
Bagaskara
Halo guys, apa kabar? gua harap kalian dalam keadaan baik-baik saja dimana pun kalian berada. Kalian bisa lihat gua ada di mana? Yap, gua ada di mol, jadi kali ini gua mau ngasih tahu apa bedanya baju biasa dan baju branded. Oke jangan banyak basa basi kita langsung ke toko baju nya aja...
~bruk...
"Hah, Maaf... Maaf banget?!". Ucap seorang wanita berkulit sawo matang, sementara itu aku segera mengambil kameraku yang terjatuh.
"Ya, gak apa-apa". Jawabku sembari tersenyum.
"Heh, ada yang rusak gak kameranya? kalau ada apa-apa, Ah Mas bisa hubungi saya ke nomor ini". Pintanya sembari memberikan kartu nama.
"Oke". Jawabku mengambil kartu namanya.
"Kalau begitu, saya permisi". Jawab wanita itu berlalu pergi bersama seorang pria.
Sorry guys, barusan ada insiden tidak terduga, cewe cantik gak sengaja nabrak gua, mungkin salah gua juga yang menghalangi jalan, seriusan cewe nya cantik, sayang banget gak ke record, tapi kalian dengarkan suaranya? menyejukkan iya gak? tapi gak apa-apa beruntungnya gua dapet kartu namanya.
~oke kita lanjut...
***
Aku dan Junot baru saja mengantar Nadim ke bandara, selepas itu kita pulang, rasanya hampa terlebih kini sikap Junot yang tiba-tiba terasa berbeda, entah kenapa aku merasa Junot bersikap baik hanya di depan keluarga saja, selain itu sikapnya berubah menjadi dingin dengan ekspresi wajahnya selalu datar.
"Kita ke rumah sakit yuk?". Pintaku.
"Hem, mau ngapain?". Tanyanya tanpa melirik ku.
"EMM, aku merasa di sana... aku lebih di butuhkan saja, ketimbang berada di dekatmu".
"Maksudmu apa?". Tanyanya dengan tatapan menusuk.
"Aku harap ini hanya perasaanku saja, bahwa selama ini kebaikan yang kamu lakukan di depan orang lain selain aku hanya pura-pura".
"Heh, akhirnya hari ini datang juga, syukurlah kalau kamu sudah tahu, aku tidak perlu repot-repot menjelaskannya lagi". Tuturnya dengan santai tanpa sedikitpun merasa bersalah.
"Jadi kamu..."
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah mencintaimu".
"Heh, kamu pikir pernikahan itu main-main?". Aku tersulut emosi, nada suaraku meninggi.
"Tentu saja tidak, tapi kita belum menikah resmi secara negara, lagi pula aku tidak pernah menyentuhmu". Aku nyaris tidak percaya pria yang bapak agung-agungkan selama ini ternyata brengsek.
"Lalu apa lagi yang kamu tunggu?". Tanyaku berusaha menetralkan nada suara.
"Aku minta sabarlah sebentar lagi, sampai keadaan Bunda membaik secara total". Pintanya dengan santai.
"Jadi, kamu melakukan semua ini demi Bunda?".
"Kamu pikir demi apa?". Entahlah saat mendengar alasan semua ini adalah bunda, seketika itu juga hatiku tidak lagi kesal atau pun marah, justru aku malah bersyukur.
"Baiklah". Jawabku kali ini dengan nada yang tak kalah santai.
Aku tahu Junot tidak mencintaiku, tidak apa. Aku akan menerima dia yang seperti ini, aku yakin ini hanya perkara waktu.
***
Satu minggu setelah bunda keluar dari rumah sakit, selama itu juga aku tinggal di rumah bunda, pernah satu kali tinggal di rumah junot tapi malam hari nya kita tidur terpisah, rasanya aneh aku seperti kehilangan sesuatu, sunyi sepi mencekam.
"Bunda, bagaimana perasaan Bunda sekarang?". Tanyaku pada bunda yang sedang berolahraga ringan.
"Hem, kamu bisa nilai sendiri? bagaimana?". Ucap bunda sembari berjalan di depanku.
"Wah, Alhamdulillah Bunda terlihat lebih sehat ketimbang aku". Ucapku memuji tapi kenyataan nya memang iya seperti itu.
"Heh? kalau gitu Nana harus ikut Bunda olahraga juga?! ayo!".
"Hah? enggak... Bun".
"Ayo, supaya kamu lebih semangat!". Akhirnya mau tidak mau aku harus ikut berolahraga juga.
Tidak ku pungkiri kedekatan ku dengan bunda sudah seperti anak dengan ibu kandung, jauh lebih dekat ketimbang aku dengan ibu ku sendiri.
Sikap bunda tidak seperti ibu mertua yang selalu orang katakan kok, Bunda itu penyayang, penyabar dan pemaaf. Aku tidak asal bicara, karen aku pernah membuat kesalahan tapi bunda maafkan, aku pernah membuat bunda menunggu tapi bunda tetap sabar menungguku, dan dari awal sampai detik ini sayangnya bunda terhadapku tidak dapat di ukur dan tidak pernah berkurang malah selalu bertambah setiap harinya, untuk itu aku amat sangat bersyukur, meskipun kesedihannya sampai saat ini Junot masih belum juga membuka hatinya untukku, tapi tak apa aku masih punya banyak waktu yang tak terbatas untuk meluluhkan hatinya.
__ADS_1
***
Bagaskara
Halo guys udah satu Minggu dari kejadian hari itu, dan selama itu juga kartu nama cewe itu belum juga ketemu, Argh... gua benar-benar nyesel kenapa juga kemarin gak langsung di save nomornya, dan lagi bodohnya gua gak tahu siapa nama cewe itu, saking terpesonanya liat wajah cewe itu. Hah, gua berharap cewe itu nonton video-video gua, terutama yang live streaming ini terus komen?! 😊 halunya gua, tapi kalau sampai jadi kenyataan itu akan menjadi hal yang paling membahagiakan.
Okay, temen gua dateng sampai sini dulu ya, bye and see you!
"Nyari duit, sampai segitunya". Celoteh Zain.
"Maksud lu apa? ini bukan semata-mata karena viewers, followers atau sekedar konten doang, yah meskipun gua akui jika netizens gua pada suka dan penasaran siapa cewe itu yang bisa bikin gua terpana pada pandangan pertama".
"Heh, yah sorry, kalau gitu gak cuma mereka gua juga penasaran, siapa sih cewe itu? yang bisa menaklukkan manusia es kaya lu". Tutur Zain dengan ekspresi sok-sokan berpikir.
"Kalau gua tahu, udah pasti lu gua kasih tahu tapi masalahnya gua gak tahu".
"Yah tenang aja, gua pasti bantuin lu".
"Dengan cara?".
"Yah bikin viral, lu kan Youtuber dan Selebgram udah banyak juga kan yang jadi pengikut lu, ceritain deh tuh cewe yang lu suka ciri-cirinya atau kalau enggak... coba lu minta CCTV yang ada di mol itu".
"Hah, apa yang lu bilang ada bener nya juga, kenapa gak kepikiran yah sama gua".
"Heh, jelas Zain gitu loh smart". Jawabnya dengan sombong.
"Hah, iya-iya thanks".
"Btw, Nyokap nya Junot kan udah keluar rumah sakit, gimana kalau kita jenguk?".
"Hah? gak salah lu, Nyokap nya kan gak suka kalau Junot berkawan dengan kita".
"Iyah juga sih, tapi bagaimana pun Nyokap nya suka ngasih kita makan kan, lu gak ingat apa gimana?".
"Iyah juga sih, yasudah kalau gitu lu hubungi Junot! bilang kalau kita mau ke rumah Nyokap nya, dan gua hubungin Akram kaya nya udah seminggu terakhir ini dia gak ada kabar, di grup juga gak pernah muncul".
"Hem, oke".
__ADS_1
Next?