
...FOLLOW INSTAGRAM UNTUK INFO UPDATE SELANJUTNYA :)...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!...
...🔥🔥🔥...
Sore yang cerah dengan suasana hati yang bingung, Gesa berlarian mengelilingi rumah mewahnya untuk mencari sang istri tercinta.
Entah dimana Aira sekarang berada namun hal tersebut mampu membuat Gesa panik sendiri.
"Di panggil sayang nggak nyaut, di panggil cinta nggak nyaut, giliran kemarin-kemarin di panggil pake nama katanya nggak cinta."
"Mana nggak bawa ponsel lagi."
Gesa bergeming panik dengn berkacak pinggang karena lelah berlarian kesana-kemari mencari Aira.
"Lama-lama pengawal sepuluh gue suruh buat kawal Aira kemana-mana."
Gesa mengusap wajahnya kasar, "Bisa-bisanya istri gue lebih cerdik daripada gue." Gumamnya kemudian.
"Permisi bos.. Saya bersama teman-teman lain sudah mengelilingi komplek perumahan ini bos dn ternyata nyonya ada di perumahan blok C dan tidak mau pulang."
Mendengar penjelasan dari salah satu anak buahnya, kedua alis Gesa dengan cepat nail begitu saja karena bingung.
"Blok C? Aira di komplek blok C? Ngapain disana?" Tanya Gesa heran.
Jarak antara perumahan mewah milik Gesa memang sedikit jauh dari blok C dan bingungnya Gesa, ngapain Aira kesana sore-sore begini.
"Aira ngapain disana? Terus naik apa?"
"Kalo masalah disana ngapain saya kurang tau bos dan kemungkinan besar nyonya kesananya jalan kaki."
Mata Gesa melotot mendengar kemungkinan Aira jalan kaki ke perumahan blok C.
Tidak menunggu apapun lagi, Gesa mengeluarkan motor besarnya dari garasi lalu melajukan motornya ke perumahan blok C tanpa ragu untuk mencari Aira.
"Sayang.."
"Ngapain disini? Ini udah sore loh waktunya mandi." Tanya Gesa kemudian begitu mendapati Aira tengah duduk di salah satu kursi depan teras tetangga.
Gesa selalu bisa menarik perhatian siapapun dimana ia berada, contohnya saja sekarang.
"Oh jadi ini to yang namanya mas Gesa.. Cakep ya." Ucap salah satu ibu-ibu yang sedang berkumpul bersama dengan Aira.
"Nggak pernah lihat orang yang punya rumah sebelah yang mewah itu.. Eh ternyata nongol juga sekarang nyari istrinya."
"Bener-bener ganteng."
Aira hanya tersenyum ketika mendengar pujian baik yang terlontar dari bibir para tetangga mengenai ketampanan suaminya.
__ADS_1
Gesa tersenyum kecil menatap satu persatu ibu-ibu yang tengah berkumpul bersama istrinya, "Sayang.. Ayo pulang."
"Udah sore ini, kamu nggak mau mandi apa gimana?" Bisik Gesa kemudian.
"Permisi mbak Aira, ini yang mbak Aira mau.. Tapi maaf lo kalo mangganya masih muda-muda banget." Ucap salah satu bapak-bapak bersamaan dengan memberikan satu kantong plastik mangga muda pada Aira.
"Akhirnya.." Ucap Aira penuh syukur dan gembira dengan tangan yang mengusap lembut perut buncitnya.
Gesa yang peka terhadap Aira yang kini tengah mengidam mangga muda dengan cepat mengucapkan banyak terimakasih pada bapak-bapak tersebut yang ternyata suami dari salah satu ibu-ibu komplek blok C.
"Kalo hamil seperti ini memang biasa masalah ngidam. Kamu sebagai suami harus siaga dan sabar banget."
"Apalagi ini anak pertama dan cucu pertama, pasti momennya sangat di tunggu-tunggu oleh keluarga besar." Lanjut bapak-bapak tersebut menasehati Gesa.
Setelah mengucap banyak terimakasih, Gesa dan Aira dengn cepat pulang ke rumah karena hari sudah menjelang malam.
...🔥🔥🔥...
"Yang.."
"Kamu nggak mandi dulu?" Tanya Gesa pada Aira begitu mereka berdua sampai di rumah.
Aira yang berjalan cepat di depan Gesa hanya menggelengkan kepalanya menuju dapur.
"Jangan lari sayang!" Peringat Gesa pada Aira.
"Biar bibi aja sayang. Kita mandi dulu yuk." Ajak Gesa pada Aira.
"Kenapa harus kita? Kak Gesa aja deh mendingan mandi dulu." Suruh Aira kemudian dengan mendorong kecil lengan Gesa.
Gesa mendadak menelan ludahnya nyengir melihat Aira yang memasukkan satu potong mangga muda ke dalam mulutnya.
"Yang.. Itu asem banget sumpah."
"Bisa-bisanya kamu nggak keaseman sama sekali." Lanjut Gesa dengan menelan ludahnya susah payah.
"Tapi ini enak banget kak.. Sumpah."
Aira menyodorkan potongan mangga muda tersebut tepat di depan bibir Gesa, "Kak Gesa mau?"
Gesa dengan cepat menolehkan pandangannya, "No sayang." Jawabnya.
"Enak loh kak."
Gesa menggelengkan kepalanya cepat lalu meraih tengkuk Aira dan mencium sekilas bibirnya tanpa ragu.
Cup
"Lebih enakan ini sih daripada mangga muda.. Asemnya nggak ketulungan." Ucap Gesa kemudian.
Aira hanya menghela nafasnya pelan karane sudah hafal dengan karakter Gesa.
__ADS_1
"Kak Gesa mandi sekarang dan aku siapin bajunya.. Yuk kamar."
Gesa mengerlingkan matanya mendengar ajakan Aira, "Mandi bareng?" Tanya Gesa dengan riang.
"Kak Gesa yang mandi bukan kita berdua."
"Kita berdua mandi bareng yuk sayang." Rayu Gesa dengan merengek pada Aira.
Aira tahu apa yang ada di fikiran Gesa, tiba-tiba ide gila muncul begitu saja di otak cerdiknya.
"Mandi bareng boleh.. Asal kak Gesa mau nurutin aku, semuanya tanpa ngeluh."
Gesa mengerutkan keningnya menatap Aira, "Apa sih yang nggak buat kamu, sayabg? Aku akan lakuin dan nggak akan ngeluh asal mandi bareng sore ini."
Aira tersenyum manis lalu menarik lengan Gesa menaiki tangga dengan perlahan menuju kamar, "Oke mandi bareng.. Permintaan aku nanti habis mandi ya suamiku sayang."
Gesa yang mendengar panggilam suamiku sayang dari bibir Aira mendadak pipinya merah seperti kepiting rebus dan reflek mengangkat tubuh Aira lalu berlari memasuki kamar.
"Jangan banting aku di ranjang kak."
"Perutku agak kram soalnya." Lanjut Aira kemudian.
Cup
Gesa mengecup bibir Aira, "Nggak akan ada yang banting kamu ke ranjang sayang."
"Ya kali istri hamil suami banting-banting."
Aira tersenyum kecil dengan tangan yang mengusap lembut rahang Gesa, "Kak Gesa kenapa ganteng sih?"
"Nggak bosen apa ganteng mulu?"
Gesa memutar bola matanya malas seolah berfikir, "Nggak ganteng sayang tapi kalo masalah duit boleh di adu."
"Aku kaya soalnya." Lanjut Gesa dengan nada bercanda dan menggigit pipi Aira karena gemas.
"Si paling anak tunggal kaya raya.. Harta, tahta, Gesa nggak sih kak?"
"Harta, tahta, kesayangan Gesa dong yang ini sama ini." Jawab Gesa cepat dengan mengecup hangat kening Aira dan tangan yang mengusap lembut perut buncitnya.
"Perut kamu kram itu karena kamu jalan-jalan ke blok C tadi sayang."
"Kenapa nggak suruh sopir aja buat anterin kamu beli mangga muda? Nitip aku tinggal telfon juga bisa." Lanjut Gesa menasehati Aira.
"Ya tapi dedek bayinya maunya jalan kaki dan maunya juga mangga muda di blok C bukan mangga muda yang beli."
Gesa menghela nafasnya pelan, "Lain kali harus ijin dulu kalo mau pergi dan jangan sendirian lagi apalagi tadi jalan kaki."
Aira menganggukkan kepalanya cepat, "Siap pak bos laksanakan!"
...🔥🔥🔥...
__ADS_1