"Lo emang istri gue!! Maka dari itu gue nggak ijinin dan gue nggak suka lo deket-deket sama cowok lain selain gue.. Apalagi itu mantan lo." Tegas Gesa dengan membanting dasinya diatas ranjang dan mata yang menatap Aira tajam.


Aira mengurungkan niatnya menuju kamar mandi dan berjalan menuju sofa tepat dimana tas yang berisi ponsel mahal pemberian Gesa beberapa waktu lalu berada.


"Ini foto siapa?" Tanya Aira tiba-tiba dengan menahan rasa sesak di dalam dadanya saat memperlihatkan foto Gesa dengan wanita lain sedang bercanda di salah satu pusat perbelanjaan.


Tidak cukup dengan itu, Aira juga mengambil amplop warna coklat lalu mengeluarkan semua isinya dan membanting dengan kasar beberapa foto Gesa tengah bercumbu bahkan tidur bersama dengan keadaan telanjang dada bersama wanita lain.


"Aku terima kak semua perlakuan kak Gesa selama ini.. Nggak cinta sama aku oke aku gapapa. Setidaknya hargai aku."


"Jika nggak bisa hargai aku sebagai istri kak Gesa, hargai calon anak kita aja kak.. Dan aku siap tanda tangan surat cerai kapan pun itu."


"Lebih cepat lebih baik." Lanjut Aira dengan menahan panas di area matanya karena ingin menangis.


Sakit..

__ADS_1


Itulah yang Aira rasakan saat ini, tekanan hormon hamil yang berubah dan tingkah Gesa yang menyakiti hatinya tanpa henti.


"Sama kak Nayla beberapa waktu lalu aku terima aja dn aku emang nggak permasalahin itu karena aku sadar siapa kak Nayla dan siapa aku."


"Kak Gesa nggak minta maaf sama aku waktu ninggalin aku gitu aja, oke aku terima."


Aira meraih foto tersebut, "Tapi ini tidur sama wanita lain kak.. TIDUR SAMA WANITA LAIN!!" Teriak Aira kemudian.


Gesa mengusap wajahnya kasar lalu mencoba meraih bahu Aira, "Bahkan aku jijik sama suami aku sendiri kak.. Aku butuh sendiri." Ketus Aira dengan memundurkan badannya menghindari Gesa dan berjalan cepat menuju kamar mandi dan mengusap air matanya kasar.


...🔥🔥🔥...


"Gesa ada Ra?" Tanya Andre begitu sampai di rumah Gesa dan Aira.


Aira menganggukkan kepalanya, "Ada kak, mungkin masih ganti baju.. Kak Andre masuk aja dulu." Jawab Aira.


Sejak sore hingga sekarang yang hari sudah malam, Aira maupun Gesa tidak membuka pembicaraan barang sepatah katapun.


Yang dilakukan mereka hanya diam bahkan tidak saling bercanda dan menggoda seperti biasanya. Tampak sepi dan dingin seperti pertama pernikahan mereka.


"Gue mau pergi sama Andre dan jangan kunci pintu." Pamit Gesa dengan dingin yang dijawab anggukan kepala oleh Aira bersamaan dengan tertutupnya pintu.


Gesa hanya diam saat melajukan motornya bersama dengan Andre dan Jefri. Tidak tau apa yang ada di pikirannya kali ini, tiba-tiba saja motornya memasuki area parkir sebuah kelab malam ternama dan tentu saja elit.


"Ini kita ngapain kesini?" Tanya Andre bingung sedangkan Jefri hanya mengendikkan bahunya, "Kita ngapain kesini Ges? Kita mana bisa masuk orang kita usia kepala dua aja belum ada." Sahut Jefri kemudian.


Gesa mengendikkan bahunya pelan dan tidak menjawab pertanyaan Andre maupun Jefri, ia dengan cepat memasuki kelab tersebut tanpa ragu.


"Kartu member ada?" Tanya salah satu penjaga.


Gesa mengeluarkan dompetnya lalu menunjukkan kartu keanggotaan dimana yang terdaftar sebagai tamu VVIP kelab malam tersebut.


"Kartu mereka belum jadi. Kemarin ada kendala dari pegawai saat pencetakan.. Jadi ijinkan mereka berdua masuk, mereka berdua temen gue." Ucap Gesa dengan dingin.


Penjaga tersebut menganggukkan kepalanya lalu mempersilahkan masuk.


"Ini sebenernya kita ngapain sih Ges kesini?" Tanya Andre lagi karena bingung dengan sikap Gesa malam ini.


"Mau minum.. Stres banget pikiran gue. Kali aja gue minumin alkohol bisa hilang pikiran tentang masalah gue walaupun sejenak."


Andre dan Jefri saling berpandangan lalu menatap Gesa. "Kalo ada masalah cerita sama kita, jangan gini. Bisa rusak nanti reputasi lo." Ucap Jefri.


"Percaya omongan si ketos emang patut di acungi jempol." Sahut Andre dengan tersenyum mengejek dan meraih gelasnya yang penuh dengan minuman anggur.


Andre dan Jefri hanya diam menatapa Gesa yang meneguk minumnya berkali-kali tanpa henti untuk melampiaskan amarahnya.


Ingin ikut campur namun mereka berdua sadar bahwa mereka hanya teman, tidak dengan Gesa yang sudah berumah tangga dan tentunya Andre sekaligus Jefri mana tahu masalah rumah tangga.


"Kalo dia mati gimana? Sumpah Gesa bener-bener kesetanan anjing kalo minum." Panik Andre dengan menatap Gesa khawatir.


Jefri mengendikkan bahunya dan masih tenang bermain game di ponsel mahalnya, "Mati ya kuburin." Jawabnya kemudian.


PLAK!!


"Sakit dodol.." Umpat Jefri saat Andre menepuk lengannya keras.


"Dia nggak akan mati secepat itu Ndre. Udahlah kita tunggu aja sampai dia mabuk semabuk-mabuknya terus kita bawa pulang."


Jefri menatap Gesa yang tengah terkulai lemas diatas sofa dengan memanggil nama Aira, istrinya.


"Dia udah jatuh cinta sama Aira cuma dia bingung aja ngungkapinnya gimana.. Kayak lo nggak tau aja gengsi Gesa setinggi apa." Lanjut Jefri kemudian.


Andre hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Gesa.


"Udah jam dua dini hari, ayo pulang." Bisik Andre pada Gesa.


Tidak mendapat jawaban Gesa, Andre hanya bisa menghela nafasnya dan tidak kehabisan akal begitu saja.

__ADS_1


Melihat Gesa yang terus saja memanggil nama Aira, Andre dengan cepat merogoh ponsel mahal milik Gesa di dalam saku celananya.


"Iya Ra.. Ini Gesa mau gue bawa pulang." Ucap Andre berpura-pura menghubungi Aira.


"Aira udah khawatir sama lo dan dia mau lo pulang."


"Ayo pulang." Lanjut Jefri dengan membantu Andre untuk membopong tubuh Gesa yang lemas akibat mabuk.


"Aira bikin gue gila.."


"Gue nggak suka didiemim sama Aira.."


"Gue nggak suka Aira jalan sama cowok lain selain gue.."


"Aira milik gue dan bayi yang ada di perut Aira cuma gue yang pantes jadi papanya.."


Ucap Gesa yang terus saja melontarkan rasa tidak terimanya jika Aira pergi darinya apalagi bersama pria lain.


Jefri dan Andre hanya diam terpaku mendengar kalimat Gesa yang terakhir dimana Aira yang tengah mengandung saat ini dan itu adalah anak Gesa.


Tidak mau menunda lagi karena Gesa sudah sangat lemas lalu pingsan begitu saja, membuat Andre dan Jefri dengan cepat menghubungi sopir Gesa seperti biasa untuk membawanya pulang.


...🔥🔥🔥...


"Tadi mama kesini tapi aku bilang kak Gesa sakit." Ucap Aira tiba-tiba dengan membawa nampan yang berisi bubur serta obat pereda pengar untuk Gesa.


Gesa yang baru saja membuka matanya segera duduk dan merasakan pusing yang amat sangat di area kepalanya.


"Mama sekarang dimana?" Tanya Gesa seolah melupakan bahwa dirinya dan Aira tengah bertengkar hebat beberapa hari yang lalu.


"Pulang."


Aira menyerahkan semangkuk bubur serta obat pereda pengar untuk Gesa, "Dimakan sama diminum sekalian ya kak." Ucapnya kemudian lalu berjalan menuju pintu.


Melihat Aira yang semakin jauh darinya, Gesa semakin ingin sakit dan bertekad tidak mau sembuh jika Aira tidak ada disampingnya dan merawat dirinya seperti biasa.


PYAR!!


"Gue nggak mau makan Ra, buburnya pahit." Ucap Gesa setelah dengan sengaja membanting semangkuk bubur tersebut yang membuat Aira menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya.


Aira menghela nafasnya pelan lalu berjongkok begitu saja untuk membereskan semua kekacauan yang dibuat oleh Gesa.


"Gue nggak suruh lo buat bersihin semuanya." Tegas Gesa dengan menarik lengan Aira agar berdiri.


"Kalo nggak aku terus siapa lagi? Udah kak Gesa diem aja kan masih sakit." Jawab Aira berpura-pura kuat dengan menahan rasa sakit dihatinya jika melihat bayang-bayang foto dimana Gesa yang tidur dengan wanita lain.


"Biar gue aja."


Aira menggelengkan kepalanya lalu mendorong bahu Gesa pelan agar bersender di headboard ranjang.


"Aku bikinin makanan lagi kak, bentar ya." Ucap Aira dengan menundukkan kepalanya sejak tadi untuk menghindari tatapan Gesa.


"Gue bisa jelasin semuanya Ra.."


Langkah kaki Aira berhenti begitu saja di ambang pintu lalu menatap Gesa dengan senyum semanis mungkin untuk menutupi rasa sakitnya selama ini.


"Nggak perlu penjelasan juga aku percaya sama kak Gesa.. Status kita cuma pernikahan kontrak kak jadi dibuat santai aja."


"Bebasin aja masa muda kak Gesa, itukan yang kak Gesa mau dari awal."


Aira berjalan cepat menuju dapur setelah mengatakan hal tersebut pada Gesa.


Menangis di dapur dengan membilas jarinya yang tidak sengaja terkena pecahan mangkok serta air mata yang sudah tidak dapat ditahan lagi.


"Mama yakin sayang.. Papa udah siapin mama baru dan tentunya mama terbaik buat kamu." Gumam Aira pelan dengan menangis dan tangan yang mengusap perutnya ratanya dengan lembut.


"Mama sayang bangat sama kamu. Mama harap kamu tumbuh dengan baik dan bahagia selalu disini walaupun tanpa mama."

__ADS_1


"Jagoan mama nggak boleh nakal dan nggak boleh ganti cewek terus kayak papa ya, harus satu pokoknya satu." Lanjut Aira dengan menangis sesenggukkan lalu mengusap air matanya kasar.


...🔥🔥🔥...


__ADS_2