AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
09 | MENDADAK BESOK!!


__ADS_3

...TINGGALKAN VOTE, LIKE DAN KOMENTAR 🙏...


...SELAMAT MEMBACA 🐊...


...🔥🔥🔥...


"Lo pake jersey itu lagi Ges?" Tanya Andre begitu memasuki lapangan basket dengan bola basket di tangannya.


Melihat Gesa yang menggunakan jersey lamanya, dimana angka punggung yang sangat berarti baginya. Angka yang ia gunakan adalah angka ulangtahun mantan pacar Gesa alias cinta pertama Gesa yang Gesa kenang hingga saat ini.


"Emang kenapa?" Tanya Gesa kemudian.


"Gagal move on lo?" Sahut Jefri kemudian.


Gesa tersenyum hambar menatap Andre dan Jefri bergantian. "Lo lupa dia cinta pertama gue?"


"Gimana dengan yang sekarang?"


Andre menolehkan pandangannya menatap Jefri. "Yang sekarang maksud lo?" Tanya Andre yang bingung dengan maksud ucapan Jefri.


"Aira lah.. Kemarin aja sayang-sayangan sama Aira."


"Gue nggak suka Aira kali, kemarin aja cuma alibi gue doang biar nggak ada yang deketin gue lagi."


"Risih aja akhir-akhir ini." Lanjut Gesa kemudian.


Gesa pergi begiti saja ke tengah lapangan setelah mengambil bola yang ada di tangan Andre.


"YOK MULAI, KEBURU MALEM NIH!!" Teriak Gesa keras yang membuat anggota basketnya mulai berkumpul ke tengah lapangan.


Jangan lupakan para siswa cewek yang histeris melihat Gesa yang tampan dengan lincah memainkan bola. Mereka rela pulang telat hanya karena ingin melihat Gesa yang berlatih basket di sore hari sepulang sekolah.


Semua menganggumi Gesa, namun tidak untuk Aira.. Aira hanya menganggap Gesa sebagai kakak kelas biasa yang tiba-tiba saja hadir dalam hidupnya dan menariknya masuk ke dalam ikatan yang disebut pernikahan.


Mata Gesa yang tajam seperti elang tak sengaja melihat Aira yang berjalan di koridor menuju gerbang sekolah bersama cowok dan hal tersebut sukses membuat Gesa melemparkan bolanya begitu saja.


"Kemana tu anak?" Gerutu Andre yang menangkap bola dari Gesa tanpa aba-aba.


"Pujaan hatinya pulang sama cowok lain." Ucap Jefri dengan mengedipkan sebelah matanya.


Andre yang faham apa maksud Jefri dengan cepat memalingkan wajahnya untuk melihat koridor sekolah dan ternyata benar yang dikatakan olehnya.


"Biarin aja si Gesa.. Yuk lanjut! 10 poin lagi kita pulang." Ucap Andre dan mulai memainkan bolanya lagi.


Gesa yang masih mengatur nafasnya dan keringat yang membanjiri wajah tampannya tanpa peduli berhenti begitu saja di depan Aira beserta Denis, teman satu kelaa Aira


"Kata mau kerja kelompok? Kok sama cowok?" Tanya Gesa dengan menatap Denis dari bawah ke atas seperti menyelidik.


"Denis satu kelompok sama aku."


"Ya terus?"


"Aku mau barengan sama dia di cafe Pride, disana juga ada temen-temen juga." Jelas Aira.


Aira tahu bahwa dirinya telah melanggar janjinya karena berdekatan dengan cowok lain persis seperti larangan Gesa yang tak mengijinkannya untuk dekat dengan cowok lain selain dirinya, Andre dan Jefri.


"Mau nebengin Aira?" Tanya Gesa dengan mata memincingnya.


Denis menganggukkan kepalanya. "Iya, karena Aira satu kelompok sama gue." Jawab Denis kemudian.


Gesa menatap Aira dingin. "Kok nggak ijin gue?"


Aira hanya menghembuskan nafasnya jika melihat Gesa yang mode dingin seperti ini. "Tadi sebenarnya mau ijin dulu, tapi kak Gesa lagi latihan basket ya aku nggak mau ganggu karena kak Gesa yang sibuk latihan.. Apalagi kamis turnamen kan?" Jelas Aira pada Gesa.

__ADS_1


"Panggil gue nggak bisa? Lebih pilih gue marah karena lo jalan sama cowok lain?" Tanya Gesa menatap Aira dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Dan untuk lo, nebengin gue sekalian dong jangan cuma ajakin cewek gue doang.. Lo kalo nolong orang jangan pilih-pilih kenapa sih?" Sarkas Gesa kemudian dengan menatap Denis.


"Aku nggak jalan sama cowok lain kak, aku cuma mau ngerjain tugas kelompok."


"Lo duluan aja.. Aira gue yang anter!" Suruh Gesa menatap Denis.


"Tapi kak Ges-"


"Gue anter lo, Rara sayang.. Tidak terima penolakan!" Potong Gesa cepat yang membuat Aira bungkam seketika.


Gesa menarik lengan Aira menuju loker ganti milik siswa cowok yang membuat dirinya merinding sendiri.


"Ini aku gapapa kak masuk ruangan cowok apalagi kita cuma berdua, nanti cctv rekam kita terus nuduh kita melakukan hal nggak-nggak gimana?"


Gesa yang awalnya berdiri di depan lokernya menoleh begitu saja menatap Aira. "Kita udah pemanasan buat hal nggak-nggak yang lo maksud itu Ra. " Geram Gesa kemudian.


"Kak Gesa mau ngapain? Kok lepas baju segala?" Panik Aira saat melihat Gesa ingin melepas jersey'nya.


Aira dengan cepat membalikkan badannya lalu menutup matanya rapat-rapat.


"Pemanasan udah, sekarang kita akan menuju ke arah final." Goda Gesa pada Aira.


"Nggak! Dosa kak." Jawab Aira cepat yang membuat Gesa tertawa.


"Yuk pulang." Ucap Gesa kemudian dengan menarik lengan Aira menuju parkiran sekolah.


Aira hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat kelakuan Gesa padanya, semena-mena dan mulai seenaknya sendiri mengatur kehidupannya semenjak ia dengan terpaksa menerima pernikahan kontrak yang diminta Gesa.


...🔥🔥🔥...


Gesa mengikuti Aira yang berjalan masuk menuju cafe Pride untuk melaksanakan kerja kelompok dengan teman sekelasnya.


"Kok ikut masih sih kak? Aku lama kelompoknya dan kak Gesa bisa pulang kok.. Nanti aku bisa pulang sendiri."


"Mama suruh gue bawa lo pulang hari ini." Ucap Gesa dingin.


"Yaudah nanti habis pulang kelompok aku langsung ke rumah kak Gesa, daripada kak Gesa nungguin lama pasti bosen."


Gesa hanya memutar bola matanya malas lalu berjalan begitu saja melewati Aira dan masuk ke dalam cafe tersebut tanpa ragu.


"Bener-bener seenaknya sendiri." Gerutu Aira kemudian lalu menyusul Gesa.


"Pesenin minuman dulu biar gue nggak bosen lo tinggal." Perintah Gesa pada Aira.


Aira yang saat ini menjabat sebagai babu Gesa dengan cepat menganggukkan kepala lalu pergi begitu saja menuju kasir.


"Lemon tea satu, kentang goreng sama hamburger.. Sesuai dengan makanan favorit kak Gesa." Ucap Aira dengan menata rapi pesanannya di meja Gesa.


"Tau darimana makanan kesukaan gue?" Tanya Gesa dingin.


"Dari mama Sofia kak, kalo gitu aku pergi kesana dulu ya kak."


Gesa menatap gerombolan teman-teman Aira lalu menatap Aira dengan tatapan tajamnya. "Jangan genit sama cowok, apalagi sama cowok tadi yang mau nebengin lo.. Gak ganteng aja belagu."


Aira tersenyum manis menatap Gesa. "Iya nggak genit dan aku juga nggak bisa genit sama siapapun."


"Kok genitin gue bisa?"


"Hah? Kapan kak? Kata siapa aku genit?" Tanya Aira seolah tak terima jika Gesa menuduh dirinya yang genit.


Gesa menunjuk bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya dan itu membuat Aira semakin bingung sendiri.

__ADS_1


"Jam 7 pagi lewat 10 menit kalo nggak salah kita lagi-"


"Stop! Itu kak Gesa yang mulai ya bukan aku." Potong Aira cepat karena sadar kemana arah pembicaraan Gesa kali ini.


"Kok nggak nolak?" Tanya Gesa lagi dengan menahan tawanya melihat pipi Aira yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Bodo ah.. Aku mau ngerjain tugas dulu, kalo kak Gesa mau marah atau pulang sekalipun silahkan. Bye!" Jawab Aira dengan menutup pipinya lalu pergi begitu saja meninggalkan Gesa.


"Berani banget nyolot sama gue dan ninggalin gue yang belum selesai bicara, awas aja kalo pulang.." Gumam Gesa dengan mengeluarkan rokoknya seperti biasa.


Gesa merupakan kalangan perokok aktif yang artinya rokok saat ini sangat berarti baginya dan ia tidak bisa jika sehari saja tanpa rokok.


Membuka roomchat dengan gebetan-gebetannya untuk mengurangi rasa bosannya menunggu Aira dan membuka aplikasi game online seperti biasa.


Gebetan Gesa sangat banyak entah itu satu sekolah dengannya ataupun luar sekolah bahkan ada yang sudah bekerja dan usia yang tidak terpaut jauh di atasnya..


Gesa sendiri heran terhadap dirinya sendiri, kenapa ia bisa sebangsat ini dengan memainkan hati seorang perempuan seenak jidatnya. Apalagi bukan satu atau dua orang dan sekarang Gesa tengah berani melakukan perjalanan memainkan kembali hati cewek dengan ikatan serius yang disebut dengan pernikahan.


"Rumah tangga gue sama Aira gimana ya ke depannya?"


"Apa Aira akan jatuh cinta sama gue? Atau gue yang akan jatuh cinta sama dia?"


"Tapi kalo gue jatuh cinta sama Aira itu sangat mustahil.. Aira nggak cantik menurut kelas gue dan Aira nggak cocok jadi ibu dari anak-anak gue suatu hari nanti."


"Lagian cinta itu tabu, cinta itu nggak ada.. Kalo cinta beneran ada Nayla pasti nggak akan buang gue dan nikah sama oranglain." Lanjut gumam Gesa pelan dengan menatap fotonya bersama Nayla, mantan sekaligus cinta pertama Gesa yang ia kenang hingga saat ini.


Gesa mematikan game onlinenya lalu melihat jam tangan mahalnya. "Udah hampir dua jam dan dia belum selesai, bener-bener bikin gue marah tau nggak." Gerutu Gesa lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju meja dimana Aira dan teman-temannya bersama.


"Lo cantik ya Ra kalo rambut lo, lo gerai kayak gini."


"Besok berangkat sekolah gue jemput lo ya Ra?"


"Ini kan kita udah selesai, gue anterin lo pulang ya Ra? Kali aja gue bisa mampir di rumah lo dan kita pacaran dulu gitu."


Denis berusaha merayu Aira dan itu tak luput dari pandangan Gesa yang berada tak jauh dari tempat dimana Aira dan Denis duduk.


"Lo mau nggak Ra jadi pacar gue? Gue akan kasih lo apapun yang lo mau asal lo mau jadi pacar gue." Bujuk Denis.


Aira hanya fokus memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dan ia ingin cepat pulang karena hari semakin malam dan Aira ngerasa badannya lengket semua ingin segera mandi dan istirahat.


"Aku pulang dulu ya Den.." Pamit Aira kemudian lalu berdiri dari duduknya.


Dengan cepat Denis mencekal tangan Aira lalu meraih rahangnya untuk mencium bibir Aira yang tipis dan seksi menurut pandangan semua cowok.


BUGH!!


Gesa menonjok rahang Denis keras dan menarik pinggang Aira ke dalam pelukannya. "Hey bro! She is my girlfriend.." Sarkas Gesa dengan mengecup lembut kening Aira.


"Gue tandain muka brengsek lo karena lo yang cari masalah sama gue dengan lo yang mau cium bibir gadis gue."


"Sampah!!" Lanjut Gesa dengan aura marahnya lalu menarik tangan Aira untuk pergi dari cafe tersebut.


"Lain kali kalo ada tugas kelompok ngerjainnya di rumah gue.. Nggak boleh diluar kek gini lagi, apapun alasannya gue nggak terima penolakan." Tegas Gesa menatap Aira.


"Tapi kak-"


"Besok kita nikah nggak jadi minggu depan.. Titik" Potong Gesa cepat yang membuat mata Aira melotot tak percaya.


"Nggak! Nggak mau, kok besok.. Minggu depan aja."


"Besok, Aira Deanova!" Geram Gesa yang membuat Aira takut dan bungkam seketika.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


...SEE YOU NEXT PART, BRO 🐊...


__ADS_2