
"Selamat pagi semuanya,maaf sandra terlambat" ucap sandra pada orang yang tengah duduk di meja makan.
Pagi ini terasa ramai karena kehadilan mama mela dan juga papa betran yang memberi kejutan pada acara sandra kemarin.
"Pagi sayang, ayo langsung sarapan." ajak mela lembut.
Kelima orang itu pun memulai sarapannya dengan suasana hening.
Setelah selesai sarapan mereka kembali duduk di ruang keluarga.
"Apakah papa melewatkan sesuatu kemarin?" tanya bet dengan mata berkedip kepada sandra .
Hal itu membuat sandra menunduk karena malu
"Oh iya kah? Apa tidak ada yang mau berbagi kebahagiaan pada kami para orang tua?" goda mela.
"Apa mama dan papa akan marah?" tanya sandra polos
"Tergantung kejujuran anak gadis papa" ucap bet dengan senyumnya.
Bagas yang melihat sandra dijahili oleh kedua orang tuanya pun duduk di sebelah sandra dengan merangkul bahu wanita yang resmi menjadi kekasih nya itu.
"Heii papa dan maama jangan menggoda wanitaku terus, apa kalian tidak kasihan melihat pipinya yang merona?" ucap bagas dan mendapat cubitan di pinggangnya
"aww ,,, sakit sayang" ucap bagas dengan mengelus bekas cubitan sandra.
Membuat semua yang berada dalam ruangan itu tertawa akibat ulah sandra yang masih malu- malu
"Sayang, mama senang sekali saat tahu bahwa anak nakal mama ini menyukaimu" ucap mela memeluk calon menantu yang sudah dianggap anak angkatnya.
"Papa juga merasa tenang sekarang mengetahui dirimulah yang akan menjadi pendamping putraku" ucap bet dengan tulus.
"Kalian merestuinya?" tanya sandra.
"Tentu saja, bagaimana bisa kami menolak gadis sebaik dirimu sayang" ucap mela.
"Terimakasih pa, terimakasih ma aku menyayangi kalian" ucap sandra
"Apa kamu melupakanku ?" tanya bagas.
"Tentu tidak kak" jawab sandra malu.
"Sandra sayang, tolong jaga bagas ya nak. Mama percaya padamu , kamu adalah sosok yang tepat untuk putra mama" ucap mela.
__ADS_1
"Dan kamu anak nakal, jaga calon menantu mama ini. Jangan biarkan air mata mengalir di pipi mulusnya ini. Mama aka sangat marah jika sampai kamu mengecewakannya" ucap bet yang kali ini dengan sebuah tepukan di pundak anaknya .
''Kenapa om berbicara seperti itu? tentu saja kita akan menjaga kakak bersama " ucap bayu
"Ahh iya , kalian akan menjaga nya bersama" ucap bet diselingi tawa.
"Tentunya dengan papa dan mama yang akan mendampingiku dan kak bagas selamanya'' ucap sandra.
Merasakan sebuah hangatnya keluarga semenjak hal yang sulit dilupakannya itu membuat sandra sangat menyayangi sosok calon mertuanya ini.
"Tuhan tolong jagakan mereka untuku, berkat semangat mereka aku bisa menjadi diriku yang sekarang" batin sandra.
Di Negara upin dan ipin.
Terlihat seorang perempuan dengan penampilan yang berantakan, air mata yang mengalir tanpa suara dengan mata yang membengkak.
Dialah Citra putri semata wayang dari billy hermawan. Kini dia sudah tinggal bersama joy di negaranya.Namun bukannya menjadi ratu melainkan menjadi selir yang tak dianggap.
Citra sangat kecewa akan sandiwara yang selama ini dimainkan oleh joy
\****flashback on***\*
Setelah hari pernikahan itu esok harinya joy memutuskan untuk membawa citra ke negara Malaysia meskipun billy sempat tidak setuju untuk jauh dari putri semata wayangnya namun karena iming- iming untuk mengenalkan citra pada keluarga besarnya akhirnya billy setuju.
Sesampai nya di negara Malaysia joy membawa citra ke rumah utama untuk dikenalkan dengan istrinya. Awalnya joy sudah memberi tahu istrinya tentang kehamilan citra dengan berat hati istrinya joy yang bernama sonia pun memberikan ijin .
"Aku pulang" teriak joy
"Papiii...." teriak seorang anak yang berlari menghampiri joy . Hal itu membuat citra mengerutkan kening, bagaimana mungkin seorang anak memanggil suaminya papi?
"Mami dimana sayang?" tanya joy lembut
"Sedang bersama dokter pap" ucap anak itu setelah mencium tangan papinya.
"Joy siapa anak ini?" tanya citra yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Anak ku" jawabnya singkat
"Anak? kamu bercanda?" tanya citra terkejut
"Mass kamu pulang" ucapan seorang perempuan yang cantik dan memiliki body bak gitar spanyol menghampiri joy dan langsung mencium punggung tangan joy
Citra yang sudah tidak bisa berfikir jernih pun langsung bertanya dengan nada yang sedikit tinggi Bagaimana mungkin ada seorang perempuan yang lebih cantik darinya memanggil suaminya dengan sebutan mas, Padahal dirinya sudah berharap akan menjadi ratu di istana milik suaminya.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini joy?" teriak citra
"Apa? oh aku lupa mengenalkan sonia padamu. Perkenalkan ini sonia istriku dan ini putraku jason" ucap joy dengan memeluk pinggang ramping sonia.
"Hallo citra ,selamat datang'' sapa sonia ramah.
"Papi, siapa tante ini? kenapa terlihat galak?" tanya jason.
"Saudara jauh papi " ucap joy mengelus puncak kepala anaknya
"Kau membohongiku selama ini? Kenapa kau kejam?" teriak citra. Joy yang sudah mulai terpancing pun menyeret citra menaiki lantai dua rumahnya dan mendorong citra pada sebuah kamar.
"Bisa tidak jangan teriak- teriak padaku, Aku bukan mantan suamimu yang bisa kau perlakukan seenaknya" ucap joy tajam
"Aku tidak mau dimadu" ucap citra
"Aku yang dimadu bukan dirimu, kamu yang jadi madu di rumah ini" ucap sonia yang tiba- tiba masuk.
"Aku tidak mau, joy kau pilih ceraikan aku atau dia" ucap citra
"Kau .... Kauu yang memaKsa ku untuk menikahimu j*l*ng jadi jangan harap aku akan melepaskanmu begitu saja sebelum anakku lahir" ucap jot dengan menunjuk citra.
Hancur begitulah perasaan citra kali ini. Hal yang baru baginya berada jauh dari orang tua yang selalu memanjakannya , dan kini nasibnya pun mungkin akan semakin memburuk.
"Papi tenangkan dirimu, ingat dia sedang mengandung anakmu. Oh aku hapir lupa, Dokter lisa sudah menunggu sejak tadi, aku sengaja memanggilnya untuk memeriksa keadaannya setelah melalui perjalannan dalam pesawat" ucap sonia.
"Kamu memang istri terbaiku" ucap joy tak sega dia mencium bibir istrinya yang sangat dirindukannya. Joy pun keluar untuk memanggil dokter lisa .
"Sudah terima nasibmu, salahmu sendiri tidak menjaga diri mu hingga bisa hamil anak suamiku, satu hal yang perlu kamu ketahui Joy memang seperti itu, bermain perempuan adalah kebiasaannya sejak remaja jadi kamu harus banyak belajar" ucap sonia pada citra yang masih terlihat menangis.
"Lalu kenapa kamu menerimaku?" tanya citra.
"Aku sedang tahap untuk menghilangkan kebiasaan joy, sebenarnya hampir berhasil tapi dia malah memiliki anak dari dirimu'" ucap sonia, tersirat kesedihan di dalam matanya yang di sembunyikan lewat senyuman.
Tiba- tiba ruangan terbuka dan muncullah joy bersama seorang wanita yang berpakaian dokter.
Sontak membuat wajah citra pucat pasi, bagaimana jika sandiwaranya ternongkar di hari pertamanya di rumah sang suami? Rasa ketakutan sangat jelas tercetak di wajahnya . Sonia yang memperhatikan sedari tadi pun menaruh curiga.
"Dokter lisa, tolong periksa wanita ini. Apakah kondisi kehamilannya baik- baik saja" ucap sonia.
"Baik nyonya" ucapnya.
Dokter lisa membawa alat yang cukup memadai hingga bisa memeriksa secara menyeluruh.
__ADS_1
Namun melihat kening dokter lisa yang mengkerut membuat rasa curiga sonia semakin banyak.
"Maaf tuan dan nyonya sepertinya..