
Markas utama di ruang bawah tanah sudah berkumpul nino sandra serta reza dan semua anak buah nya.
Sementara bracel masih belum juga sadar dari tidurnya.
"Semua dengar kan aku, mulai saat ini kalian akan ku bebaskan memilih jalan sendiri. Aku akan memberikan pekerjaan pada kalian semua . " ucap sandra
"Apa maksudnya bos?" tanya reza menyela
"Dengar aku sudah merasakan jika status ku membuat orang ingin bermusuhan denganku, aku tidak mau jika suatu saat nanti si kembar besar mereka akan dalam bahaya. aku juga tidak mau kalian dan keluarga dalam keadaan yang sama . Tapi jika kalian masih mau setia dengan ku kalian masih tetap bisa meminta bantuan padaku kapan pun itu. Kita tidak bubar tapi mencari jalan yang lebih baik.
kalian paham kan?"ucap sandra
Semuanya mengangguk patuh , mereka paham maksud dari bos mereka.
"Baik bos ,kami mengerti. kami akan tetap setia padamu" jawab reza.
"Baiklah mari kita bersenang - senang sekarang , dan kau ambilkan aku air es " ucap sandra
Tak lama air es yang ia minta akhirnya datang, sandra tersenyum senang.
"Ahhh sudah lama rasanya aku tidak bermain seperti ini. Aku terlalu lama vakum hingga sedikit merasa grogi" ucap sandra mengambil ember yang berisi air es.
Byur.......
Bracel terkejut dan menggigil karena suhu air es yang menimpa nya dengan tiba- tiba.
"Brengsek...." maki bracel
"Bagaimana rasa nya? dingin? belum seberapa dengan dinginnya tanah yang menutup kedua orang tua ku tuan barisca" ucap sandra
__ADS_1
"Aku tidak membunuhnya , kau pasti tahu jika menantu ku yang membunuh wijaya " teriak bracel
"Ya kau benar dan disuruh oleh mu , kau iblis , kau tega membuat hidup putrimu sendiri menderita . Apa kau manusia? " ucap sandra dengan datar.
"Itu urusanku bukan urusanmu " jawab nya
"Sebelum ajal menjemputmu katakan dimana anak miara ? dimana kau bawa cucu mu?" tanya sandra
"Aku tidak tahu" jawabnya
"Jawab" teriak sandra
Lalu sandra mengeluarkan sebuah pisau lipat kecil dari dalam saku jaketnya .
meski bentuknya kecil dan terlihat biasa saja namun pisau lipat itu adalah senjata kesayangan sandra. pisau yang sudah memakan banyak korban .
Sandra semakin mendekat dengan memainkan pisau itu di sertai seringaian licik.
"Wanita gila ... lepaskan aku ,aku tidak tahu dimana anak sial itu" jawabnya memberontak berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya.
"Baiklah aku anggap kau memilih ospi kedua" jawab sandra .
Dengan kasar sandra mengambil tangan bracel dan memotong j*ri kelingk*ng nya membuat bracel berteriak kesakitan.
Setelah d*rah keluar dari j*rinya yang sudah hilang setengah itu ia merasakan sakit yang amat luar biasa teriakannya pun mengisi seluruh ruangan hal itu membuat sandra tertawa .
Di dalam ruangan kini hanya ada nino ,sandra dan reza tentu saja bagas menunggu di luar atas permohonan sandra.
Ia tidak ingin suaminya melihat secara langsung dirinya yang seperti ini.
__ADS_1
"Cepatt katakan atau semua jari dan kepala mu terpisah dari tubuhmu" ucap sandra
"Aku membuangnya , aku tidak tahu sekarang dimana anak sial itu. Anak buahku sudah ku minta membuang nya jauh dari sini" jawab bracel dengan menahan sakit
"Katakan yang sejujurnya bodoh " ucap sandra kembali memotong satu lagi j* ri bracel
Teriakan bracel bagaikan irama musik yang membuat sandra tertawa lepas.
"Sungguh aku membuangnya tapi aku tidak tahu dimana sekarang dia berada " ucap bracel menahan rasa sakitnya.
"Baiklah jika memang begitu " sandra kemudian menghubungi miara untuk memberikan info tersebut.
Setelah dirasa semuanya sudah cukup sandra segera menuju puncak acaranya.
baju mr bracel ia potong dan ikatan nya di kursi kayu juga di lepaskan
Nino dan reza memegang tangannya dengan sekuat tenaga. Mr bracel yang sudah tidak memakai baju pun terlihat banyak bekas cambuk dan darah kering.
Sandra berdiri di belakangnya , mengarahkan p*sau lipat itu tepat di punggung tuanya.
Sandra mulai melukis menggunakan p*sau di punggung bracel hingga teriakan laki- laki paruh baya itu semakin menyedihkan
Setelah puas memahat karya di punggung itu sandra pun kembali melepaskan bracel , memakaikan nya baju baru dan membersihkan sisa darah yang mengenai wajahnya.
"Maaf jika aku harus membuat mu menderita tuan ,kau melukai keluargaku menghilangkan nyawa orang tuaku suatu perbuatan yang tidak akan aku maafkan" jawab sandra
"Sekarang beristirahatlah ,karena tubuhmu akan membusuk dalam dua hari , selamat jalan tuan" ucap sandra dengan senyum seringaian .
"K-ka-kau i-bli-blis" ucap mr bracel terbata.
__ADS_1
Sandra keluar dari ruangan itu , dan tentu saja ia sudah mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum bertemu bagas , sandra hanya takut bagas merasa jijik melihat noda darah yang tertinggal di bajunya.