
Quela dan gery berdiri di depna sebuah Rumah mewah dua lantai milik daniel yang terletak dalam satu komplek dengan rumah milik nino.
"Lumayan tapi terlihat kecil" gumam ela yang masih didengar gery
"Tapi aku rasa disini lebih nyaman dari pada di amerika" jawab gery
"Kau pasti sudah tidak waras" jawab ela
"Aku bahkan melebihi kata waras, jika di amerika rumah sangat mewah dengan fasilitas yang sangat memanjakan mu namun di bangun dengan penuh keserakahan berbed a dengan rumah yang kau anggap lumayan ini . Di bangun oleh kerja keras putra kita'' ucap gery
"Dia putra ku bukan putramu" jawab ela langsung pergi meninggalkan gery.
Hubungan kedua nya memang tidak semulus luar nya karena memang pernikahan mereka hanya sebatas saling menguntungkan.
Daniel yang sudah siap menyambutnya pun tampak sedikit gelisah.
"Semoga tuhan berpihak padaku" gumam nya
Quela memasuki rumah daniel dengan sambutan hangat dari anaknya.
ela dan gery memeluk daniel bergantian ,
"Kenapa kau tinggal di rumah kecil ini nak?" tanya ela
"Aku merasa nyaman di sini mom"jawab daniel
π΄π΄π΄
Sesuai kesepakatan kakak beradik itu tidak akan memberikan waktu pada ela untuk beristirahat, sore menjelang malam saat ela sedang duduk bersantai menikmati udara sore untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun , Elena dengan anggun nya berjalan di depan rumah nya pintu gerbang yang sengaja dibuka agar ela dapat melihat elena.
"Wanita itu? tidak mungkin... ini pasti salah" uccap ela berlari untuk memastikan.
"Apa aku berhalusinasi? apa wanita itu gentayangan? itu sudah lama harusnya mereka sudah berkumpul di neraka jadi untuk apa gentayangan" ucap ela
"siapa mereka mom?" tanya daniel
"Ahh?? eehh sejak kapan kau disini?" tanya ela gugup
"Sejak mom berlari kesini, lalu siapa yang berkumpul di neraka?" tanya daniel dengan sorot mata tajam nya.
"Ahh itu, teman lama mom sayang" jawab ela berusaha tersenyum
"Teman lama ? bukan kah mom pertama kali kemari?" tanya daniel
"Hmmm itu"
Belum sempat ela menjawab gery sudah memanggilnya ,
__ADS_1
"Sayang kenapa kau diluar ,udaranya sudah dingin" ucap gery
"Aku hanya melihat- lihat'' jawab ela
"Ayo kita masuk, tidak bagus kau di luar pada waktu sore" ucap gery memeluk ela untuk masuk
"Kau juga masuk lah nak, agar kau tidak sakit" ucap gery
Begitulah pasangan suami istri tersebut jika berada di depan daniel maka mereka akan saling melindungi dan terlihat begitu saling menyayangi.
"Akh sial, hampir saja" gumam daniel.
π΄π΄π΄
Keesokan hari nya , daniel mengajak ela dan gery untuk makan siang bersama di sebuah restoran jepang.
Restoran yang sudah di booking oleh nino untuk melakukan aksi nya .
"Apa kau menyewa restaurant ini nak?" tanya ela
"Bukan mom,tapi teman ku " jawab daniel
Setelah mereka duduk , seorang pelayan membawakan makanann ke meja nya
"Kita kan belum memesannya" ucap ela
"Teman ku yang sudah memesan" jawab daniel
"Diam saja , dan makan lah" jawab gery
"Kenapa kau begitu jahat" ucap Ela yang tidak dihiraukan oleh gery tidak seperti biasanya saat mereka tengah bersama daniel.
Quela merasa kesal, ia pun mengalihkan pandangan ke makanan yang tertata begitu rapi di meja nya.
Namun ia begitu terkejut, makanan itu adalah makanan kesukaan bram dan dirinya saat mereka bersama.
"Kenapa harus makanan ini" batinnya
''Kenapa mom? apa mom tidak suka?" tanya daniel membuyarkan lamunan ela.
"Ahh tidak, mom sangat menyukai nya" ucap ela
Quela terlihat makan dengan lahap meski di dalam fikirannya masih penuh dengan tanda tanya.
"Apa makannya sungguh enak ?" tanya gery
"Tentu saja, ini adalah makanan favorit ku" ucap ela
__ADS_1
"Dimana mom pernah memakannya?" tanya daniel
"Ah? mom hanya melihat di internet dan sangat penasaran dan akhirnya sekarang mom bisa memakannya dan langsung masuk ke daftar favorit mom nak" jawab ela dengan gugup
tak berselang lama akhirnya nino datang juga,
"Maaf membuat kalian menunggu" sapa nino
"Kak kau sudah sampai" ucap daniel memeluk nino
"Kenalkan ini ibu ku ela dan ini ayahku gery dan mom,dad ini temanku nino" ucap daniel memperkenalkan.
Quela sedikit terkejut dengan panggilan ela dari anaknya, seingat dirinya hanya bram dan keluarganya yang memanggil dirinya dengan sebutan ela.
"Hallo om tante, senang bertemu dengan kalian" ucap nino
Quela tertegun melihat nino, ia seperti melihat bram versi muda.
"Apa ini? kenapa anak ini mirip dengan bram?" batin ela
Daniel ,nino dan gery tampak bersenda gurau layaknya teman hanya quela lah yang terlihat diam dengan raut wajah yang sulit di artikan
"Mom apa kau sakit?" tanya daniel
"Mom hanya merasa kurang enak badan " jawab quela memaksakan senyum nya
"Padahal aku ingin mengenalkan mu dengan ibumu " ucap nino
"Ibu? aku harus memastiknnya" gumam ela
"Tante masih baik- baik saja nak, lalu dimana ibumu?" tanya ela
"Sebentar lagi dia datang" jawab nino
Tak berselang lama datanglah seorang wanita cantik yang tak lain adalah sandra
"Maaf aku terlambat" ucapnya
"Dimana ibu ?'' tanya nino
"Ibu sedang dalam perjalanan kak, kau tenanglah ibu bersama bayu dan juga kakek" jawab sandra
"Sandra kau juga datang?" sapa ela dengan senyum terbaiknya
"hallo tante" sapa sandra
"Daniel sebenarnya ada acara apa?" tanya ela sedikit berbisik
__ADS_1
"Hanya kejutan untukmu mom'' jawab daniel
jantung quela berdebar , bukan karena senang akan kejutan daniel namun ada perasaan aneh yang muncul di hati nya.