
Satu minggu berlalu, Billy merawat rena tanpa bantuan dari pelayan. mulai dari memandikan,menyuapi makan hingga membersihkan dan mengganti Pampers nya.
selama seminggu ini sifat rena juga semakin berbeda, sebelumnya ketika mereka masih satu rumah billy memperlakukan rena dengan lembut dengan penuh kesabaran hingga seorang billy terjatuh.
Rena sang istri yang sedang mengalami depresi saat mengetahui nasib putri semata wayangnya kini menjadi lebih keras kepala dan kadang dia akan menolak untuk makan hingga membuat kesabaran billy habis.
"Kauu ini,,, kau sengaja membuatku marah ah? kau fikir kau bisa apa?" bentak billy
"Maaf tuan ,anda tidak boleh kasar pada nyonya" ucap pelayan yang ditugaskan mengawasi billy
"Akhh menyusahkan" geram billy
Billy terlalu sibuk mengurus rena hingga melupakan soal dirinya. Meski pun awalnya billy keberatan dan sering membentak rena tapi seiring berjalannya waktu billy pun merasa sedih melihat kondisi istrinya
Minggu pertama terlewati dengan penuh amarah billy, minggu kedua billy mulai menerima meski masih suka membentak
minggu ketiga billy mulai membiasakan diri toh dia tidak akan bisa keluar sampai bagas yang mengeluarkannya
__ADS_1
Minggu keempat , billy lebih banyak diam billy mulai menyadari sosok wanita yang sedang lemah didepannya kini. Wanita yang selalu mendukung apapun yang dikatakannya tanpa berniat membantah walaupun itu sudah jelas jelas perbuatan salah.
"Maafkan aku , aku bersalah padamu. Aku bersalah pada Roman dan anaknya Aku sadar ,aku sadar akan kesalahanku . Harusnya aku mencari anak kita ,membebaskan anak kita dari tempat kotor itu. Harusnya aku tidak memulai perselisihan lagi sehingga membuat kita kehilangan semuanya" ucap billy sambil membersihkan istrinya.
"Aku akan menebus kesalahan ku ketika aku keluar dari sini. Aku akan menerima apapun yang akan dilakukan sandra padaku. Aku hanya membutuhkan dukunganmu lagi jadi ku mohon cepatlah sembuh, aku merasa sendiri sekarang. " lanjutnya dengan menitikan air mata.
Sementara di kediaman permana bagas sudah mendapat laporan dari pelayan yang ditugaskan mengawasi billy. Bagas tersenyum penuh arti mendengar pengakuan billy.
"Aku tau kau bukan orang sejahat itu. Kau hanya salah jalur tuan hermawan" gumam bagas
"Apa kau sudah senang nak?" tanya betran
"Bersabarlah, jika kalian berjodoh semua akan dimudahkan oleh yang di atas. Ingat lah untuk tidak menyakiti hati perempuan nak" ucap betran dengan senyum tulusnya.
"Aku akan ingat kata- katamu pa,terimakasih sudah tetap tersenyum untukku" ucap bagas dengan memeluk tubuh tua sang ayah.
*flashback on*
__ADS_1
"Kak aku... Aku belum siap menikah untuk waktu dekat ini, tapi aku pasti bersedia menjadi istrimu asal kau mau menungguku. Aku masih belum menyelesaikan semua tugasku . Sesuai janjiku aku tidak akan memikirkan kebahagiaanku sebelum semua urusanku selessai kak" jawab sandra penuh penyesalan.
"Aku akan menunggu sampai kapan pun kau bersedia" jawab bagas lembut.
"Kak apa kau tega melihatku menjadi duda dalam waktu yang lama? " ucap bayu tiba- tiba
"Maksudmu?" tanya sandra
"aku sudah berjanji padamu,jika kau sudah menikah barulah aku akan mencari pendamping. Apa kau melupakan nya?" ucapnya.
"Boy ,,,jangan seperti itu" ucap sandra menunjukan raut kesedihan
"Aku sudah berjanji kak, dan aku minta agar kau tidak menggantung oppa mu terlalu lama kak" ucap bayu
"Akan ku ushaakaan urusan ku cepat selesai boy" jawab sandra
Membuat senyum tipis mengembang di bibir bagas,
__ADS_1
"Aku akan senantiasa menunggumu sampai kamu yang akan mengatakan pergi" batin bagas.
*flashback off*