
...TINGGALKAN VOTE, KOMENTAR DAN LIKE 🙏...
...SELAMAT MEMBACA 🐊...
...🔥🔥🔥...
"Kok kamu baru bangun Ges jam segini? Aira aja udah bangun dari jam 5 pagi tadi, malah yang masak semua ini Aira." Ucap Sofia saat melihat Gesa yang berjalan menuruni tangga dengan wajah segarnya sehabis mandi.
Deon melihat jam tangan mahalnya, "Udah jam 9 pagi dan kamu baru bangun Ges." Sahutnya kemudian.
Aira dengan cepat mengambilkan makanan untuk Gesa karena mulai sekarang perannya adalah seorang istri.. Seorang istri dari dari keluarga Deanova yang kaya raya tepatnya anak tunggal mereka, Afigesa Deanova Putra.
"Jangan sayur." Ucap Gesa saat Aira akan menuangkan masakan tumis pada piring Gesa.
Aira menganggukkan kepalanya dan setelah selesai melayani Gesa, ia duduk di samping Gesa untuk melanjutkan makannya.
"Padahal harapan mama sama papa kalian berdua itu bangunnya siang loh." Ucap Sofia dengan melirik Deon.
Deon menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan Sofia.
"Mama sama papa apaan sih, bangun jam segini salah terus kemarin-kemarin di suruh bangun pagi mulu."
"Yakan beda Ges, yang kemarin-kemarin kan belum ada istri jadi mama suruh bangun pagi, nah sekarang kan ada istri siapa tau aja dengan di kamar lama-lama mama sama papa bisa segera dapet cucu." Jelas Sofia dengan menatap Aira dan Gesa bergantian.
"Masih sekolah nggak mikir sampai kesana dulu, apalagi Aira juga adik kelas aku di sekolah kalo mama lupa."
"Harus punya rencana dari sekarang Ges, kalo nggak kamu pikirin dari sekarang mau makan apa istri dan anak kamu." Sahut Deon kemudian.
Sofia menganggukkan kepalanya karena setuju dengan ucapan suaminya.
"Mama udah izinin kalian berdua dengan alasan yang berbeda. Jadi, kalo minggu depan masuk sekolah kalian tenang aja."
"Papa juga udah nutupin pernikahan kalian dari pihak sekolah. Jadi, kalian berdua tenang aja dan fokus belajar.".
"Dan ingat.. Kalo udah lulus, papa minta cucu kembar 4." Lanjut Deon dengan mengedipkan matanya menatap Aira dan Gesa.
Mata Aira hanya fokus pada makanan yang ada di depannya tanpa menjawab penuturan dari Sofia dan Deon.
Berharap semuanya akan cepat berakhir. Namun kenyataannya adalah sebaliknya, dimana drama pernikahan mereka berdua akan dimulai..
Drama yang menampilkan sosok Gesa yang sangat mencintai Aira dan Aira yang sangat mencintai Gesa selama di depan keluarga Gesa tentunya.
"Kita pindahan hari ini sayang.. Yuk ke kamar beres-beres." Ucap Gesa lembut dan berdiri dari duduknya tak lupa mengecup singkat kening Aira di depan Deon dan Sofia seolah mereka berdua adalah pasangan suami istri yang bahagia.
"Kita ke kamar dulu ma pa." Ucap Aira lembut dan sopan yang diangguki kepala oleh Sofia dan Deon.
"Akhirnya punya anak perempuan kita pa. Udah cantik, sopan, rajin, pinter masak, penyanyang lagi. Gesa nemu dimana ya pa.." Gumam Sofia yang hanya di tanggapi senyuman manis oleh Deon.
Gesa menutup pintu kamar dan tak lupa menguncinya.
"Kenapa tadi cium-cium segala sih kak, katanya nggak suka sama aku." Tanya Aira lancang.
Gesa menatap Aira dengan pandangan remehnya, "Gue emang nggak suka sama lo. Tapi untuk saat ini dan di depan mama sama papa lo adalah istri gue.. Jadi mohon kerjasamanya buat kita tampil mesra di depan mereka maupun keluarga gue yang lain." Jelas Gesa kemudian.
Aira hanya bisa menganggukkan kepalanya nurut daripada ia harus bertengkar dengan Gesa, apalagi ancaman terhadap Geral masih berlaku hingga saat ini.
"Ambil koper di atas lemari, siapin semuanya karena kita akan tinggal berdua dan jauh dari sini." Ucap Gesa.
__ADS_1
"Pindah kemana kak? Kenapa nggak disini aja atau nggak rumah aku aja."
Gesa memutar bola matanya malas. "Disini yang menjabat sebagai suami siapa?"
"Gue kan? Jadi, istri harus nurut sama suami dan istri harus ikut kemana pun suami pergi." Jelas Gesa kemudian.
Tanpa menjawab penjelasan Gesa, Aira segera menuju lemari besar milik Gesa dan menyiapkan semua kebutuhan Gesa.
"Nanti mampir ke rumah aku ya kak, buat ambil semua kebutuhan aku." Ucap Aira di sela memasukkan kebutuhan Gesa ke dalam koper.
"Untuk semua kebutuhan lo kita beli aja nanti ke mall, sekalian belanja kebutuhan rumah kek sayur dan sebagainya."
"Boros kak, baju-bajuku di rumah bany-"
"Istri harus nurut sama suami, Aira sayang." Ucap Gesa cepat memotong protes Aira.
"Tapi kak-"
"Kalo nggak nurut, yuk sini gue tidurin dan gue akan dapat kesucian lo sekarang juga." Ancam Gesa.
Aira hanya menghembuskan nafasnya karena sudah hafal dengan ancaman Gesa yang berlaku sejak kemarin perihal mahkotanya yang ia jaga selama ini.
"Iya-iya nurut." Jawab Aira kemudian dengan putus asanya.
...🔥🔥🔥...
"Ini aku harus beli baju yang mana kak?" Tanya Aira dengan polosnya.
Mereka berdua sekarang tengah berada di pusat perbelanjaan dengan tujuan membeli kebutuhan Aira dan kebutuhan rumah tangga selama mereka tinggal bersama sebagai pasangan suami istri yang sah.
"Ada yang bisa dibantu kak?" Tanya salah satu pegawai pada Gesa dan Aira.
"Jangan panggil kak kalo lagi di luar kek gini, lo istri gue bukan adik gue.. Dan biasakan mesra di tempat umum tanpa canggung kek gini." Bisik Gesa memberi peringatan pada Aira.
Aira menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan bisikan Gesa.
Mata Aira melotot tak percaya bahwa Gesa hampir membeli satu toko yang menjual kebutuhan cewek dan semua adalah barang branded.
"I-Ini semuanya? Belanjaan aku?" Tanya Aira saat semua pegawai selesai membungkus belanjaan yang Gesa pilih.
Gesa menganggukkan kepalanya lalu mengecup kening Aira singkat. "Anything for you, baby." Ucap Gesa kemudian yang semakin membuat semua orang yang melihat menatap iri.
Aira menetralkan suaranya dengan berdehem, "Terimakasih banyak ya sayang." Jawab Aira yang membuat Gesa mematung dan sadar begitu saja saat Aira mengecup pipinya singkat.
"Kirim ke Perumahan Nirwana Blok. B Nomor. 122 atas nama Gesa Deanova atau nggak Aira Deanova." Suruh Gesa pada pegawai toko tersebut lalu pergi keluar menuju pintu.
Cup
Gesa mengecup bibir Aira tanpa permisi yang membuat sang empu kaget bahkan memukul lengan Gesa tanpa sadar.
"Harusnya tadi kecup bibir, kenapa harus pipi sih?" Gerutu Gesa yang membuat Aira bingung sendiri.
"Dosa kak." Jawab Aira asal.
Gesa memutar bola matanya malas, "Kita udah halal kali, kalaupun nanti malem kita proses bikin baby pasti pahala kita nambah Ra."
"Kata siapa?" Tanya Aira dengan polos.
__ADS_1
"Ustad Gesa yang bilang barusan.. Nanti malem proses bikin baby yuk Ra, nggak jadi gapapa deh asal bikin dulu." Bujuk Gesa bermaksud memancing Aira.
"Nggak mau ya dapat pahala gara-gara puasin suami?"
"Bukannya nggak mau kak, tapi pernikahan kita ini cuma sementara." Jawab Aira dengan menghembuskan nafasnya.
Gesa sangat ingin memiliki Aira seutuhnya dan itu membuat Aira tak akan bisa lagi lepas darinya.. Bagi Gesa seumur hidup dengan Aira jauh lebih baik daripada ia harus menghabiskan waktunya untuk mencari calon istri yang baru.
"Pernikahan kita sah Ra menurut negara dan agama, yakali gue harus nahan nafsu muku deket lo yang bodi kek gitar Spanyol."
"Kak Ges.." Geram Aira dengan memanggil Gesa seolah ingin meminta pengertian dari Gesa.
"Maunya gue di panggil sayang sama lo bukan kak Ges." Ketus Gesa yang semakin membuat Aira bingung lagi dan lagi.
"Ra.." Panggil Gesa pada Aira.
"Iya kak Ges." Jawab Aira yang mendapat helaan nafas dari Gesa.
Aira menghela nafasnya pelan. "Iya sayang deh.."
"Sayang kita belanja sayur ya buat makan kita nanti malem." Ucap Aira dengan menarik lengan Gesa menuju supermarket khusus kebutuhan pokok.
Tanpa sadar Gesa mengeluarkan senyum kecilnya saat Aira memanggil dirinya dengan kata sayang sesuai dengan yang ia harapkan.
"Kenapa gue baru sadar kalo Aira sangat cantik ya Tuhan. Udah sabar, rajin, pinter masak, lembut, penurut dan beruntungnya istri gue lagi." Gumam Gesa pelan dengan mengamati Aira yang sibuk memilih sayur dan dirinya yang mendorong troli.
"Mau sayur apa?" Tanya Aira yang membuat Gesa sadar dari lamunannya.
Gesa menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Nggak suka sayur, skip aja." Jawab Gesa kemudian.
"Sedikit aja ya biar sehat, atlet basket harus makan makanan yang bergizi sama penuh zat besi."
Gesa dengan cepat menganggukkan kepalanya nurut seolah yang sekarang bucin adalah Gesa..
Kini Gesa akan melewati detik-detik dimana dirinya akan nurut sama Aira dan akan melakukan apapun untuk Aira, tunggu saja!
"Rokok sekalian kak." Ucap Gesa saat mereka berdua di depan counter kasir.
"Rokok nggak sehat kak." Bisik Aira pada Gesa.
"Kak? Nggak salah denger gue." Sarkas Gesa cepat.
Aira memijat kepalanya pelan seolah lupa panggilannya untuk Gesa mulai saat ini adalah sayang.
"Sayang.. Jangan ngerokok ya, rokok nggak sehat tau buat pernafasan sama organ dalam lainnya." Ucap Aira dengan mengusap lembut lengan Gesa.
"Nggak jadi kak rokoknya, nggak di bolehin sama istri."
"Nggak boleh ngerokok tapi nanti sampai rumah gue mau ciuman sama lo sepuas gue." Lanjut Gesa dengan berbisik pelan di telinga Aira.
"Bibir lo candu gue.. Pengganti rokok gue." Rengek Gesa seperti anak kecil.
Aira hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju, toh hubungan mereka berdua sah-sah saja jika bercinta apalagi ini yang hanya ciuman semata.
"Beneran?" Girang Gesa menatap Aira dengan pandangan berbinarnya.
"Iya beneran boleh sayang.. Ayo kita pulang." Ajak Aira dengan menggandeng erat lengan Gesa menuju basement parkir.
__ADS_1
...🔥🔥🔥...
...SEE YOU NEXT PART, BRO 🐊 ...