
Seminggu sudah berlalu setelah hari penyiksaan itu terjadi. Bracel juga sudah meninggal sehari setelahnya dan sudah di makamkan dengan layak.
Perusahaannya sudah hancur namun laluna dan putra satu satunya tetap menjalani hidupnya seperti biasa. Bahkan mungkin sangat jauh lebih baik.
Laluna ikut putranya ke negara orang untuk menuntut ilmu , ia membuang semua kenangan selama berada di dalam kurungan mr bracel.
ia
Miara kini tinggal di mansion namun hanya sesekali ia ada di rumah besar itu. Miara sibuk mencari anaknya rere yang dibuang ayahnya entah dimana.
Awan suaminya masih mendekam di jeruji besi ,bagaimana pun awan lah sang pelaku meski atas suruhan bracel.
Sementara keluarga sandra terlihat baik baik saja , keluarga kecil dan harmonis itu terlihat bahagia. Ibu elena pun sudah kembali ke rumah sandra dan tentu juga bersama nino sang putra.
Hubungannya sudah membaik , elena tidak pernah membahas tentang cucu atau pernikahan.
Di tempat lain di sudut kota di negara sakura terlihat seorang wanita cantik dengan perut yang mulai membuncit sedang menyirami pot bunga yang berjejer rapi di depan rumah kecilnya.
Kiara kini tinggal di kota kecil, tempat salah satu kerabat ayahnya . Meski ia tak tahu dimana ayahnya tapi wanita tua yang ia panggil bibi ini sangat baik pada nya dan juga ibu nya.
Bibi Yen begitulah kiara memanggilnya , meskipun ia sangat baik pada kia tapi tak pernah sekali pun ia memberitahu siapa ayahnya kia.
Bibi Yen masih kerabat jauh dari ayahnya , ia sendiri tidak terlalu ingat bagaimana rupa sepupu jauhnya itu.
__ADS_1
Hanya saat memperkenalkan ibu kiara lah bibi yen bertemu setelah itu mereka tidak bertemu.
Bibi yen sangat menyukai ibu kia hingga mereka terlibat dalam sebuah persahabatan jarak jauh.
"Kiara ayo nak sarapan " teriak bibi yen dari dalam rumah.
"Iya bibi ,kia kesana" jawab kiara dengan tersenyum manis.
Bibi yen tinggal seorang diri , Ia menikah dengab seorang pengusaha namun pernikahannya hanya sekejap karena suaminya berhianat dan membuangnya dengan begitu saja.
sejak saat itu bibi yen tidak kembali ke rumahnya ,ia memilih tinggal seorang diri di sudut kota demi kenyamanan hatinya.
"Ayo kia makan yang banyak cucu ku harus sehat di dalam sana" ucap bibi yen sambil menaruh lauk pauk di piring kiara.
Setiap melihat makanan di piring kiara selalu teringat nino , ia sangat merindukan ayah dari bayi yang ada di perutnya tapi tidak mungkin jika harus menghubungi nya karena kia kenegara ini untuk menjauhi nino.
Bibi yen melihat kiara termenung menatap makanannya merasa iba , gadis cantik dan baik ini harus menerima beban yang sangat sulit.
Hamil ,tanpa suami dan kini harus jauh dari teman temannya demi bisa jauh dari laki- laki itu.
"Bibi akan pergi ke kebun jeruk hari ini , apa kau mau ikut kia?" tanya bibi yen
"Ya bi , aku ikut " jawab kiara dengan semangat.
__ADS_1
Hari hari ia lewati dengan lapang dada , untuk saja kiara tidak merasakan morning siknes seperti wanita lainnya yang membuatnya sakit
Kiara bahkan sangat segar dan sehat ,ia sangat beruntung karena anaknya mengerti kondisi nya.
Tapi tidak dengan nino sentosa , akhir akhir ini laki laki tampan itu sering pusing dan kadang merasa mual . Bahkan nino kini terlihat jarang mandi ,air baginya sangat membuatnya takut entah kanapa ia pun sangat heran.
tapi hal itu tidak ada yang tahu , jika sampai orang lain tahu ia tak mandi maka habis sudah ia diledek karena jarang mandi.
Reza saat ini tengah berada di negara A membantu bayu , setelah kejadian pembalasan pada bracel ia langsung terbang ke negara A .
Nino pulang kerja berbarengan dengan sandra dan bagas , terlihat jika saat ini di rumah sedang kedatangan tamu .
Mereka melihat wanita paruh baya dan seorang laki laki yang seumuran dengan wanita itu duduk bercengkrama bersama Elena.
Terlihat aura kebahagiaan dari senyum Elena
.
.
.
.
__ADS_1
πππππ