
Sandra sudah berdiri di depan pintu kamar hotel ditemani maria dan juga bagas.
Maria mengabari jika nino terlalu mabuk hingga memesan kamar dan membawa wanita untuk menemaninya.
sebenarnya sandra tidak merasa terganggu , ia tahu nino tidak akan melakukannya tapi sandra yakin ada rencana jahat di balik itu.
"Ini kamarnya nyonya" ucap maria
"Buka saja pintunya , aku ingin melihat apa benar nino di dalam sana" ucap sandra datar.
pintu terbuka lebar terlihat jika dua orang masih berlindung di bawah selimut
bagas mengusap pundak sang istri sembari tersenyum dengan teduh .
"Tenang saja belum pasti itu nino kita" ucap bagas sedikit berbisik.
Sandra maju dan membuka tirai penutup sinar matahari pagi. ia tidak langsung membuka selimut karena ia tahu jika kemungkinan orang ini tidak memakai pakaian.
Setelah tirai terbuka lebar terliha ada pergerakan dari bawah selimut. Anaa membuka selimut yang menutupnya dan terkejut melihat maria dan juga sandra serta bagas di kamar itu terlihat menunggunya dengan santai.
"Maria apa yang kau lakukan" tanya annna yang terlihat terkejut
"Aku tidak menyangka ternyata ini kamu an" drama maria dimulai.
"Maria maaf kan aku " ucap anna mulai menangis terisak.
__ADS_1
Suara isakan anna membuat laki- laki yang masih tertidur itu pun perlahan membuka matanya.
Saat laki- laki itu membuka selimut yang membungkus tubuhnya maria sangat terkejut.
tapi lain halnya dengan sandra dan nino mereka justru merasa lega.
Laki laki dengan perawakan tinggi dan kekar itu terlihat bingung karena melihat orang asing di dalam kamarnya.
"Siapa kalian?" tanya nya
"Kau yang siapa?" tanya maria
anna yang menunduk tiba- tiba menoleh ke arah suara di sampingnya yang tentunya asing baginya.
"Aku ? kalian yang masuk kamar ku kenapa bertanya padaku" ucap laki laki itu
"Ada apa ini? bukankah kau wanita penghibur yang aku minta semalam? kenapa berlagak tidak tahu" ucap heran laki- laki itu
"Tidak...tidakk harusnya nino yang disini bukan kamu" ucap ana
"Wah wah... ada yang rencana nya gagal rupanya ๐ sandra terbahak melihat ekspresi maria dan anna yang terlihat kesal
"Jangan pernah melakukan hal yang merugikan kalian atau kalian akan menyesal" ucap sandra
"maaf sudah mengganggu waktu kalian tuan ,silahkan lanjutkan" ucap sandra sebelum keluar dari kamar itu dengan pandangan heran dari laki- laki yang masih berada di samping anna.
__ADS_1
"mariaaaaa.... kenapa semua jadi begini?" tanya anna dengan berteriak
"Kau yang masuk ke kamar ini an, bukan salahku " jawab maria berlalu meninggalkan anna yang terlihat sangat kesal.
"Brengsek ... aku gagal lagi" batin ana
"Apa yang terjadi? tanya laki- laki itu
"Diam saja , mana bayaranku?" tanya anna dengan kesal
"ohh aku hampir lupa , ini ambillah dalam kartu itu ada uang ku kira cukup untuk mu . "
"permainanmu sungguh l**r sayang ku" bisik laki laki itu sebelum beranjak dari ranjang itu dengan hanya memakai boxer.
"Akhhh sial ... kenapa aku harus gagal lagi? sekarang aku tidak mungkin bisa menjebaknya atau sandra akan benar- benar membuat perhitungan padaku" guman anna
Sandra mencoba menghubungi nino namun masih nihil ponsel pria itu masih tidak aktif.
"Sudahlah aku yakin nino akan baik- baik saja" ucap bagas
"Ya semoga saja , aku hanya merasa khawatir saja . jika saja bayu sedang dalam kondisi baik dia pasti akan merasakannya tapi kini ia masih fokus pada istrinya" desah sandra
" jangan membuat adikmu merasa bersalah , lupakan saja hal tadi . jika nino selamat dari jebakan wanita itu mungkin saja nino sedang bersama wanita lain atau varel'' ucap bagas
" ya semoga saja wanita nya baik dan kita mengenalnya '' ucap sandra
__ADS_1
"Kau mendukungnya sayang?" tanya bagas tersenyum
"Sedikit " jawab sandra tertawa....