
Sebaik-baiknya kau menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga.
Sabtu, 6 Mei 2017
Akram
"Papa sama Mama mau kemana, udah rapi aja?".
"Heh? kamu kok masih belum siap-siap?". Tanya papa.
"Hah? emangnya ada acara?".
"Kamu lupa apa gimana? ini acara penting sahabat kamu nikah loh, kok bisa-bisanya lupa?". Jawab mama.
"Hah? siapa?"
"bener-bener yah, katanya sahabat, cepetan siap-siap!". Ucap papa dengan nada membentak yang sudah biasa untukku.
"Siapa sih Mah?".
"Kamu ini bener-bener yah, gak lucu tahu gak". Jawab mama dengan kesal, kemudian pergi.
"Aish... gua nanya beneran juga pada gak percaya, Mbok sebenernya siapa sih yang nikah?".
"Tuan beneran gak tahu?".
"Iyah masa aku bohong sih Mbok, siapa sih?".
"Ini Tuan, undangannya". Mbok memberikan kertas undangan dengan desain simple namun tetap elegan.
Dan betapa terkejutnya gua ketika tahu siapa yang menikah, sama kaya saat ini lu pada. Tutur Akram pada Zain dan Bagaskara yang masih terdiam.
"Sekarang juga kita harus datang ke pesta itu, dan tanyain apa yang sebenarnya terjadi". Ucap Zain.
"Gua setuju dan gua harus live Toongram".
"Heh? serah lu dah". Ucap Zain.
Akhirnya Akram, Zain dan Bagaskara pergi bersama menuju pesta Junot.
"Ini tempatnya?". Tanya Bagaskara.
"Iyah". Jawab Akram.
"Iyah gak salah lagi, ini udah pasti tempatnya". Ucap Zain.
"Sebentar gua live dulu!"
__ADS_1
lima menit kemudian...
"Elah, lama lu, gua tinggal nih?". Ucap Zain.
"Tunggulah bentar! tanggung nih baru 500 penonton".
"Hah? baru lima menit udah 500 penonton, ya udahlah!". Jawab Zain kesal
"Tunggu apa lagi?". Ucap Akram
"Hehe, ya udah ayo! lu jalan duluan deh".
...
"Halo guys? jadi temen yang pernah gua bilang tampan, tajir dan smart, gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba hari ini dia nikah, ralat! resepsi, gua dan temen-temen gua gak ada yang tahu sejak kapan dia nikah". Netizen mulai mengomentari.
"Oke, dari pada banyak ngomong, lebih baik kita langsung datang dan grebeg aja".
Sedari kedatangan Akram, Zain dan Bagaskara tamu undangan silih berganti saling melirik, terutama kaum hawa, ada yang berteriak, bersorak bahkan ada yang sampai menghampiri.
Belum lagi komentar-komentar kaum hawa yang bergabung di live Bagaskara, kebanyakan dari mereka kagum dan terpesona akan ke tampan-nan teman-temannya dan situasi pesta yang begitu megah.
"Heh, kenapa sih teman kerjamu norak semua?! apa gak pernah lihat pria tampan sebelumnya? apa gak ada pria tampan di tempat kerja kalian, Hah?". Ucap Junot terlihat kesal menghadap Nareta.
"Yah, mana aku tahu kalau mereka akan bertindak begitu, setahuku mereka orang-orang pekerja keras kok". Junot benar-benar tidak mengetahui penyebab kegaduhan itu di sebabkan oleh tiga kawannya.
"Hem, apa yang saat ini terjadi? gua minta penjelasan?!". Ucap Akram sedikit mengerang, tepat di hadapan Junot.
"Gua bisa jelasin!". Ucap Junot dengan tegang
"Ini ada apa?". Tanya Bunda yang kebingungan dengan situasi yang terjadi.
"Dan... ini dia guys tersangka yang menikah diam-diam". Ucap Bagaskara sembari menyorot wajah Junot dengan kamera handphone yang ia genggam, kemudian berlanjut ke pengantin wanitanya.
"Loh, kamu?". Bagaskara benar-benar terkejut dan tidak menyangka bahwa mempelai wanita yang Junot nikahi itu ternyata Nareta, wanita yang ia cintai pada pandangan pertama. Refleks Bagaskara menjatuhkan handphonenya.
"Lu kenal?". Tanya Zain.
"Iyah, tanpa sengaja, cewe yang selama ini gua cari, dan udah bikin gua sakit hati?". Ucap Bagaskara dengan nelangsa, dan ucapan terakhirnya nyaris tidak terdengar oleh banyak orang, dan hanya Zain yang mengerti dengan apa yang di maksud oleh Bagaskara.
"Oke, kita berempat harus pergi dulu, sebentar aja". Ucap Junot kepada bunda dan Nareta. Tanpa menunggu jawaban dari keduanya, akhirnya Junot pergi membawa teman-temannya ke dalam sebuah kamar dan menceritakan semua kronologi kejadiannya hingga terjadinya sebuah pesta resepsi ini.
"Tetep aja lu salah, kenapa gak putusin dulu Aqila menceritakan segala kejadiannya, baru nikahin cewe itu". Ucap Akram kesal.
"Gua, gua gak mau putus dari Aqila, tadinya gua berencana mau cerai dengan Nareta setelah keadaan Bunda lebih baik".
"Apa? jadi lu mau mainin pernikahan ini, Hah?". Jawab Bagaskara dengan menarik kerah baju Junot.
"Udah, udah! gua yakin ini semua berat juga buat Junot". Ucap Zain melerai.
__ADS_1
"Gua gak terima kalau lu sampai menceraikan Nareta". Ucap Bagaskara.
"Lu harus segera putusin Aqila, meskipun gua yakin itu akan melukai hatinya tapi gak ada pilihan lain". Ucap Zain, sementara Akram masih terlihat diam namun tangannya tengah terkepal kemudian berlalu pergi.
Bagaskara dan Zain ikut terlibat dalam pesta itu sementara Akram pergi entah kemana.
23:00 pesta baru saja berakhir tamu undangan satu persatu mulai pulang, karena sudah larut malam akhirnya keluarga inti tidak pulang, kita semua memutuskan untuk bermalam di kamar hotel yang terletak di lantai 10.
"Junot?"
"Heh? yah?"
"Kamu kenapa? ku perhatikan semenjak tiga pria itu datang, sikap kamu jadi berubah".
"Hah? gak, aku gak kenapa-napa kok".
"Bener?"
"Hmm, udah kamu tidur duluan sana, kamu pasti lelah kan?".
"Kamu juga".
"Umm. Iyah, nanti aku nyusul".
Malam itu juga Akram memesan tiket penerbangan menuju Hongkong, tidak lain alasannya untuk menemui Aqila yang mungkin akan berduka setelah mengetahui pria yang ia cintai telah berselingkuh bahkan telah menikah dengan wanita lain.
Sementara Junot kini tengah bimbang, harus memutuskan hubungannya dengan Aqila atau Nareta? sementara itu, di tempat Zain, Bagaskara kini tengah terpuruk, hatinya benar-benar terluka oleh cinta pada pandangan pertama, heh siapa yang percaya? tetapi malam ini cinta pada pandangan pertama itu terbukti memang benar-benar ada, pun dengan cinta tidak harus memiliki.
"Are you okay?".
"Hem, tentu saja tidak, aku tidak baik-baik saja".
"it's okay to not be okay!".
"Karena Jika aku baik-baik saja, mungkin cinta pada pandangan pertama itu memang tidak pernah ada".
"Well.."
"sesak! rasanya sesak". Ucap Bagaskara sembari memukul dada bidangnya.
"Aish... lu gak boleh kek gini! gak boleh".
"Gua juga gak mau, kalau gua bisa milih, gua gak mau ketemu dia di hari itu, gua mau ketemu wanita itu jauh sebelum ternyata dia adalah istri dari sahabat gua sendiri". Hmm... Zain terdiam tidak bisa berbuat apa-apa.
"Bro? lu nangis? Hah? ". Heh... gua nyaris gak percaya hal ini beneran ada, dan menimpa kawan gua sendiri, karena gua pernah denger kalau cowok itu bisa nangis karena cewe tidak lain alasannya karena dia memang sangat mencintai cewe itu.
Sedalam itukah cinta yang di miliki Bagaskara untuk wanita yang di sia-siakan Junot?
Next?
__ADS_1