Aksa

Aksa
tiga


__ADS_3

"hmm ortu aku lagi....." ucapn em terhenti karen bel berbunyi


teet...teeet


suara bel masuk pun berbunyi membuat aksa dkk harua kembali kekelasnya "uda bel, kakak pamit ya li" pamit fajar,sedangkan aksa uda berjalan deluan saat bel uda berbunyi


"iya kak" jawab em, dan kelaspun mulai pembelajaran selanjutnya sampai jam pulang tiba


saat lagi dalam perjalanan tiba² em berpikir untuk mampir kesekolah abang² nya akhirnya em pun memutuskan untuk kesekolah abangnya karna ia akan mengajak saudara nya itu untuk berjalan²


gk nunggu lama em pun sampai didepan gerbang sekolah D'R school, "abanggg" panggil em dan langsung berlari dan melompat kearah dava, dengan sigap dava langsung menangkap adik nakalnya tu dan menggendongnya dengan ala koala


"aduu, princess kalau kamu jatuh terus sakit gimana hem, jangan kayak gitu lagi princess "omel raffi ketika melihat em melompat secara tiba²,sedangkan yang diomeli hanya menyengir


"ada apa baby, tumben kamu nyamperi kita??" tanya dava tapi masih tetap menggendong em, dan itu dilihat oleh seluruh murid² sekolah dan berpikir siapa cewek yang ada digendongan dava


"aku mau ajak bang dav sama bang afii jalan, boleh?? "tanya em dengan wajah imutnya membuat keduanya gemas


"tentu boleh baby, kita mau kemana?? "tanya dava


"kita kemall" jawab em


"oke, apapun untuk mu princess"jawab raffi sambil mencium pipi em yng ada digendongan dava


saat mereka akan pergi kearah parkiran ada yang memanggil dava dan raffi dan terpaksa mereka pun harus berhenti, ketika berbalik ternyata itu adalah teman² nya


"waww dav, siapa ni yang lo gendong, cantik broo" ucap ryan


"oh ini adik gw" jawab dava sedangkan em hanya cuek dan sekarang sedang memainkan rambut dava bagian belakang


"waww gw baru tau kalau lo punya adik dav raf" kata akmal


"kan hari tu gw pernah bilang kalau gw masih punya dua saudara lagi" jawab dava sambil mengelus punggung em

__ADS_1


"ahh iya, aku ingat " kata rizal sambil memperhatikan em


"mau gw colok tu mata lo haa" seru raffi karna melihat ketiga temannya tu terus melihat kearah em


"hehe,, ya maap hilaf gw, abisnya adek lo cantik" ucap rizal dengan cengengesan


"bang ayok" ucap em tiba²


"ahh iya abng lupa,, yauda kami pergi dulu.."pamit raffi dan diangguki oleh mereka bertiga


sesampainya dimall, mereka menjadi pusat perhatian oleh semua pengunjung mall karna memliki paras yang tampan dan cantik


"wahh liat mereka itu, cantik dan tampan sekali


"aku pengen yang ditengah itu deh cantik banget


"kira² dia mau gak ya kujodohkan sama anakku


begitulah ucapan² pengunjung mall, tapi mereka bertiga hanya acuh dan menunjukan muka datarnya


"ketoko baju yak terus kita makan deh." ucap em dan diangguki oleh mereka, em pun memilih baju yang akan dibelinya tak lupa ia juga membelikan kedua saudaranya tu baju couple dan tentu saja keduanya hanya mengangguk pasrah untuk apa yang dilakukan adiknya ini, setelah selesai mereka pun pergi kerestoran untuk makan karna hari sudah menjelang sore tapi mereka melewatkan makan siangnya karna menemani em berbelanja


saat sedang asik memainkan ponselnya, mereka bertiga dikejutkan oleh pemuda remaja yang tampan dan itu sangat dikenal oleh em,orang yang ingin em hindar²rin selama ini


"hai li, boleh kita gabung?? "tanya pemuda satu yg tak lain fajar ya hanya fajar yang tau nama panggilan itu karna dia tetanggaan dengannya


"ehh, boleh kak duduk aja" jawab em kikuk sedangkan kedua saudaranya hanya diam menunjukkan muka datarnya sama seperti aksa


"kakak gk pesan?? "tanya em


"ehh oh iya kakak lupa,,, "mbak"panggil galang kepada pelayan disana dan memesan makanan untuk mereka berempat. gk lama pelayan itu pergi, pesanan em pun datang


"kita makan deluan gak papa ni kak?? "tanya em

__ADS_1


"iya gk papa, deluan aja dari pada lo kelaparan" jawab bima


saat em akan memasukkan cabe dan saos kedalam makanannya tiba² dava menegurnya "princesss jangan pake itu" tegur dava membuat raffi yang baru mau makan tidak jadi


"iss sedikit aja boleh ya" balas em dan dilarang oleh dava


"tidak princess, kamu punya maag gak boleh makan pake itu" omel dava lagi membuat em mengerucutkan bibirnya


"hahh baiklah²" pasrah em, saat em akan memakan makanannya lagi em dilarang oleh raffi "apalagi sih ahk, em mau makan gak jadi² mulu deh" sungut em


"baby apa kau lupa kalau kau alergi udang haa!!, gimana kalau alergi mu itu kambuh "marah raffi membuat dava dan yang lainnya pun langsung melihat kearah em yang terdiam


"princess, kenapa kau memesan yang ini, ganti sekarang jugak jangan makan yang ini" tutur dava yang ikut terkejut, pasalnya saat em memesan makanan tadi dava sedang angkat telfon dan raffi pergi ketoilet


"maaf bang, em lupa serius deh, janji deh gak kek gini lagi, ini yang terakhir suer"ucap em menyesal karna melupakan alerginya yang satu ni


"haa em bodoh bodoh, kenapa lo bisa gak inget kalau lo alergi udang sih"batin em berteriak karna kebodohannya ni


"yauda ni tukeran, biar abang aja yang makan ni, kamu makan yng punya abang" dava pun menukar makanannya terhadap em sedangkan keempat orang ini hanya bisa melihat dan mendengar saja karna mereka pun gak tau apa yang terjadi sekarang


"owh, jadi ni abangnya haa kok gw jd seneng gini sih saat tau ternyata kalau ini abangnya em, batin aksa yang sedari tadi diam, yaps dari tadi aksa merasakan hawa panas disekitar tubuhnya tangannya pun terkepal erat untuk menahan emosinya, aksa sendiri gak tau dirinya kenapa, tapi yang jelas saat ada yang memanggil em dengan sebutan princess dan baby, rasanya aksa ingin menonjok orang itu sampai kapok


"yaudah kak, kita pulang dulu ya, bang ayo" em pun berpamitan kepada mereka sambil menarik tangan dava dan raffi untuk keluar restoran,


"itu tadi siapanya si em jar?? "tanya bima saat melihat em udah keluar


"owh itu abangnya em, yang sebelah kanan tadi namanya dava, sedangkan yang satu lagi namanya raffi


"owh gitu, tapi mukanya datar banget ya, kayak siaksa tapi keknya lebih parah abangnya em deh" jujur galang


"memang iya, tapi kalau dirumah mereka tu beda banget tau gak" jawab fajar


"posesif" ucap aksa yang sedari tadi diam

__ADS_1


"memang kayak gitu abangnya, over banget deh penjagaan yang sangat ketat haha. kurasa kalau ada cowok yang mau deketi em, berurusan deluan sama abangnya deh" tebak fajar


"iya lo bener, keknya sih gitu, ah udah lh ngapai kita masih disini, mari pulang kerumah masing² haha" ucap bima dan mereka pun pergi meninggalkan restoran tu.


__ADS_2