AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
66 | PUNCAK


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!...


...MAU NERBITIN CERITA BARU ADA YANG SETUJU NGGAK?...


...BERTEMA VIRTUAL, HEHHEWW...


...TUNGGU AJA YA :)...


...🔥🔥🔥...


"Kenapa kalian berdua nggak nginep aja sih disini? Mama masih kangen tau nggak.."


"Kamu sih Ges kenapa buru-buru kesini?" Lanjut Sofia bertanya pada Gesa yang baru saja datang untuk menjemput Aira.


Aira meraih tangan Gesa untuk melihat jam berapa di jam yang digunakan Gesa, "Masih ada waktu satu jam kak.. Kok lebih cepet kesini."


Gesa mengendikkan bahunya lalu berjalan duduk di sofa dengan santai.


"Nggak bisa menginap mama. Kita sudah berumah tangga dan ada rumah sendiri." Ucap Gesa tiba-tiba yang membuat Sofia menghela nafasnya.


"Mama kesepian lo Ges, papa juga nggak di rumah beberapa hari ini karena masalah perusahaan juga di luar kota."


"Tapi mama di rumah ini ditemenin banyak pelayan ma.. Dan semuanya manusia bukan patung."


"Dari segi mananya mama kesepian? Mereka semua juga sering mama ajak bicara." Lanjut Gesa kemudian.


Aira yang mendengar ucapan Gesa dan merasa kasian dengan Sofia dengan cepat duduk disebelah Gesa lalu mengusap lengannya lembut.


"Kita menginap disini aja gimana kak? Pulang besok siang atau nggak besok pagi." Rayu Aira pada Gesa.


"No sayang.. Kita punya rumah dan kita ini suami istri."


"Kamu pernah ngerasa nggak enak nggak sih kalo ninggalin rumah?"


Aira menghela nafasnya pelan dan memang benar apa yang dikatana Gesa barusan.


"Iya kak aku faham tapi kasian sama mama kalo di rumah sendirian."


Gesa mengerutkan keningnya mendengar jawaban Aira lalu menepuk tangannya beberapa kali dan muncullah banyak pelayan dirumahnya kini berbaris rapi di depannya.


"Ada yang bisa kami bantu den Gesa?"


Gesa menatap Aira dan semua pelayan bergantian, "Kamu masih ngira kalo mama sendirian di rumah?" Tanyanya lagi.


Aira menggelengkan kepalanya cepat dengan nyengir memperlihatkan gigi putih nya yang rapi pada Gesa.


"Mama lihat kan sekarang? Di belakang mama ada berapa banyak orang hingga mama ngerasa kesepian." Ucap Gesa kemudian dengan menatap Sofia dan para pelayan bergantian.


Sofia hanya menghela nafasnya pelan dan mengakui ucapan Gesa ada benarnya juga.


"Kalian boleh pulang tapi hari Minggu mama kesana ya dan pastikan Aira nggak boleh kemana-mana."

__ADS_1


Gesa tersenyum simpul lalu berdiri dari duduknya dan memeluk Sofia hangat.


"Aira setiap hari di rumah ma dan kalo nggak di rumah mungkin cuma jalan-jalan ke tetangga."


Aira hanya tertawa kecil mendengar ucapan Gesa begitu mengingat dimana ia jalan-jalan ke rumah tetangga dan berujung membawa pulang mangga muda.


"Kita berdua pulang dulu mama.. Aira juga mau belanja bulanan hari ini."


Sofia menganggukkan kepalanya lalu memeluk Aira, "Hati-hati ya sayang dan jaga kandungan kamu. Jangan angkat yang berat-berat dan jangan sampai kelelahan apalagi stres."


Aira menganggukkan kepalanya mengerti, "Baik ma."


...🔥🔥🔥...


"Kenapa satu jak sebelum waktu yang ditentukan kak Gesa udah susulin aku?"


"Padahal aku lagi asyik-asyik cerita sama mama." Lanjut Aira menggerutu dengan memainkan kuku jari Gesa seperti biasa.


Gesa memang sengaja menjemput Aira lebih awal dikarenakan Intan yang berhasil membuatnya muak di tempat tongkrongan.


"Tadi di tongkrongan ada cewek baru namanya Intan." Ucap Gesa tiba-tiba yang membuat Aira lebih lanjut dan fokus mendengarkannya.


"Cantik?"


Gesa menganggukkan kepalanya tanpa ragu, "Cantiknya sih nggak seberapa sama kamu."


"Anggap aja nggak cantik lah sayang."


Aira mengerutkan keningnya, "Kok bisa gitu? Kenapa?"


"Nggak cantik sayang tapi genitnya minta ampun." Jawab Gesa cepat.


Gesa menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih fokus mengemudi mobilnya.


"Emang kamu tampan sih kak dan nggak heran kalo dulunya kamu itu playboy.. Dan nggak heran juga banyak cewek yang ngarepin kamu."


"Siapa coba yang nggak mau sama kamu? Anak tunggal kaya raya, terpandang dan tampan lagi." Lanjut Aira kemudian.


"Ada yang nggak mau sama aku sayang."


Aira mengerutkan keningnya karena bingung dan setau dirinya, tidak ada yang menolak Gesa yang sesempurna ini.


Gesa menepuk pelan paha Aira, "Kamu nggak mau sama aku."


"Itukan dulu.. Sekarang udah mau, mau banget malahan." Sahut Aira cepat dengan memeluk Gesa dari samping bahkan mengecupi semua wajahnya.


Mungkin karena hormon ibu hamil yang membuat Aira bisa berani sedekat ini dengan Gesa tanpa malu lagi.


"Sayang.. Kita di mobil ini." Peringat Gesa lembut dengan tangan kirinya mengusap lembut rambut Aira.


"Emang kenapa kalo di mobil?"


"Harusnya kamu itu kalo kayak gini itu di rumah atau sekalian di kamar."


"Biar sekalian kita menuju ke inti puncaknya." Lanjut Gesa yang reflek mendapat pukulan kecil dari Aira.

__ADS_1


"Mesum banget ih!"


"Sekarang aku tanya deh sama kamu.." Ucap Ges tiba-tiba yang membuat Aira menghentikkan pukulannya pada lengan Gesa.


"Tanya apa? Mesum nggak?" Sahutnya cepat.


"Siapa yang menemani Aira sampai puncak?"


Aira mendadak bingung dengan pertanyaan Gesa, seingat dirinya selama menikah dengan Gesa pun ia belum pernah mendaki bersama.


"Puncak? Puncak apa sih kak?"


"Mulai deh nggak jelasnya.. Mentang-mentang pinter mainnya teka-teki." Gumam Aira dengan sebal bersamaan dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


"Puncak kenikmatan sayang."


PLAKK!!


"Duhh.. Sakit dong sayang kok mukulnya keras banget." Eluh Gesa berpura-pura kesakitan saat Aira dengan tiba-tiba memukul lengannya lagi.


"Aaaa.. Beneran sakit ya kak? Duh maaf ya kak." Ucap Aira penuh sesal dengan mengusap lembut lengan Gesa yang selesai ia pukul dengan keras.


"Habisnya kak Gesa mesum sih.. Gimana aku nggak reflek nabok."


"Mesumnya di kamu doang sayang."


"Beda lagi kalo mesumnya sama orang lain." Lanjut Gesa yang membuat mata Aira melotot.


"Oh jadi kak Gesa suka mesum sama orang lain juga.. Pantesan aja kok ahli."


"Nggak heran deh nggak heran."


"Terusin aja kak gapapa.. Lagian juga kak Gesa tampan, mapan dan berkharisma."


"Wajar aja kalo semua cew-


Cup


Cup


"Udah ngocehnya? Kalo belum aku mau pinggirin mobil dulu.. Dan kalo kamu ngoceh lagi, aku bisa gigit bibir kamu sampai habis dengan gemas."


Aira dengan cepat memalingkan pandangannya ke kaca mobil karena marah pada Gesa.


"Nggak ngoceh lagi." Sahut Aira dingin.


Gesa hanya menghela nafasnya pelan dan sadar akan kesalahannya yang lagi-lagi membuat mood Aira rusak dan ia sungguh menyesal akan itu.


"Maaf sayang.. Aku nggak kayak gitu kok. Itu tadi cuma bercanda doang."


"Sumpah nggak bohong." Lanjut Gesa meminta maaf bersamaan dengan meminggirkan mobil mewahnya.


Tidak mau menunggu jawaban, Gesa dengan cepat meraih bahu Aira lalu memeluknya hangat.


"Oh istriku sayangku cintaku dan cantikku di tambah ibu dari anak-anakku, jangan ngambek lagi."

__ADS_1


Aira yang tidak bisa menolak Gesa dengan cepat membalas pelukannya dengan hangat, "Luv u my hubby."


...🔥🔥🔥...


__ADS_2