AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
eps 101


__ADS_3

Tidak terasa kini usia kehamilan sandra sudah memasuki bulan ke lima. Tentu saja kehamilannya dilalui sangat berat oleh ketiga laki- laki yang selalu memperhatikannya itu.


Selalu dilimpahi kasih sayang serta perhatian yang membuat perasaan ibu hamil ini selalu bahagia.


Bahkan hingga roman pun lebih sering mengunjungi putrinya , memberikan perhatian yang dulu tidak pernah ia berikan pada sosok sandra. Setiap tiga hari sekali ibu nya juga selalu datang membawakan makanan kesukaan Sandra meskipun sandra sudah melarangnya . Sandra takut ibu nya merasa kelelahan jika harus memasak untuk dirinya meski tak di pungkiri hati sandra sangat lah bahagia.


"mungkin pengorbanan ku selama ini sudah cukup hingga tuhan membalasny a dengan begitu banyak kebahagiaan" batin sandra


"Sayang, kenapa kamu bengong? apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya bagas


"Tidak mas, kau hanya sedang bahagia saja." jawabnya.


"Apa yang membuat istri cantikku ini bahagia? apa aku juga boleh mengetahui nya?" tanya Bagas sambil mencium gemas pipi sandra yang semakin chubby.


"Aku hanya merassa beruntung saja memiliki kamu, kak nino ,bayu dan yang lainnya yang selalu ada untuk ku mas. Aku merasa tuhan begitu baik padaku. Dia mengirim dirimu untuk membuatku tetap bernafas dan menikmati indah nya dunia." ucap sandra.


"Kau pantas mendapatkan nya, kau istriku yang terhebat" ucap bagas memeluk sandra.


"Mas apa sekarang aku boleh pergi ke negara A? aku ingin mengunjungi perusahaan ku" ucap sandra.


"Apa tidak sebaiknya tunggu anak kita lahir? Aku takut terjadi sesuatu pada mu dan anak kita dalam perjalanan nanti, negara itu cukup jauh sayang " ucap bagas lembut.


''hmmm kau benar, baiklah aku akan sabar menunggu nya mas" jawab sandra.


Sementara di NA company Nino tengah termenung melihat foto WhatsApp dari seorang gadis yang manis. Gadis dewasa yang belakangan ini selalu mengganggunya.


Tampak manis dengan lesung pipi di sebelah kanan , Rambut pendekk yang sedikit di warnai.


"Kau manis, cantik, baik, dewasa, mandiri, bahkan kau juga sangat perhatian padaku tapi aku belum tau apa aku bisa mencintaimu" ucap nino memandang foto perempuan itu.


"Jangan dibiarkan terlalu lama kak, nanti setelah dia bosan menunggu dia akan pergi" ucap bayu yang tiba - tiba datang ,membuat nini gelagapan.


"Ehh... kalo masuk ketuk pintu dulu" jawab nino mematikan ponselnya


"pintu ini sudah hampir jebol aku ketuk dari tadi,bahkan sudah ku gedor" jawab bayu kesal


"Aku tidak dengar" jawab nino


"Bagaimana kau mau mendengar jika kau sedang menghayal begitu" ucap bayyu mencebikan bibirnya


"Kau itu seperti wanita yang sedang cemburu" ledek nino


"Aku masih normal kak" kesal bayu.


"Aku kesini hanya memberi tahu mu kalau besok aku sudah berangkat ke negara A untuk mengurus masalah di sana, aku harap kakak tidak merindukanku karena rindu itu berat" ucap bayu dengan senyum jahilnya.


"Aku tidak akan merindukanmu, pergilah dan ku harap saat pulang kau membawa seorang wanita untuk menjadi istrimu" ucap nino


"Kau fikir mencari wanita segampang itu?tapi akan ku usahakan untukmu kak, Satu lagi kak, ku beri saran agar kau secepatnya membuat keputusan jika seorang wanita terllau lama menunggu dia akan pergi" ucap bayu langsung berlalu meninggalkan nino yang terdiam.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak merasakan apa pun saat bersamanya'' ucap nino


*flashback on*


Hari ini sesuai janji bayu dan nino jam makan siang mereka mengantarkan sandra ke cafe lusy . Sandra sangat merasa bahagia setelah beberapa tahun akhirnya dia bisa mengunjungi lusy dan teman- temannya.


Mobil berhenti tepat di depan sebuah cafe , sandra memandangi bangunan di depannya. Banyak yang berubah dari cafe ini setelah beberapa tahun.


"Apa ibu lusy masih disini?" tanya sandra

__ADS_1


"Tentu saja kak, hanya beberapa karyawan saja yang sudah resign." jawab bayu


"Apa kak dini juga resign?" tanya sandra


"Kau lihat saja sendiri kak, aku mana tau nama- nama karyawannya" ucap bayu


"Kau ini" sandra meliri tajam bayu membuat bayu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. ia melupakan perasaan ibu hamil yang sensitif.


Sandra memilih tempat duduk paling pojok bersama dua pengawal setianya bayu dan nino


Salah satu pelayan cafe itu datang menghampirinya


"Permisi kakak,mau pesan apa?" tanya pelayan itu ramah


"Hmm apa ibu lusy ada? " ucap sandra balik bertanya


"Ada kak, ibu sedang di ruangannya" jawab pelayan itu


"Bisa kah aku menemuinya?" tanya sandra


"Apa kaka sudah buat janji?" tanya pelayan


"Tolong katakan saja padanya sandra ingin bertemu" ucap sandra dengan tatapan memohon


"baik,tunggu sebentar kak"


Beberapa saat menunggu dengan perasaan cemas, akankah ibu lusy masih mengingatnya atau sudah melupakannya dan tidak mau bertemu lagi dengannya.


"Kak kita makan siang dulu lah,baru menemui mantan bosmu" ucap bayu


"bayu benar,jika sampai kau terlambat makan dan bagas mengetahuinya dia pasti akan marah besar pada kami" jawab nini


"Keras kepala, aku tidak akan membiarkan ibu itu menemuimu jika kamu tidak makan" ucap nino


Nino pun memanggil pelayan yang lain dan memesan beberapa makanan


Makanan pesanan nino tiba bersamaan dengan pelayan yang menemui ibu lusy


"Kak silahkan langsung ke ruangan ibu di lantai dua" ucap pelayan itu


Saking senang nya sandra langsung bangun dari tempat duduk nya namun nino menarik tangannya dengan menatap tajam sandra membuat ia duduk kembali.


"Setelah makan siang saya akan menemui nya" jawab sandra


Ketiganya makan tanpa suara, sandra sangat kesal pada nino tapi mau bagaimana lagi jika ia melawan sudah di pastikan nino akan mengadu kan dirinya pada sang suami.


tok...tokk...tokkk


"Masuk" jawab lusy


"Ibu...." sapa sandra


Lusi yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya seketika mengangkat wajahnya


"Sandra,,, kau kah itu nak??" tanya lusy


"Ibu mengingatku?" ucap sandra


"Kau putriku,tentu saja aku mengingatmu" ucap lusy memeluk sandra

__ADS_1


"Bagaimana kabar ibu? maaf aku mengganggu waktu ibu"


"Ibu baik baik saja, ibu malah seneng kamu datang berkunjung, Kau tahu ibu sempat sedih mendengar kabar kau mengalami kecelakaan. Saat itu juga kami semua disini tahu bahwa kau putri sulung keluarga wijaya nak, ibu tahu semua kisahmu setelah kau dinyatakan meninggal" ucap lusy


"Tapi ibu merasa bahagia ketika kau kembali, ibu sangat bangga padamu " lanjut lusy


"Terimakasih bu,itu juga berkat doa ibu" ucap sandra


Keduanya asik dengan obrolan ringan mereka ,membuat dua laki- laki tampan itu datang untuk melihat sandra yang tidak kunjung datang


Tok...tokk...tokkk


"masukk"


"Maaf mengganggu, apa kau sudah selesai kak?" tanya bayu


"Aku sampai lupa mengajak kalian" ucap sandra


"Mari masuk nak" ucap lusy


"Bu ,kenalkan ini adiku bayu dan kakak ku nino" ucap sandra mengenalkan


"Kakak dan adikmu tampan sekali nak" puji lusy


Nino dan bayu yang mendapat pujian pun hanya tersenyum bangga.


"Tolong bawakan minuman ke ruangan saya ya din" ucap lusy pad a sambungan telepone


Tidak lama kemudian datanglah sosok wanita dewasa yang terlihat sangat manis.


Dini karyawan senior di cafe lusy juga menjadi senior sandra saat bbekerja paruh waktu.


"Kak dini" sapa sandra


"Haii sandra? ya ampun kamu semakin cantik saja" puji dini


"kakak juga cantik , aku sangat merindukan mu kak" ucap sandra memeluk dini


"Aku juga sangat merindukanmu san" dini membalas pelukan sandra


"Kak kenalkan ini adikku bayu dan ini kakak ku nino" ucap sandra


"Yaya aku ingat adikmu yang posesif ini san, yang pernah menjemputmu dulu saat kau terlambat pulang" ucap dini tertawa " tapi sejak kapan kau punya kakak?" tanya dini


"Dia kakak angkatku ,tapi sudah ku anggap kakak kandungku sendiri" ucap sandra tersenyum


Dini hanya ber oh ria menanggapi ucapan sandra, dini melirik nino yang tampak acuh pada obrolannya


"Tampan ,tapi dingin" batin dini


"Apa kak dini sudah menikah?" tanya sandra


"Belum san,boro- boro nikah pacar aja gak ada" ucap dini cengengesan


"Nanti jika sudah saat nya kakak pasti kaan bertemu dengan jodoh nya " ucap sandra


"Sandra benar,jika sudah waktunya ornag yang tepat akan datang" timpal lusy


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


__ADS_2