
Nino terkurung di dalam kamar nya dari kemarin , hari ini mau tidak mau ia akan menyandang status seorang suami untuk wanita yang ia benci.
Ibu Elena masuk dengan membawa satu stel jas yang terlihat sangat bagus tapi tidak menurut Nino. Kepalanya masih sedikit pusing akibat obat tidur yang ibunya sendiri berikan padanya.
Tidak ada sandra ,tidak ada bagas ataupun bayu bahkan reza juga belum kembali . Nino merasa sendiri , tidak memiliki pilihan selain meuruti ibunya untuk saat ini.
"Jika ini saatnya aku melupakanmu ,maka aku akan berusaha" batin nino melirik ponselnya yang terdapat foto keluarga .
"Nino maaf kan ibu, ini tidak seperti keinginan ibu . Tapi kenyataan itu membuat ibu harus tegas nak" ucap elena lalu meninggalkan nino yang menatap sendu setelan baju yang akan ia gunakan .
Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga dan saksi . Bahkan sandra mungkin akan tertinggal karena ia baru dikabari malam hari.
"Tolong tunjukan jalan terbaik" ucap nino mengusap foto keluarga itu.
Mereka sudah berkumpul di ruangan keluarga, tempat yang dipilih adalah rumah sandra dengan ibu elena yang meminta meminjam rumahnya. Sandra tidak bisa menghentikannya atau sekedar hanya menunda .
"Mas bagaimana ini , kalau sampai nino dijebak bagaimana?" ucap sandra gelisah. Saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat
sandra ,bagas dan si kembar kembali dengan perasaan khawatir.
__ADS_1
"Sabar sayang , kita tidak tahu bagaimana ini terjadi . Doakan saja semoga kita tiba sebelum acaranya" ucap bagas menenangkan sandra.
Sementara reza juga kembali hari ini tapi ia tidak tahu yang terjadi di mansion sandra.
Reza sudah berada di bandara ,ia menelpon sandra namun ponselnya tidak aktif
ia pun menelpon nino , dan panggilan ke empat akhirnya panggilan tersambung.
"Hallo " jawab nino
"Tuan saya baru sampai di bandara , saya akan ke kantor sekarang" jawan reza
"Apa ? tidak itu tidak boleh terjadi . Saya akan kesana sekarang" ucap reza . Ia segera berlari mencari taksi dan menuju mansion.
"Ya tuhan bagaimana ini , kasihan kiara jika nino menikahi wanita lain" ucap reza mengusap kasar wajahnya.
Ting ....
Sebuah email masuk di tab milik reza .
__ADS_1
Ia melirik sebuah pesan yang dikirim dari aku xxx56@gmail.com
"Astaga .... Aku harus bisa menolong mu tuan" ucap reza
"Pak tolong lebih cepat saya akan membayarmu 5 kali lipat" ucap reza .
Nino berusaha mencegah pernikahan terpaksa ini, ia memohon pada ibunya bahkan mengancam wanita itu tapi tetap saja ia tidak bisa melakukan hal lebih . Bagaimana pun elena adalah ibunya .
"Akkhhh" teriak nino frustasi.
Semuanya sudah berkumpul di ruang belakang yang di sulap menjadi altar pernikahan. Hanya beberapa orang yang hadir ,bahkan daniel pun tidak terlihat karena acara dadakan ini.
Para pengawal yang berjejer menjadi saksi dan pihak merry yang di wakili oleh manager serta Om dan tante bayarannya.
"Maaf ya nak ,pernikahanmu harus sederhana begini. Setelah urusanmu berakhir ibu janji akan membuat kan pesta meriah untuk pernikahan kalian" ucap elena yang mengusap lembut tangan merry.
"Itu bukan masalah untukku ibu, aku bersama nino sudah sangat bahagia . Dan maaf kami melakukan hal yang salah" ucap merry
"Itu sudah terjadi , yang penting kalian mau m mempertanggung jawabkan nya." ucap elena.
__ADS_1
"Akhirnya semua nya menjadi nyata, sudah ku bilang jika kau tidak akan bisa menolakku Nino" batin merry