AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
88 | BOLA BILLIARD


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!!...


...🔥🔥🔥...


"Kita jadi nggak nih keluar malam ini?" Tanya Andre begitu mereka berdua sampai di rumah Gesa.


Andre dan Jefri kali ini akan pergi ke tempat nongkrong yang lebih berbeda dari sebelumnya.


Dikarenakan Gesa yang libur jam kantor untuk hari esok, maka ia memutuskan dengan berani untuk nongkrong bersama teman-temannya.


"Tapi Gesa udah nikah kali, nggak enak aja kalo dia ninggalin istrinya gitu aja di rumah."


"Mana Aira hamil besar lagi." Lanjut Jefri kemudian.


Aira berjalan dari dapur dengan membawa nampan yang berisi tiga es jeruk untuk Gesa, Amdre dan Jefri.


"Kenapa kamu yang bikin minun? Bibi kemana?" Tanya Gesa tidak suka jika Aira mengurus masalah rumah tangga apalagi yang berhubungan dengan dapur.


Semakin kandungan Aira membesar, Gesa benar-benar melarang Aira untuk melakukan pekerjaan rumah walaupun seringan apapun ia tidak mengizinkannya.


"Bibi lagi keluar sebentar dan masalah buat minum juga aku masih bisa." Jawab Aira singkat.


Aira duduk begitu saja di samping Gesa lalu menatap Andre dan Jefri secara bergantian.


"Ini kenapa kalian berdua malem-malem kesini?"


Andre menatap Jefri yang di balas anggukan kepala saja oleh sang empu.


"Jadi gini Ra.. Kita bertiga ini mau keluar, nongkrong-nongkrong gitu."


"Kira-kira Gesa lo izinin nggak?" Lanjut Andre kemudian.


"Kan suami lo kebetulan besok libur gitu jadi kita mau nongkrong bertiga. Ya, itung-itung ngilangin penat lah nyari hiburan." Sahut Jefri cepat.


"Nyari hiburan atau mau jajan nih?" Tanya Aira lagi dengan menatap Gesa, Andre dan Jefri bergantian.


Gesa yang tahu maksud dari kata jajan adalah main wanita di luaran sana dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Aku nggak mungkin kayak gitu lah sayang."


"Maksud lo gimana nggak kayak gitu? Kita disana nggak makan gitu?"


Jefri menganggukkan kepalanya cepat seolah setuju dengan ucapan Andre, "Padahal gue mau pesen kentang goreng sama cappucino.. Masak ita nggak jajan."


"Bawa bekal gitu maksud lo?!" Sahut Andre kemudian dengan nada tidak terima.


Aira tertawa kecil lalu menutup mulutnya tidak percaya bahwa kedua sahabat suaminya tidak faham akan maksud jajan untuk orang dewasa.

__ADS_1


"Maksud istri gue jajan kita itu jajan wanita."


Gesa kemudian menatap Andre, "Kayak lo.. Kelonin cewek sana-sini."


"Kalo gue nggak suka kayak gitu.. Gue orangnya bersih." Sahut Jefri.


Andre memutar bola matanya malas, "Enak aja jajan wanita.. Gue udah nggak kali, itu gue yang dulu sekarang mah sehat sama suci gue."


Aira hanya tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya mengerti.


"Terus kalian bertiga mau nongkrong kemana?"


"Ibu hamil boleh ikut ngga?" Lanjut Aira bermaksud bertanya.


"Boleh aja sih." Jawab Andre cepat.


Gesa menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak eh!! Kita ini nongkrong ke tempat ramai. Gue nggak ijinin istri gue ikut."


"Emangnya kenapa? Aku juga nggak akan ganggu."


Jefri menganggukkan kepala setuju dengan Aira, "Ngikut aja kali.. Orang tongkrongan yang mau kita datengin itu tempatnya baru buka jadi ya nggak akan ramai karena lokasinya belum banyak yang tau."


"Emang kita mau kemana sih?" Tanya Gesa cepat.


"Tempat yang baru bukan kemarin di ujung gang kota, tempatnya ada billiard juga katanya. Kan enak Aira bisa duduk-duduk santai disana." Jelas Andre pada Gesa.


Aira yang mendengar penjelasan tersebut dengan cepat berdiri begitu saja.


Gesa menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap Andre dan Jefri bergantian.


"Kalian berdua duluan aja deh terus nanti kirim lokasinya.. Gue nunggu si ayang dulu."


Andre dan Jefri kemudian meminum es jeruk buatan Aira sedikit lalu pergi begitu saja menuju tempat yang telah mereka sepakati bersama.


...🔥🔥🔥...


"Nggak malu kan bawa istri ke tempat nongkrong?" Tanya Aira tiba-tiba setelah mobil Gesa sampai di halaman tempat tongkrongan tersebut.


Tempat tongkrongan baru yang lumayan ramai karena baru pembukaan tidak membuat Gesa heran.


"Kalo istriku ada tiga ngikut semua baru aku malu."


"Punya niatan beristri tiga?" Sahut Aira cepat.


Gesa tersenyum dengan menampilkan gigi putihnya lalu menggelengkan kepalanya, "Nggak dong sayang.. Kamu aja udah lebih dari segalanya."


"Aku nggak mau nambah apalagi rakus sayang. Tuhan nggak suka orang rakus." Lanjut Gesa dengan tersenyum manis lalu turun dari mobil begitu saja.


"Aku nggak tau kamu nanti di tempat kayak gini nyaman atau nggak, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin buat kamu nyaman." Ucap Gesa lali dengan mengusap perut Aira pelan.


"Anak papa yang ganteng.. Kita nongrong sejak dini ya sayang."

__ADS_1


Aira tertawa kecil mendengar ucapan Gesa lalu meraih lengannya untuk bergandengan masuk menuju tempat tongkrongan tersebut.


"Nyaman nggak sih tempatnya?" Tanya Andre tiba-tiba begitu Gesa dan Aira duduk tepat di depannya.


Gesa menganggukkan kepalanya pelan bersamaan dengan mengambil daftar menu yang tersedia di atas meja.


"Nyaman aja sih kalo buat kita-kita kayak gini nggak rame-rame juga sama temen-temen." Jawabnya kemudian.


"Kamu mau makan apa sayang?"


"Nggak mau makan, minum aja deh." Jawab Aira singkat.


"Kentang goreng sama cappucino enak Ra, lo nggak mau nyoba?" Tawar Jefri kemudian dengan bibir yang menyeruput es cappucinonya.


Aira menggelengkan kepalanya, "Lagi nggak mood makan aja kak.. Nanti bisa-bisa aku muntah disini nggak lucu juga."


Mata Aira tidak sengaja melihat meja billiard yang tidak jauh dari tempat duduknya, tanpa pikir panjang ia segera berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja.


Gesa yang melihat tingkah Aira hanya menghela nafasnya pelan dan menatap Andre serta Jefri bergantian.


"Nggak heran kalo bayi lihat tempat main langsung pergi gitu aja." Gumam Gesa lalu pergi menyusul Aira.


Andre dan Jefri saling menatap bergantian lalu mengendikkan bahunya satu sama lain.


"Bayi bawa bayi ya cuma Aira." Ucap Andre kemudian.


Mau tidak mau Jefri dan Andre menyusul Aira dan Gesa yang kini tengah memulai untuk bermain billiard.


"Kalian berdua nggak ikut sekalian kak?" Tanya Aira.


"Bolehlah bolehlah." Sahut Andre lalu mengambil dua stik billiard dan menyerahkan satunya untuk Jefri.


Selama permainan Aira cemberut sendiri karena ia selalu gagal memasukkan bola ke dalam lubang meja.


Gesa yang tahu akan kejengkela Aira, dengan cepat menepuk pelan bahu Andre dan juga Jefri untuk membuat Aira tersenyum lagi.


"Kamu yang main deh sayang. Biar aku di seberang sini bagian tengah, Andre pinggir kanan dan Jefri pinggir kiri."


"Yuk sodok bolanya."


Aira dengan kesal menyodok bola tersebut dan hal tersebut membuat Andre, Jefri sekaligus Gesa dengan cepat mengambil bola-bola yang berada di meja lalu memasukkan ke dalam lubang meja begitu saja.


"So, kamu menang sayang.. Bolanya udah masuk semua." Ucap Gesa girang dengn berjalan mendekat ke arah Aira lalu memeluknya erat.


"Yeayy.." Girang Aira kemudian.


Sedangkan Andre dan Jefri hanya bertatapan bingung, "Semudah itukah bikin mood ibu hamil kembali baik? Mau nikah gue kalo semudah itu." Ucap Andre kemudian.


...🔥🔥🔥...


...MAAF BARU BALIK, SAKIT BERMINGGU-MINGGU AKU GWAESS :'((...

__ADS_1


__ADS_2