
*flashback on*
"Tuan ada info terbaru dari keluarga hermawan " lapor salah satu orang kepercayaan bagas.
"katakan" jawab bagas.
"Saat ini tuan hermawan tengah berada di perusahaan milik sahabatnya, beliau meminta bantuan pada putri dari sahabat nya itu. Perusahaan dan semua aset lainnya sudah diakuisisi oleh PB company dan beberapa disita oleh bank. Tuan hermawan sudah jatuh miskin untuk waktu yang singkat istrinya dikirim ke rumah sakit jiwa karena beliau sudah tidak mau berurusan dengan nyonya hermawan" lapor nya
"Apa yang kamu lakukan padanya nak?" sela betran yang tiba- tiba muncul
"Pa... Mari duduk dulu pa,biar bagas jelaskan" ucap bagas tersenyum
"Katakan semuanya" ucap betran
"Aku tidak melakukan apa pun pa,aku hanya mengawasi gerak geriknya papa bisa tanyakan padanya'' ucap bagas menunjuk orang kepercayaannya
"Benar yang di katakan tuan bagas tuan besar" ucapnya tanpa menunggu pertanyaan betran.
"Lalu ?" tanya betran
"Itu ulah calon menantumu pa, aku sudah menduga wanitaku itu tidak mungkin diam begitu saja" ucap bagas menghela nafas
"Apa yang dilakukan sandra?" tanya betran
Bagas pun menceritakannya kepada betran tanpa ada satu rahasia pun hingga membuat betran merasa takjub akan sosok wanita yang dulu sangat polos saat pertama kali datang kerumahnya.
"papa sangat bangga pada sandra, anak yang mandiri dan sangat menghormati keluarganya. Tapi nak kau sebagai calon suaminya harus mengingatkan dia agar tidak sampai kelewat batas, kita memang kehilangan mamamu tapi semua itu sudah takhdir dari yang diatas" ucap betran tersenyum pada putranya.
"Aku mengerti pa, aku akan mengambil alih tuan hermawan" ucap bagas memeluk tubuh tua sang ayah.
__ADS_1
"Aku harus pergi dulu, aku akan menemui nyonya hermawan pa" ucap bagas
''baiklah nak" ucap betran
Diruangan rumah sakit terlihat seorang wanita terbaring di ranjang rumah sakit . Bagas masuk dengan membawa sebuket bunga
"Haii nyonya, apa kabarmu hari ini? " sapa bagas.
"Aku harap kau akan segera pulih dan bisa kembali pulang. Aku sungguh membutuhkan bantuanmu" ucap bagas
"aku tau kau merasa kecewa pada suamimu, jadii kau harus segera sembuh untuk membantu ku" ucap bagas.
*flashback off*
"Oppa ayo jelaskan" ucap sandra dengan menampakan deretan gigi putihnya.
"hmmm baiklah..baiklahhh" ucap bagas tersenyum lembut.
"Terbuat dari apa hatimu oppa?" tanya sandra
"Kau juga begitu sayang, kau juga begitu murah hati" ucap bagas tersenyum
"Tapi aku belum puas melihat pulpy bermainn dengan nya tadi" ucap nino
"Aku bahkan melihat hanya sekilas" sahut bayu
"Aku tau kamu sangat sedih atas kehilangan orang yang paling berharga dihatimu, dan aku akan membantumu untuk menyadarkan orang jahat itu " ucap sandra
" aku perlu bantuanmu yang lain" ucap bagas
__ADS_1
"Katakan saja aku pasti membantumu" jawab sandra serius
"Kau yakin akan membantuku?" tanya bagas
"Aku juga akan membantu dengan senang hati" sambar nino dengan percaya diri
"Aku juga,apapun untuk orang yang telah menyelamatkan kakakku" bayu menimpali
Bagas hampir lupa jika masih ada dua orang lagi bersama nya kini, membuat senyumnya mengembang akan sikap antusias dari dua laki- laki yang sudah seperti saudaranya sendiri
"Aku hanya memerlukan bantuan sandra saat ini" ucap bagas dengan mimik penyesalan
"Katakan saja oppa aku sangat penasaran, dan untuk kalian diamlah biarkan oppa menjelaskan" ucap sandra tidak sabar.
"Baik" jawab nino dan bayu serempak
"Aku perlu bantuanmu untuk...
hmmm untukk..
"untuk apa kak?" tanya sandra
"kau mengganti panggilan mu lagi?" ucap bagas
"Maaf oppa katakanlah...." sandra mulai kesal
"Aku membutuhkan dirimu untuk menjadi istriku,menjadi ibu dari anak- anakku" ucap bagas tersenyum penuh harap
Kata- kata nya berhasil membuat sandra terdiam mencerna setiap kata yang diutarakan oleh bagas.
__ADS_1
"Kak aku.......