AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
93 | NGIDAM TANDA TANGAN


__ADS_3

"Itu kenapa ponsel kamu notifikasinya bunyi terus?"


"Siapa sih yang ganggu malem-malem gini? Kayak nggak ada kerjaan aja." Gumam Gesa kemudian yang mendengar notif spam di ponsel Aira.


Aira yang hanya fokus menonton drama di depannya sedangkan Ges sendiri tengah sibuk menatap laptop kerja di samping Aira.


"Nggak tau juga." Jawab Aira singkat lalu mengambil ponselnya diatas meja.


"Percaya.. Cuma kamu yang punya kerjaan." Ejek Aira tiba-tiba dengan mata yang melirik Gesa sekilas.


"Kerjaan kantor sayang." Jawab Gesa seadannya dengan mata yang masih fokus menatap layar laptop.


Aira memang meminta Gesa untuk pulang lebih awal akhir-akhir ini dan Gesa selalu nurut.


Namun bagi Aira, pulang awal untuk istirahat yang cukup bukan pekerjaan kantor di bawa ke rumah.


"Segitu banget sama pekerjaan kantor padahal bos." Sindir Aira asal.


"Bos itu harusnya nggak ngapain-ngapain. Cuma koreksi atau nggak tanda tangan waktu di butuhin."


"Kata siapa tugas bos cuma gitu?" Sahut Gesa cepat dengan menatap Aira.


"Kata aku barusan." Jawab Aira dengan mata yang tetap fokus menatap tayangan drama korea tepat di depannya.


Gesa tersenyum tipis mendengar ucapan Aira. Ia tahu bahwa kini Aira tengah kesal padanya perihal pekerjaan kantor yang selalu ia bawa pulang ke rumah jika dirinya pulang lebih awal.


"Kalo kayak gini mending kamu ngundurin diri aja dari jabatan bos."


Gesa memincingkan matanya, "Terus yang gantiin aku bos di kantor siapa?"


Aira mendadak diam karena bingung harus menjawab apa, siapa dan bagaimana perihal pertanyaan yang Gesa ajukan.


"Aku aja deh mending." Ucap Aira dengan tertawa kecil menatap Gesa bersamaan dengn menunjuk dirinya sendiri.


"Emang bisa? Nggak takut capek apa gimana?"


"Aku udah meratukan kamu di rumah dan apapun aku kasih, masih ngotot kerja juga?" Lanjut Gesa bertanya pada Aira dengan mengerlingkan matanya.


"Habisnya di rumah bosen.. Enakan di kantor pasti ada temen banyak terus punya temen ngobrol juga."


Gesa menyerahkan beberapa dokumen kepada Aira dan hal tersebut membuat sang empu bingung sendiri.


"Ini dokumen apa? Terus di kasihkan ke aku, aku buat apa?" Tanyq Aira bingung.


"Mau kerja tadi bilangnya?"


Aira menganggukkan kepalanya cepat dan menerima bolpoin mahal yang diserahkan oleh Gesa.

__ADS_1


"Tanda tangani semua dokumen itu di atas nama aku, nama aku tolong di coret dan ganti nama kamu dan jangan lupa pake marga dari aku."


"Aira Deanova?" Tanya Aira memastikan.


"Kalo bukan Aira Deanova terus siapa? Mau pake marga tetangga? Aku tidurin sekarang juga!"


Aira tertawa kecil dan mulai melakukan pekerjaan yang telah diserahkan oleh Gesa padanya.


"Emang boleh ya pake tanda tangan aku?"


Gesa menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih fokus menatap layar tab mahalnya.


"Boleh sayang boleh.. Semua urusan aku udah diatasnamakan kamu juga."


"Jadi, kalo aku berhalangan hadir atau apa gitu kamu boleh tanda tangan mewakilkan aku." Jelas Gesa kemudian.


Aira tersenyum manis menatap Gesa, "Kalo seandainya aku beli saham di kamu terus kamunya nggak ada, nama kamu aku coret terus aku yang tanda tangan bisa?"


"Bisa sayang.. Tanda tangan kamu nantinya dua. Sebelah kiri sama kanan diatas materai."


Aira dengan cepat menarik tab Gesa kasar lalu meletakkannya cepat diatas meja hingga membuat Gesa bingung sendiri.


Tidak menghiraukan kebingungan Gesa, Aira dengan cepat duduk begitu saja di pangkuan lalu melingkarkan tangannya erat di leher milik Gesa.


"Mau beli saham boleh?"


"Aku punya uang banyak dari kamu tapi mengedap nggak bisa berkembang.. Buat beli saham di perusahaan kamu boleh?" Tanya Aira merayu Gesa.


"Nama kamu udah ada bagian hampir setengah di perusahaan sayang." Ucap Gesa setelah mengecup bibirnya Aira singkat.


"Tapi mau beli lagi dari uang yang kamu kasih biar aku bisa tanda tangan." Bujuk Aira yang kali setau Gesa tengah mengidam perihal tanda tangan.


"Boleh sayang boleh.. Semuanya buat kamu, milik aku juga milik kamu."


"Ganteng deh." Puji Aira kemudian dengan memeluk Gesa erat.


...🔥🔥🔥...


Gesa berangkat kantor hari ini dengan menggandeng Aira tepat di sampingnya.


Aira yang berpenampilan sederhana namun elegan selalu menjadi sorotan hampir semua pegawai Gesa.


"Semuanya lihatin kamu kan? Kan aku udah bilang jangan cantik-cantik." Ucap Gesa pelan nyaris berbisik.


"Dress, sama sepatu flatshoes, tas ini ditambah perut segede bola kayak gini di bilang cantik.. Mata kamu emang bermasalah kayaknya."


"Cantik banget masya allah, mana bawa baby kita lagi."

__ADS_1


"Cantiknya berlipat ganda." Sahut Gesa cepat.


Gesa hari ini bermaksud menepati janjinya untuk Aira ikut bekerja agar tidak bosan di rumah karena kesepian.


"Kalian semua pasti tau bukan siapa wanita cantik di sebelah saya ini?"


Para pegawai Gesa menganggukkan kepalanya pelan lalu membungkukan badan sebagai tanda hormat mereka pada Aira sebagai istri sah bosnya.


Aira yang bingung akan sambutan para pegawai hanya tersenyum tipis.


"Kamu pasti jahat ya sama mereka semua? Semuanya lihat kamu tegang kayak gitu." Tuduh Aira pada Gesa dengan berbisik.


"Kalian semuanya boleh kembali bekerja!!" Suruh Gesa kemudian lalu menarik pelan pinggang Aira dan membawa menuju ruangan pribadinya.


"Nggak jahat kok aku cuma tegas aja."


"Tegas nggak mungkin bikin semua pegawai jadi tegang gitu kalo ketemu sama kamu.. Ngeri ih."


"Aku bos sayang harus bijak dan tegas dal-"


"Permisi.. Pak ini ada laporan mengenai proyek baru kita, silahkan bapak cek ulang dan bapak tanda tangani seperti biasa." Ucap sekretaris Gesa yang tiba-tiba masuk.


Gesa membuka dokumen tersebut lalu menganggukkan kepalanya, "Terimakasih.. Kamu boleh kembali bekerja."


"Aku ikut." Sahut Aira cepat.


"Ikut kemana sayang?" Tanya Gesa bingung.


"Ikut sekretaris kamu keluar.. Aku bosen disini, aku mau keliling perusahaan aja."


"Nanti kamu kelelahan sayang.. Udah disini aja, kamu mau makan apa? Atau minum apa gitu biar dibuatin nanti." Tawat Gesa.


Aira menggelengkan kepalanya cepat, "Aku nggak mau.. Aku mau keluar aja terus keliling-keliling. Janji nggak akan kecapekan." Ucap Aira meyakinkan Gesa.


Sektetaris Gesa yang mendengar pemvibicaraan tersebut hanya tersenyum kecil tidak menyangkan bahwa Gesa yang tegas dan menakutkan luluh begitu saja pada sosok istrinya.


"Kamu temenin istri saya keliling perusahaan ya.. Jangan sampai kenapa-napa!" Suruh Gesa pada sekretarisnya.


"Baik pak.."


"Mari bu." Lanjut sekretaris Gesa mempersilahkan Aira untuk keluar dari ruangan Gesa bersamanya.


Setelah berada diluar ruangan Gesa, Aira menepuk pelan sekretaris Gesa yang membuat sang empu kaget.


"Kamu lanjutin pekerjaan kamu aja.. Saya bisa keliling sendiri."


"Tapi bu, nanti pak Ges-"

__ADS_1


"Tenang aja.. Bos kamu kalo sama saya jadi kucing yang penurut, jadi kamu lanjutin aja pekerjaan kamu." Ucap Aira kemudian.


...🔥🔥🔥...


__ADS_2