
Setelah pemakaman roman dan mila selesai semuanya berkumpul di ruang keluarga. Terlihat jika semuanya masih berduka terlebih si kembar yang begitu menyayangi keduanya.
Kini mereka tak lagi memiliki kakek nenek , meskipun tinggal jauh tapi saat liburan pasti si kembar akan datang menjenguk .
Tiba- tiba sandra bangun dari duduk nya , ia pun melirik liana yang duduk di sebelah bayu.
"Lia bisa ikut aku ke ruang kerja?" tanyanya
"baik kak" jawab liana
Mereka berdua tampak berjalan ke sebuah ruangan di lantai dua rumah itu.
Bagas hanya memandang sandra tanpa berniat bertanya . ia memberikan waktu untuk sandra ,mungkin ada hal penting yang harus mereka bicarakan karena bayu masih sedih memikirkan pertemuan singkatnya dengan sang ayah dan ibu.
Bagaimana pun sifat orang tua pada anak- anak nya pada akhirnya mereka tetap akan memaafkan dan akan tetap menyayangi mereka dengan sepenuh hati.
Sandra duduk di kursi kerjanya sedangkan lia duduk di depannya.
"Ada apa kak?" tanya liana serius
"Aku sudah meminta reza menyelidiki siapa yang membunuh ayah dan ibu . Dan aku juga sudah memeriksa belatinya" ucap sandra
__ADS_1
"Apa kau tahu apa yang aku temukan?" tanya sandra
liana menatap bingung , tapi ia tahu sedang ada hal yang sangat penting.
"Kau tengah hamil muda lia , aku ingin kau pergi dari sini bersama bayu. Pergilah ke negara A tinggallah disana dan urus perusahaanku di sana bagaimana?" tanya sandra.
" Aku akan menurut kak ,tapi katakan dulu apa hubungannya dengan kehamilanku? dan kematian ayah?" tanya lia
"Aku memeriksa belati itu dan dokter sudah mengatakan jika itu adalah racun yang mematikan , belatinya terlihat biasa saja bahkan tidak setajam senjata kita " ucap sandra
"Siapa pelakunya?" tanya Lia
"Nama pelakunya awan,dia adalah suami miara kau pasti masih ingat wanita itu" ucap sandra
"Kak apa maksudmu mia yang melakukannya dan mengorbankan suaminya?" tanya lia
"Bukan , aku mendapat kabar jika miara sangat marah dan memaksa awan untuk mengatakannya tapi laki- laki itu hanya diam seolah sedang sangat terguncang."
"Aku sudah meminta yang lain untuk menanyakan semuanya pada mia dan juga awan jika mereka tak mau di penjara " ucap sandra
"Ijin kan aku untuk bertemu miara kak, sekali saja " ucap lia
__ADS_1
"Itu berbahaya ,dugaanku mr bracel lah dalangnya . Laki laki tua itu cukup teledor menjalankan rencana nya . Lebih baik aku yang membawa mia kemari " ucap sandra
" Tapi kak aku juga ingin membantumu" ucap lia
"Kau sedang mengandung keponakanku , kau jaga lah rahasia ini dulu . Aku akan mengatakan pada bayu perihal kepergian kalian ke negara A"
"Baiklah kak, aku akan menurut padamu " ucap lia"
"Jaga bayu disana , beberapa orang akan menjaga kalian di rumah itu . Aku pastikan rumah itu sangat aman " ucap sandra
Sebelum keduanya keluar mereka berpelukan untuk saling men suport.
Miara terlihat sangat syok saat tahu awan sang suami membunuh orang dan lebih terkejut saat tahu mereka adalah ayah dan ibu calon mertuanya dahulu.
Mia memaksa awan berbicara tapi awan hanya menangis .
"Mas katakan siapa yang menyuruhmu, ini pasti ulah papa kan mas katakan mas..." teriak miara dengan menangis.
"Nona tolong anda tenang , dan maaf waktu besuk sudah habis" ucap polisi di sebelahnya.
Sejak miara tahu jika awan di bawa ke polisi ia sangat histeris ,mia menyadari sifat bracel sebelum ia kembali ke kota ia sangat yakin awan dan bracel memiliki rahasia.
__ADS_1
"Aku akan membuat perhitungan pada tua bangka itu" geram miara....