Aksa

Aksa
enam


__ADS_3

ternyata ucapan aksa gak pernah main main, disini lah mereka bertiga sekarang berada dipasar malam eitts tunggu tunggu kok bertiga harusnya kan berdua


flaschback on


"ayo" ajak aksa saat em uda berada didepannya. sejenak aksa terpaku akan kecantikan em bagaiman tidak hari ni em memakai hodiee kebesaran sampe paha sedangkan celananya hanya memakai hotpans rambut digerai, sepatu kets putih, pipi chubby bibir merah muda bagi aksa itu semua sangat perfect


"lo gadak celana lain apa, ganti sana jangan pake celana kayak gitu"titah aksa, bagaimanapun aksa gak mau miliknya diliati semua orang, WHATT miliknya, haa aksa terlalu banyak halu


"gadak, lagian kenapa sih bagus tauk ni, gue mah sans aja keluar kek gini sah biasa" jawab em


"gak boleh em, tutup aurat sana ganti dulu" perintah aksa membuat em mendelik


"yaudah kalo gak mau, gak jadi jalan simple kan"putus em membuat aksa harus banyak banyak bersabar


"oke oke terserah lo, ayo masuk ntar sempat kemalaman"


"bentar sicurut belum datang" aksa sempat bingung tapi sepersekian menitnya aksa mendengus saat tau siapa yang ditunggu sedari tadi


"sialan gue niatnya mau misahi sekarang malah gue yang jadi nyamuk ni" batin aksa menggeram


*terpaksa aksa ikut mengajak zidan bersama mereka, sebenarnya zidan gak ada niat ikut tapi dia disuruh sama bang raffi mangknya harus nurut katanya harus menjaga em biar gak kenapa napa.


flashback off*


"kak dan ayo main kesana seru tu keknya" ajak em sambil menarik kedua tangan pria tersebut tanpa menunggu jawaban mereka


"ntar ntar gue beli tiket dulu" ujar zidan dan melangkah pergi, setelah beberapa menit zidan kembali dan membawa tiga karcis setelah itu mereka masuk kedalam wahana dan duduk bertiga, zidan sendiri sedangkan em dengan aksa didepan zidan


em mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan kezidan "fotoin" suruh em


"ayo kak sini deketan"em menarik tangan aksa dan membuat tubuh lelaki tu merapat dengan tubuh em


"shitt jantung gue maraton, pliss jangan berdetak kuat kuat ntar si em kedengeran" batin aksa


dengan aba aba zidan mulai menghitung "tu a an lo" CEKREK foto terambil dengan bagus


"anjirr gue masih muda anjir" jawab aksa yang merasa tersindir karna memang dia kan yang lebih tua dari em dan zidan


"uda uda potoin gue lagi dan" mau tak mau zidan menuruti apa yang diingini nyai ratu

__ADS_1


"ayok main itu" tunjuk em kearah kora²


"gak"


"gak"


tolak zidan dan aksa bersamaan membuat em mendengus "yaudah gue aja kalian tunggu disini byee" em pergi kesana sendiri tanpa dua lelaki tu, sedangkan keduanya hanya geleng² dan duduk dibangku dekat wahana tersebut


"lo suka sama em?? "tanya zidan to the point


"bukan urusan lo" jawab aksa ketus


"kalo lo beneran suka sama dia perjuangin, sekali lo nyakiti dia hati² penjaganya banyak galak² lagi" tutur zidan sedangkan aksa mengkerut apa dia gak cemburu kalau gue rebut em darinya batin aksa


"l-lo gak cemburu kalau gue deketi dia?? "tanya aksa bingung


"haa?? cemburu? gila yang bener aja emang gue siapa cowoknya?? "tanya zidan sambil tertawa


"emang lo bukan cowok em??"tanya aksa penasaran


"ya kagak lh, dia sepupu gue mana mungkin gue cemburu" kekeh zidan


"yaudah gue mau kesana dulu, ingat yang gue bilang sekali aja lo nyakitin atau buat em nangis percayalah detik, menit, dan dihari itu jugak penjaganya keluar" ucap zidan serius


"maksud lo?? "tanya aksa bingung


"gadak apa² uda lupain aja" zidan berjalan kestan makanan meninggalkan aksa sendiri dengan kerutan kebingungan


"kak zidan mana? "tanya em yang baru selesai bermain


"ehh uda siap mainnya?? "tanya aksa dan diangguki oleh em


"zidan mana kak? "tanya em sekali lag, aksa menjawab dengan telunjuk yang mengarah keseseorang yang membeli makanan


"em lo dah pernah pacaran gak?? "tanya aksa tiba²


"haa? kok tiba² nanyak gitu? "heran em


"ya gk papa cuma nanyak aja emang gak boleh

__ADS_1


"ya boleh sih, tapi ini masih privasi kita masih orang yang baru kenal jadi em belum bisa terbuka atau cerita hal yang berbau privasi"


"Mmm oke, sorry gue kelepasan nanyaknya" sesal aksa dan diangguki oleh em


gak nunggu lama akhirnya zodan datang dengan membawa beberapa makanan ditangannya "ni" dan diterima oleh em dan aksa


"makasih" ucap mereka berdua


"em" panggil zidan


"ya" jawabnya sambil memakan gula kapas yang dibeli zidan


"kalau keluar jangan pake pakaian kayak gini lagi" peringat zidan


"why?? "tanya em bingung, biasanya kan dia kekuar kek gini gadak yang larang


"dari tadi orang² disana ngomongi lo dan tatapannya seakan akan mau nerkam lo, lagian disini tu indo bukan amrik, jadi berbeda em"ya ucapan zidan gak bohong, tadi selama zidan beli makanan orang² disana selalu bicarai em apalagi tatapan nakal dari pria disana


mendengar ucapan zidan lantas aksa langsung menarik em untuk berdiri membuat em kaget dan menabrak tubuh aksa


aksa membuka jaketnya dan dililitkan kepinggan em, perlakuan kek gitu membuat jantung em berdetak lebih dari biasanya


"astaga jantung gue, omaygat apa gue punya penyakit jantung ya?? " batin em


"uda gue bilang tadi ganti celana lo" ucap aksa datar


"aiss gue mana tau kalo bakalan jadi kek gini" ringis em melihat tatapan tajam itu


"yaudah kita pulang aja, uda malam besok sekolah" dan disetujui oleg mereka berdua.


sesampainya dirumah zidan keluar lebih dulu sebelumnya mengucapkan terimakasih dahulu dan meninggalkan em yamg masih didalam mobil


"makasih ya uda ajak gue jalan²" kata em tulus padahal tadi saat pigi ketus nah sekarang baek kan


"iya, yaudah lo masuk gi uda malam" suruh aksa dan diangguki em


"eh tapi jaketnya aku cuci dulu ya kak ntar kalo dah kering aku kembalikan" ucap em


"iya sans aja, uda gih sana pasti uda ditunggui orang rumah"

__ADS_1


"yaudah em masuk dulu, kakak hati² ya" ucap em dan melangkah masuk kedalam rumahnya, setelah dilihatnua em masuk barulah aksa menjalankan mobilnya untuk pulang kerumahnya


__ADS_2