AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
eps 64


__ADS_3

"Siallll kenapa mereka tiba- tiba menghilang..." teriak Billy dengan membanting beberapa vas bunga yang tertata rapi di ruang kerjanya.


"Ternyata mereka berdua bukan orang sembrangan, akhhh aku tidak akan kalah" teriak billy


Brakkkk


Tiba- tiba pintu dibuka oleh Citra dengan sedikit keras, Citra yang awalnya ingin menemui papa nya untuk meminta solusi untuk berbaikan dengan joy pun berlari ketika mendengar papanya berteriak.


Kini sang mama tengah pergi ke luar negeri untuk urusan dengan teman- teman sosialita nya . Maka dari itu Citra langsung mendorong pintu yang tidak dikunci oleh papa nya.


"Ada apa?" tanya bily raut kesal nya masih terlihat jelas di matanya .


"Papa kenapa? kenapa marah- marah?" tanya citra


"Orang suruhan ku yang ku tugaskan di wijaya gropu me nghilang"ucap billy dengan kesal.


"Suda hentikan pa, biarkan mereka mengurus perusahaan kecil itu. Yang paling penting adalah mendapat hati Joy kembali untuk saat ini pa" teriak Citra.


"Ya kau benar, maaf papa melupakanmu" ucap billy merangkul anak semata wayangnya.


"papa akan membantumu nak" hibur billy


"Papa memang harus membantuku" ucap Citra.


Keduanya pun merangkai rencana untuk mengembalikan kepercayaan joy pada Citra tentunya dengan berbagai cara licik.


Sementara di kediaman Roman kini terlihat sangat sepi. Pelayan dan sepasang orang tua itu terlihat sibuk dengan kegiatan masing- masing.


Roman yang kesehatannya menurun akibat fikiran rasa bersalah yang selalu menghantuinya.


Mila dengan setia merawat sang suami ,memberikan semangat untuk terus berjuang mendapat maaf dari kedua anak- anaknya.


Kini tubuh Roman pun terlihat semakin kurus. Penyesalan akan masa lalu nya dengan billy dan juga anak- anaknya seakan berputar- putar di kepalanya.

__ADS_1


Mila yang sudah beberapa kali menghubungi kedua anaknya pun harus menelan pil pahit karena tak satu pun panggilan dapat tersambung dengan mereka.


"Ini adalah balasan ku untuk semua dosa ku pada anak- anakku, maaf kan ibu nak. Tolong maafkan ibu" batin mila.


Melihat kondisi sang suami yang semakin hari semakin memprihtinkan membuat perasaan mila hancur.


Kata maaf sudah kekuar dari mulut kedua anaknya namun belum sepenuh nya karena bagaimana pun sakit yang mereka torehkan sudah cukup dalam. Dan mungkin saja tidak akan pernah sembuh.


Pagi hari seperti biasa mila akan membantu suaminya membersihakan tubuhnya dan menyuapi sarapan walaupun tak banyak yang masuk ke dalam mulut roman.


"Ayah, makan dulu ya" ajak mila denga lembut


Roman hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab lalu air mata nya mengalir dengan sendirinya.


"Semua karena diriku, seandainya dulu aku tak egois, seandainya dulu aku tidak mendengarkan kata kolega bisnisku tentang perbandingan laki- laki dan perempuan , seandainya aku mendengarkan nasehat billy ,seandainya aku tak bersifat kekanak- kanakan hingga melupakan jasa seorang sahabat. dan masih banyak seandainya yang roman fikirkan kini"


"Biar saya yang menyuapinya " Tiba- tiba terdengar suara yang sangat dirindukan nya itu. Dengan perasaan bahagia mila menoleh asal suara itu. Terlihat sandra dan bayu sudah berdiri di belakangnya.


"Sandra, kamu datang nak?" ucap mila berkaca- kaca


Sandra hanya membalas dengan senyuman dan langsung mengambil mangkok yang berisi bubur untuk roman.


Dengan sedikit gemetar sandra menyuapi roman,namun suapan pertama tak ada respon dari roman.


"Apa ayah sudah lama seperti inj bu?" tanya bayu.


"Ayahmu merasakan penyesalan yang sangat dalam hingga dia seperti ini nak, semakin hari kondisinya semakin buruk" ucap mila tak dapat membendung tangisnya.


"Ayah,,, makanlah Sandra akan menyuapimu" ucap sandra. Tiba- tiba roman merespon dengan melihat ke arah sandra yang kini terlihat gugup.


"Kau bilang apa?" tanya roman pelan


"ayah makan dulu, biar sandra suapi" ucap sandra lagi.

__ADS_1


Tanpa disangka Roman langsung memeluk tubuh putri sulungnya itu dengan penuh kasih


berulang kali pula roman meminta maaf kepada sandra atas semua perbuatannya.


"Maaf sayang, seandainya ayah tidak termakan oleh omongan billy mungkin ayah akan bersikap seperti waktu kita liburan ke bali untuk selamanya. Tapi ayah sangat lemah karena di hasut sedikit saja ayah sudah termakan oleh hasutan itu" ucap roman dengan derai air mata.


Mila dan Bayu hanya diam membisu melihat interaksi ayah dan anak di depannya.


"Sudahlah, aku sudah memaafkanmu ayah. Ingat satu hal,. Kau harus cepat pulih dan menjadi ayah yang kuat seperti dahulu. Tanggung jawab ayah masih besar pada kamu dan perusahaan" ucap sandra dengan lembut.


"Perusahaan?" ucap roman mengulang


"Perusahaan yang ayah rintis dari 0 sudah kembali sandra dapatkan untuk ayah, jadi ayah harus makan dan cepat pulih.


hingga saatnya sandra akan mengumumkan semu nya kepada seluruh dunia bahkan roman wijaya masih hidup hingga saat ini" ucap sandra memberi semangat pada ayahnya.


Dengan lahap roman akhirnya menghabis kan bubur yang di suapi oleh sandra.


"*Hatimu terbuat dari apa kak? Aku salut akan kebaikanmu itu" batin bayu.


"Tuhan apa yang sudah aku lakukan? anak sebaik ini sudah aku sia- siakan" batin mila*.


Sandra pun menghubungi beberapa dokter untuk mengobati roman di rumahnya karena terlalu bahaya jika roman sampai kelur dari rumah itu.


Kini Bagas pun kembali ke kota Z untuk sementara karena merasa sangat merindukan sang ibunda dan ayahnya.


Bagas pun menceritakan niatnya ingin melamar sandra pada kedua orang tuanya.


Mereka sangat setuju jika putri mereka akan kembali ke rumah itu.


Dengan perasaan lega akhirnya bagas mendapat restu dari orang tuanya.


Awalnya bagas mengira tanggapan mereka akan tidak sesuai dengan harapan bagas

__ADS_1


__ADS_2