AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
08 | AIRA YANG CANTIK


__ADS_3

...TINGGALKAN VOTE, LIKE DAN KOMENTAR YA 🙏...


...SELAMAT MEMBACA 🐊...


...🔥🔥🔥...


"Si Gesa lama amat ya allah mau keluar aja kita berdua udah kek nungguin monyet lahiran." Gerutu Andre dengan mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka.


Andre dan Jefri sekarang tengah menunggu Gesa di depan gang karena mereka bertiga sudah sepakat untuk pergi menuju tempat nongkrong seperti biasa.


"Nyamuk hinggap mulu di wajah ganteng gue. Kadar kegantengan gue kan hilang gitu aja gegara nyamuk." Lanjut Andre kemudian.


"Udah kek cowok nggak serius aja nih kita nunggu pacar di depan gang."


"Kalo nunggu pacar depan gang mah gapapa Jep, lah ini nungguin si Gesa doang.. Mana tu anak nggak muncul-muncul lagi."


"Di rumah dia ngapain aja sih heran gue! Setiap kemana-mana dia yang nentuin jam dan dia juga yang telat." Lanjut Andre menggerutu.


"Lo berdua kenapa nggak masuk aja sih ke rumah gue? Pake spam segala lagi.." Gerutu Gesa dengan melepas helm full facenya.


Andre dan Jefri menghela nafas secara bersamaan. "Lo yang lama dodol. Lagian lo ngapain aja sih di rumah? Bantuin mama lo masak apa gimana?" Tanya Andre.


"Atau jangan-jangan lo mau punya adik Ges dan nggak di bolehin keluar sama mama lo." Tuduh Jefri yang membuat mata Andre dan Gesa melotot seketika.


"Mata lo! Yakali gue udah SMA kelas akhir mau punya adik.. Ogah gue!"


Andre menatap Gesa dengan senyum gelinya seolah menggoda. "Uwew, punya adik nih. Ketar-ketir dong warisan di bagi sama adik." Goda Andre kemudian.


"Yang mau punya adik itu siapa? Nggak ada njing." Ketus Gesa.


Andre dan Jefri tertawa puas melihat Gesa yang kesal karena ejekan punya adik.


"Yuk ah berangkat masih bahas adik mulu heran gue." Lanjut Gesa kemudian lalu memakai helm full facenya dan mulai melajukan motornya.


"Sedang melihat anak tunggal kaya raya ketar-ketir mau punya adik." Gerutu Andre lalu melajukan motornya yang di ikuti oleh Jefri di belakangnya.


Semua mata yang berada di tempat tongkrongan mendadak menolehkan pandangannya saat suara knalpot Gesa, Andre dan Jefri memasuki pelataran warung remang-remang tersebut.


"YUHU.. BOS TAMPAN ANAK TUNGGAL KAYA RAYA KETURUNAN PENGUSAHA DATANG NIHH." Sapa salah satu teman Gesa dengan mengulurkan tangannya bermaksud ber-tos ria.


Gesa memang terkenal di tongkrongan tersebut, selain tampan dan kaya raya bahkan gelar anak tunggalnya bukan menjadi rahasia umum lagi.


Semua yang berada di tongkrongan tersebut menatap Gesa dengan kagum, baik kagum dengan tampang maupun harta yang dimilikinya.. Seolah Tuhan menciptakan Gesa sangat sempurna minus kelakuan masalah cewek alias playboy kelas kakap.


"Bisa aja lo Ndro." Jawab Gesa kemudian.


"Lo kesini sama siapa Ndro? Cewek lo?" Tanya Andre.


"Yakali Ndro bawa pacar ke tempat ginian, terlalu nggak modal lo." Sahut Jefri kemudian.


Indro tertawa mendengar candaan yang dilontarkan Gesa, Andre dan Jefri.


"Sama temen-temen lain Ges dan mungkin ada juga yang belum kenal sama lo, lo mau kenalan sama mereka?" Tanya Indro dengan memalingkan pandangannya menatap kumpulan teman-temannya yang berada tepat di belakangnya.


Gesa menganggukkan kepalanya. "Sumpah Ges pesona lo dimanapun paling menonjol." Bisik Andre yang berada di samping kiri Gesa.


"Pesona gue juga menonjol tapi cuma di sekolah aja." Sahut Jefri yang membuat Gesa menahan tawanya.


"Ya lo emang ketos dodol.. Ketosalome!" Ejek Andre kemudian.


"Mata lo njing!" Umpat Jefri dengan memukul bahu Andre keras-keras.


Gesa berhasil membuat warung tongkrongan yang awalnya ricuh menjadi diam. Diam dengan menatap tingkah laku Gesa yang memancarkan aura bossy dimanapun tempatnya.


Setiap satu bulan sekali Gesa juga menyumbangkan uang untuk tempat tongkrongan tersebut, menurut Gesa hal berbagi adalah kepetingan yang harus diutamakan apalagi uang Gesa yang tak pernah surut.


"KENALIN GUYS, INI TEMEN GUE SEKALIGUS DONATUR UTAMA TEMPAT TONGKRONGAN INI." Ucap Indro memperkenalkan Gesa pada teman-temannya.


"Donatur apaan Ndro? Lo gila?!" Sarkas Gesa cepat namun dengan berbisik pelan.


"Gue Gesa.. Senang berkenalan dengan lo semua, semoga kita bisa menjadi teman yang baik." Lanjut Gesa kemudian memperkenalkan dirinya.


"Lo beneran anak tunggal Ges?" Tanya salah satu teman Indro.


Gesa menganggukkan kepalanya. "Yap, gue anak tunggal." Jawab Gesa.


"Anak tunggal bermarga Deanova." Sahut Andre.


"Gue jadi pacar lo boleh Ges?"


Gesa menoleh salah satu cewek yang berada tidak jauh darinya lalu memincingkan matanya. Sedangkan semuanya tampak diam untuk menunggu jawaban Gesa.


"Boleh.." Jawab Gesa dengan tersenyum devil.


"Serius Ges? Gue juga mau dong." Ucap cewek lain yang duduk di depannya.


Dengan cepat Gesa mengeluarkan ponsel mahalnya untuk menghubungi Aira tak lupa mengaktifkan pengeras suara.


"Iya kak Ges?"


"Sayang ada yang mau jadi pacar aku, boleh?" Tanya Gesa dengan nada mesranya.


Aira yang diseberang panggilannya mendadak cerdas begitu saja kalau yang dilakukan Gesa adalah akting dan dirinya bertugas mengimbangi Gesa karena jabatannya yang menjadi calon istri sementara.


"Nggak boleh dong sayang.. Kamu kan udah jadi milik aku."


"Sampai jumpa besok, kamu cepat tidur udah malam.. Lafyu so much, baby!" Jawab Gesa kemudian lalu mematikan panggilannya dengan sepihak.

__ADS_1


"Udah tau kan sekarang boleh atau nggaknya jadi pacar gue.. Kalo gebetan sih gue oke aja." Lanjut Gesa dengan tersenyum manis menatap beberapa cewek yang ada di depannya.


"Lo utang penjelasan sama kita masalah Aira yang lo panggil-panggil sayang!" Bisik Andre.


"Sejak kapan lo sama Aira sayang-sayangan?" Sahut Jefri.


Tak menghiraukan pertanyaan dari Andre dan Jefri, Gesa segera mengeluarkan rokoknya dan berjalan menuju salah satu tempat kosong.


"Minuman seperti biasanya mang." Pesan Gesa pada pemilik tongkrongan tersebut, mang Diman.


Mang Diman menganggukkan kepalanya. "Laksanakan bos Ges."


...🔥🔥🔥...


"AIRA.."


"KENAPA LAMA AMAT SIH?"


"UDAH JAM SEGINI NIH?!"


Teriakan Gesa yang menggema di rumah besar milik Air di pagi karena seperti biasa mulai sekarang Gesa akan bersama dengan Aira baik pulang maupun berangkat sekolah.


"Maaf kak kalo lama.. Ini bekal kak Gesa." Ucap Aira yang berlari dari arah dapur.


Gesa hanya bisa melongo menatap penampilan Aira hari ini, sungguh cantik dan terlihat natural. Tidak seperti biasanya yang cupu dengan rambut di kuncir dan kacamata bulat.


Kali ini tanpa kacamata bahkan rambut hitam yang di gerai begitu saja apalagi bibir mungil berwarna pink yang mulai membuat Gesa menggelapkan matanya.


"Kenapa jadi cantik gini? Siapa yang suruh lo jadi cantik?" Protes Gesa tak terima.


"Cantik darimananya kak? Tadi cuma keramas dan rambut harus di gerai.. Kebetulan juga mata minusku udah sembuh yaudah jadi gini penampilannya." Jelas Aira pada Gesa.


Gesa mengusap wajahnya kasar. "Terus kenapa bibir lo pake berwarna pink segala? Mau mancing cowok-cowok di sekolah gitu?"


"Cowok-cowok di sekolah selama ini nggak ada yang mau sama aku kak, kecuali kak Gesa sih yang tiba-tiba mau nikahin aku."


"Apa lo bilang?" Tanya Gesa ngegas.


Aira tersenyum manis menatap Gesa. "Nggak bilang apa-apa kok kak." Jawab Aira kemudian.


"Gue akan hilangin warna bibir lo yang pink itu, apapun caranya!"


"Ini asli kak. Aku nggak pake apapun sumpah demi Tuhan." Jawab Aira dengan mengusap-usap bibirnya.


"Iyakah? Sini gue cium."


Mata Aira melotot tak percaya dengan jawaban Gesa. "Nggak! Bukan muhrim.. Kak Gesa gila." Jawab Aira cepat.


"Minggu depan kita sah, anggap aja buat pemanasan.. Bibir doang Ra nggak lainnya deh."


"Beneran gapapa kan kak? Nggak dosa?" Tanya Aira dengan polosnya.


Cup


"Ouh shitt! Manis banget.." Umpat Gesa sehabis memainkan bibir Aira.


"Rasanya gimana?" Lanjut Gesa kemudian dengan tersenyum gemas menatap Aira.


Aira hanya mengusap bibirnya begitu saja. "Hambar kak, tapi kek gimana gitu."


"Nagih nggak?"


"NGGAK!!" Jawab Aira cepat karena ia tahu kini Gesa tengah menggodanya.


Gesa tidak bisa menahan tawanya yang disebabkan oleh kepolosan Aira, calon istrinya untuk sementara ini.


"Lo nggak pernah ciuman sama cowok apa gimana sih polos amat."


"Pernah." Jawab Aira asal dengan memasukkan bekal ke dalam tas Gesa.


Mata Gesa melotot tak percaya dan menatap geram ke arah Aira. "Maksudnya apaan?"


"Pernah ciuman?"


"Sama siapa?"


"Siapa mantan lo yang berani cium lo?"


Tanya Gesa bertubi-tubi yang membuat Aira mengerutkan keningnya menatap Gesa yang aneh dan super duper kepo pagi ini.


"Siapa yang bilang kalo aku punya mantan? Dan siapa juga yang bilang kalo yang cium aku mantan aku.. Kayaknya belum ada 5 menit deh kak semenjak kak Gesa cium aku." Jelas Aira.


"Ayo berangkat kak, nanti kita telat." Lanjut Aira tanpa sadar menarik jemari Gesa menuju pintu.


Gesa sendiri masih memikirkan penjelasan Aira mengenai ciuman yang ia lakukan bersama pagi ini.


"Berarti gue yang yang pertama cium Aira dong?"


"Cowok pertama yang dapetin bibir Aira adalah gue?"


"Jadi cowok yang pernah cium lo dan pertama buat lo adalah gue Ra?" Tanya Gesa dengan polosnya yang berjalan mengikuti Aira dengan jemari yang masih bertautan.


"Iya kak Gesa." Jawab Aira kemudian.


"Jangan pernah senyum sama siapapun kecuali gue! Senyum lo akan bikin semua cowok nafsu sama bibir lo."


"Bibir lo milik gue, karena lo calon istri gue!" Lanjut Gesa kemudian yang diangguki patuh oleh Aira.

__ADS_1


"Mulai sekarang kalo jalan nggak boleh nunduk, harus berani dan nggak boleh cengeng."


"Faham nggak?!" Sarkas Gesa.


"Faham kak Ges.." Jawab Aira dengan mendongakkan kepalanya menatap mata Gesa yang setajam mata elang.


...🔥🔥🔥...


"Eh itu bukannya si cupu ya?"


"Barengan sama Gesa lagi?"


"Bukannya kemarin tu anak di bully habis-habisan sama Gita karena deketin si Gesa."


"Penampilannya hari ini berubah anjir, dia cantik banget sumpah! Padahal tanpa make up tuh, natural.."


"Wah bakalan ada rumor baru tentang si cupu banyak yang deketin nih karena dia cantik."


"Baru nyadar gue kalo si cupu emang cantik.. Pinter lagi."


Begitulah omongan semua siswa yang melihat Gesa menaiki motor besarnya bersama dengan Aira menuju area parkir.


"Lo cantik banget Ra hari ini, pantes aja si Gesa klepek-klepek." Ucap Andre saat mereka berjalan bersama menuju kelas.


"Berubah drastis anjir." Sahut Jefri kemudian.


Aira menundukkan kepalanya yang berjalan di samping Gesa.


"Pesan gue tadi apaan, Rara sayang?!" Geram Gesa dengan berbisik di telinga Aira.


Mendengar geraman Gesa dengan cepat Aira mendongakkan kepalanya seperti orang normal ketika jalan dan percaya diri.


"Nggak kok kak. Btw, makasih ya untuk pujian cantiknya." Jawab Aira kemudian.


"Jangan senyum kek gitu." Peringat Gesa lagi.


Aira hanya bisa memutar bola matanya malas seolah tak mengerti dengan tingkah Gesa yang mulai mengatur semua perilaku terhadap orang yang dekat dengannya.


"Gue mau anter Aira dulu ke kelas, lo berdua duluan aja." Ucap Gesa lalu menarik lengan Aira begitu saja meninggalkan Jefri dan Andre.


"Mulai bucin."


"Karma kali, udah dapetin sang pujaan hati setelah sekian lama mainin cewek mulu." Lanjut Andre kemudian.


Setelah sampai di depan kelas Aira, Gesa hanya menatap bibir Aira yang kini telah menjadi candunya sejak pagi tadi.


"Kenapa harus dianter sih kak? Aku bisa jalan sendiri. Lagian banyak yang nggak suka kalo aku deket-deket sama kak Gesa."


"Latihan buat jadi suami yang baik.. Maybe." Ketus Gesa dengan tangan yang mulai maju untuk mengusap rahang Aira.


"Kak Gesa mau ngapain? Kita di sekolah!" Panik Aira dengan memundurkan kepalanya.


"Ada kotoran di rahang lo, ge-er amat jadi cewek.. Gue juga ogah kali sama cewek modelan lo kalo nggak terpaksa."


Aira sadar kembali saat mendengar ucapan Gesa. Siapa dirinya saat ini dan dengan tujuan apa ia dekat dengan Gesa? Dan mulai sekarang Aira telah memutuskan real membantu Gesa tanpa melibatkan perasaan apapun di dalamnya.


Karena sampai kapanpun, Gesa tidak akan menjadi cowok bodoh yang menjatuhkan perasaannya pada Aira yang notabenya adalah cewek cupu si kutu buku.


Aira bahkan sangat yakin, jika Gesa menyukainya itu pasti karena Gesa yang ingin mempermainkannya seperti yang sudah-sudah.. Apalagi di tambah keadaan keluarga Aira yang tidak jelas, pasti akan membuat Gesa malu.


"Nanti pulang sekolah aku ada kerja kelompok kak, kak Gesa pulang duluan aja ya." Ucap Aira kemudian.


Gesa menganggukkan kepalanya lalu pergi begitu saja meninggalkan Aira yang masih berdiri di depan pintu.


"Kuatkan mental Aira hari ini untuk menghadapi semua anak yang suka kak Gesa ya Tuhan." Gumam Aira begitu saja saat ia mulai berjalan memasuki kelas.


Semua anak kelas memandang Aira dengan tatapan kosong bahkan tak ada lagi yang mengejek Aira karena cupu.


Semua telah berubah saat penampilan Aira juga berubah mulai hari ini..


"Si Aira ternyata cantik banget ya, pinter lagi.."


"Nyesel gue bully dia dari lama."


Omongan teman-teman kelas yang memujinya, membuat Aira sedikit bersyukur karena mentalnya aman untuk hari ini.


"Aira.. Nanti lo kelompok sama gue kan?" Tanya Denis, salah satu playboy di kelas Aira.


Aira yang ragu akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Cafe Pride ya, gue tunggu disana ya cantik.. Atau lo mau bareng aja sama gue?" Tawar Denis.


Aira menggelengkan kepalanya. "Aku bisa kesana sendiri Den, kamu tunggu aja disana.


"Jangan lupa tetep contekin anak-anak lain Ra." Ucap salah satu siswa di kelas Aira.


Aira dengan berani menoleh ke belakang karena posisi bangkunya yang berada di depan sendiri, mata Aira kaget saat semuanya tampak berbeda dari sebelumnya.


Kini teman sekelasnya tampak tersenyum padanya bahkan tanpa ada rasa jengkel sekalipun.


Bahkan Aira tidak tahu kenapa bisa menjadi berubah seperti ini..


Ya, semua karena Gesa! Gesa melakukan ancaman ketat untuk siapa saja yang berani mengganggu Aira maka balasannya adalah bisnis orangtua mereka akan hancur di tangan Gesa.


Gesa sangat ingin melindungi Aira sebagai balas budi karena Aira yang telah mau berkorban untuk dirinya sebagai istri sementara dan lari dari perjodohan sang mama yang telah direncakan.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


...SEE YOU NEXT PART, BRO 🐊...


__ADS_2