AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
Episode 126


__ADS_3

Hari ini bagas dipindahkan ke rumah sakit besar di kota B . Kondisinya masih sama seperti sebelumnya, tidak ada tanda- tanda ia akan tersadar.


Sandra dan yang lainnya sudah tiba di rumah besar milik keluarga kecil permana. Nino serta ibu dan kakeknya memutuskan tinggal di rumah sandra karena atas permintaan sandra.


Mereka pun tidak bisa menolak keinginan wanita itu untuk bersedia tinggal bersama nya.


Roman dan mila pun mengunjungi putrinya, mereka berdua mendengar kabar soal koma nya sang menantu .


"Ayah dan ibu ikut prihatin atas apa yang menimpa suami mu nak" ucap roman.


"Terimakasih ayah, itu mungkin sudah takhdir " jawab sandra


"Bersabar lah nak, semua akan indah pada waktunya" ucap mila memeluk putrinya.


"Tidak apa - apa bu,aku baik- baik saja.


Ow iya apa kalian mau menginap?" tanya sandra


"Tidak nak, ayah sekalian kemari ingin meminta ijin untuk menjenguk billy dan yang lainnya. Ayah sudah memesan tiket dan sore ini ayah akan berangkat" ucap roman


"Oh baiklah ayah" jawab sandra.


Setiap malam sandra selalu berdoa agar bagas bisa kembali pulih seperti sedia kala.

__ADS_1


Siang hari sandra mengunjungi bagas untuk sekedar menyapa, mengajak nya bicara karena menurut dokter seringnya diajak berkomunikasi itu akan lebih baik.


"Mas aku akan membantu nino untuk segera mendapatkan perusahaan nya. Dan ku minta padamu agar kau juga bisa membantu nya ,sadarlah" ucap sandra


"Kau tahu mas, anak kita sudah semakin besar. Bahkan mereka sangat berat saat ini, andai saja kau bisa melihat tumbuh kembangnya setiap hari. Mereka sangat lucu, alexa sangat mirip denganmu dan axel tentu mirip denganku,cukup adil kan " lanjutnya.


Setiap sandra berkunjung ia selalu menceritakan si kembar, bahkan ia juga menceritakan kisah pertemuannya dahulu.


Seminggu setelah dipindahkan, kondisinya tetap sama. Salah satu dokter menyarankan agar mencabut alat bantu yang terdapat pada tubuh bagas namun dengan tegas sandra menolaknya.


"Sebaiknya alat nya dicabut saja nyonya, sudah tidak ada lagi harapan " ucap dokter itu


"Tidak, aku tidak akan pernah melakukannya. Kemana dokter mia? dia yang bertanggung jawab pada suamiku" ucap sandra dengan tegas.


"Maaf nyonya dokter mia sedang libur" jawab dokter itu menunduk


Dokter itu mengangguk dan pergi ,


"Mas kau dengar? dokter itu ingin membunuhmu. Apa kau pindah ke rumah saja mas?" desah sandra


Setelah cukup lama sandra pun berpamitan , ia segera pergi ke kanto NA company untuk menemui nino.


Tiba di ruangan nino sandra mendudukan tubuhnya di sofa , ia memijat keningnya memikirkan ucapan dokter itu.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya nino


"Aku mau kak bagas di rawat di rumah, beli semua peralatan yang di perlukan dan siapkan satu kamar khusus seperti rumah sakit" ucap sandra tanpa menoleh nino


"Kau gila? itu sangat mahal" jawab nino terkejut


"Apa uangku akan habis? tidak mungkin kan jadi lakukan lah" ucap sandra


"Apa yang terjadi?" tanya nino


"Seorang dokter memeriksa kondisi suamiku dan dia menyarankan mencabut alat yang terpasang di tubuhnya karena menurut dokter itu semua hanya sia- sia" ucap sandra dengan air mata yang mengalir.


"Dokter mia?" tanya nino


"Bukan, ku rasa dia dokter di rumah sakit itu. Aku tidak mau jika tiba- tiba dokter itu datang men mencabut alat yang terpasang di tubuh kak bagas" ucap sandra


"Baiklah,aku akan membicarakannya dengan dokter mia dan menyiapkan satu ruangan untuk rumah sakit dadakan di rumahmu" jawab nino


Sandra hanya menunduk , ia sangat khawatir akan bagas yang masih terbaring di rumah sakit.


"Tenang, anak buah kita sudah berjaga disana jadi tidak mungkin ada yang bisa menyakiti adik ipar" ucap nino menenangkan sandra.


Seperti permintaan sandra , satu ruangan di sebelah kanan kamarnya di sulap menjadi kamar rumah sakit, bagas pun di pindahkan dengan dokter mia dan seorang perawat stay di rumah sandra.

__ADS_1


Sandra merasa lega karena suaminya kini berada di rumah , tak perlu takut untuk meninggalkan sang buah hati ketika menemani suaminya karena lokasi mereka sama.


"Aku sedikit lega karena mas sudah berada di rumah" ucap sandra.


__ADS_2