AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
Eps 104


__ADS_3

Tiba- tiba kakek budi terhuyung beruntungnya nino sigap untuk memapah sang kakek. Sandra dan nino sepakat membawa kakek ke rumah sandra yang sudah tidak jauh dari sana.


Kakek budi yang masih tak sadarkan diri pun tak tahu ia di bawa oleh dua orang ini. Nino dengan raut wajah kebingungan menatap sandra seolah meminta penjelasan


"Dia kakek budi, kakek yang dulu aku temui seorang diri. Ia tinggal di rumah kecil diujung jalan, saat itu dia hanya tinggal seorang diri" ucap sandra


"Lalu kenapa dia menatapku seperti itu?" tanya nino


"Entahlah, nanti tanyakan saja saat di a sadar" jawab sandra.


Sampai di kediaman sandra ,seorang dokter keluarga sudah datang memeriksa keadaan kakek. Nino dan sandra menemani kakek dan dokter yang sedang memeriksa nya


"Apa dia baik- baik saja dok?" tanya sandra


"Kakek baik - baik saja nyonya, kakek hanya kurang asupan nutrisi dan tekanan darahnya sedikit rendah. Saya sudah menuliskan beberapa resep obat yang harus di tebus" ucap dokter


"Baik, terimaksih dokter" ucap sandra


Nino yang langsung menebus obat sang kakek masih merasa heran dengan sikap kakek itu.


"Apa kakek itu tahu sesuatu tentang diriku?" gumam nino


"Ahhh mustahil rasanya ada yang tahu tentang diriku" lalu menghembuskan nafas beratnya.


Kakek saat ini sudah membuka matanya dan terlihat bingung melihat ruangan yang tampak asing baginya. Tak lama sandra pun masuk membawa senampan bubur dan air putih.


"Kakek sudah bangun" sapa sandra


"Nak kakek ada dimana?" ucap nya


"Maaf kek,aku membawamu ke rumahku. Tadi kakek pingsan saat bertemu denganku di jalan' ' jawab sandra.


Tiba - tiba kakek itu mengingat sosok laki- laki yang tadi ia pegang

__ADS_1


"Kemana dia nak? Apa dia tidak mau melihatku?" tanya kakek itu


"Maksud kakek?" tanya sandra heran


"Laki- laki yang bersamaa mu tadi nak, dimana dia?" tanya kakek


"Dia sedang ke apotek kek, apa kakek mengenal nya?" tanya sandra.


"Kakek tidak yakin tapi wajah nya sangat mirip " ucap budi melihat ke arah depan dengan siratan mata penuh kesedihan.


"Kakek bisa menceritakan nya padaku, aku tahu beberapa tentangnya tapi sebelumnya kakek harus makan dulu ya" ucap sandra


"terimakasih nak" jawab kakek memakan setiap suapan yang diberikan sandra.


Setelah bubur nya habis kakek budi mulai memperbaiki posisi nya menjadi tidur kembali. Kakek budi beberapa kali menghela nafas berat ,seakan mempersiapkan diri melepas beban yang begitu berat baginya.


"Aku memiliki seorang anak laki- laki, ia bernama bram. Kami hanya tinggal berdua semenjak istriku meninggal dunia saat bram berusia 5 tahun. ( kakek menghembuskan kembali nafas tuanya dengan berat) Saat bram dewasa , dia mulai menekuni bisnis nya , hingga bram bisa memenuhi kebutuhannya sendiri . Bram saat itu menikahi seorang gadis yang cantik dan baik hati , Elena dia gadis yang baik namun takhdir nya begitu buruk.


Dan saat aku melihat pemuda itu ,aku melihat senyum elena di dalam dirinya. wajah tampannya sangat mirib dengan bram. Bram ku yang malang" cerita kakek budi dengan sesekali menyeka air mata nya.


"Lalu dimana anak kakek? bram?" tanya sandra


"Aku meminta teman ku melacak keberadaannya , dia menikahi ela karena beranggapan elena telah pergi untuk selamanya dan karena ela juga mengandung anaknya. Tapi bram memilih mengakhiri hidupnya saat mengetahui jika lena meninggal bukan karena kecelakaan melainkan di bunuh oleh ela. Bram menabrakkan diri pada truk di negara wanita itu." ucap budi


"Astaga, kenapa ada wanita yang begitu kejam. Lalu perusaan anak kakek?" tanya sandra


"Semua dikuasai oleh ela" jawab kakek.


"Bagaimana cara nya untuk mengetahui keberadaan cucu kakek? jika benar kak nino cucu kakek hmm apa ada tanda atau apa kek? karena kak nino juga hanya anak panti asuhan " ucap sandra


"panti asuhan? lalu kemana lena? kakek akan melakukan tes dna jika pemuda itu bersedia" jawab sang kakek ,terlihat begitu bersemangat.


"Aku akan membantu kakek, aku akan bicara pada kak nino kek. Sekarang istirahatlah" ucap sandra menyelimuti kakek budi.

__ADS_1


Sandra membuka pintu dan melihat wajah nino yang tampak muram, segera ia membawa nino pergi . Sandra tahu jika nino mendengar cerita kakek budi.


"Kak tenang lah, jika benar dia kakekmu maka tugasmu adalah mencari keberadaan ibu mu kak" ucap sandra


Nino diam tanpa berniat menatap wajah sandra.


"Dengar,,, masa lalu itu pasti ada dan baik buruknya tergantung takhdir. Jika benar kakek keluargamu berarti Tuhan sudah menunjukan jalannya. Kamu harus mencari ibumu, jika perlu kamu harus mengambil apa yang ayahmu miliki. Apa kakak setuju untuk melakukan tes DNA?" tanya sandra


"Aku akan melakukannya, dan jika terbukti aku adalah yang di cari kakek. akan ku balas perbuatan wanita itu" ucap nino


"Kau kakak ku, kau pasti kuat kak. Aku selalu di sampingmu" ucap sandra.


"Terimaksih san"


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


haiii... maaf ya author baru up😁😁


beberapa episode author bakalan bahas tentang kakak Nino dulu ya,πŸ˜‡


happy reading 😍



jangan lupa mampirπŸ’™



jangan lupa mampirπŸ’™


mohon dukungannya untuk like,coment ,vote ya readers πŸ˜‡πŸ˜


thank you :)

__ADS_1


__ADS_2