AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
Eps 106


__ADS_3

''Baik lah saya akan bacakan hasil tes DNA dari tuan nino dan kakek budi . Hasilnya berdasarkan sampel rambut dan darah yang sudah kami ambil dan menunjukan bahwa hasilnya adalah positif." ucap dokter


Raut bahagia menyelimuti hati kakek budi, dia langsung memeluk sang cuucu yang sudah lama dia cari. Nino masih terlihat diam tanpa ekspresi.


"Maaf kan kakek cucu ku, kakek tidak bisa menjaga mu dan ibu mu ,ampuni kakek" ucap kakek budi dengan derai air mata di kulit keriputnya.


"Bukan salah kakek, terimakasih sudah mau menganggap ku . Aku sangat bahagia bisa bersama keluarga ku" ucap nino tak kalah terharu nya.


Bahkan sandra dan bagas yang menyaksikan itu juga terlihat meneteskan air mata. Bagaimana sandra tahu ke rinduan Nino pada sosok keluarga nya meski terbesit rasa kesal karena membiarkan ia di besarkan di sebuah panti asuhan.


"selamat kak,Akhirnya kkak kamu bisa menemukan keluargamu" ucap sandra


"Selamat kakak ipar" ucap bagas


"Terimakasih semua nya , mungkin jika bayu disini aku lebih bahagia" ucap nino


"Bayu pasti senang mendengar berita ini, nanti kau hubungi adik mu itu kak" ucap sandra.


"Kakek mulai saat ini tinggal lah bersama ku, aku akan mencari keberadaan ibu" ucap nino


"Baik nak, terimaksih telah menerima kakek tua ini" ucap kakek budi . Kedua nya pun berpelukan .


Di kediaman Nino dua laki- laki beda usia itu tengah duduk bersantai di belakang rumah tepat di pinggir kolam renang. Tak pernah merasa se bahagia ini nino terus saja tersenyum membuat aura ketampanannya keluar sempurna.


"Kamu mirip sekali dengan bram ayahmu, dan senyum manismu persis dengan elena ibu mu" puji kakek budi


"Aku akan mencari ibu secepatnya kek, dan tentang wanita itu, siapa dia kek?" tanya nino


"Kamu bisa mencari wanita itu dengan menyelidiki nama perusahaan ayahmu BEM's group itu nama yang diberikan ayahmu tapi aku rasa perusahaan itu sudah berganti nama seiring berganti nya pimpinan " ucap kakek budi.


Nino dan kakek budi berbagi cerita mereka selama hidup masing- masing. Seperti tak habis- habis nya cerita kakek dan cucu itu hinggga larut malam masih terlintas obrolan ringan disertai canda tawa.


Keesokan hari nya , Nino sudah berada pagi- pagi di rumah sandra. Nino kini juga sudah memakai jasa pelayan untuk menemani kakek budi selama ia bekerja dan tentu nya pelayan itu berasal dari rumah sandra.


"Aku punya petunjuk tentang keluarga ela" ucap nino


"Katakan" ucap bagas dan sandra


" Ayah ku dulu mempunyai perusahaan yang di kuasai wanita itu bernama BEM's group" ucap nino


"Aku seperti pernah mendengarnya" ucap bagas


"Aku sudah mencarinya di internet namun tidak ada " ucap nino


"Serahkan padaku" ucap sandra

__ADS_1


"sandra , sebaiknya kamu istirahat kasihan keponakan ku jika ikut memikirkan hal ini" cegah nino


"tidak bisa, aku juga tidak capek kak. Aku hanya meminta orangku untuk menyelidiki setelah aku mendapatkannya aku serahkan pada dua laki- laki yang hebat ini" ucap sandra


Bagas Tahu keinginan sang istri tidak akan pernah bisa di tolak membuat bagas memilik tersenyum daripada menentangnya.


"Baik lah baik lah... Dan hari ini aku akan ke panti asuhan lagi untuk mencari tahu lebih banyak" ucap nino


"Aku akan menemanimu" jawab bagas


"Bagus, kalian pergilah dan ingat bawakan aku makanan ketika kalian pulang" ucap sandra


Diperjalanan menuju panti asuhnya di kota tetangga, nino hanya diam berusaha fokus pada jalanan.


"Santai saja, berdoa lah agar semua sesuai keinginan mu" ucap bagas.


"Tentu saja, aku hanya sedikit tegang . Aku takut jawaban yang aku dapat dulu akan semakin menyakitkan ku" jawab nino


"Ada kalanya tuhan memberi kita kenyataan pahit namun percaya lah jika tuha punya rencana yang lebih indah setelahnya" ucap bagas .


"Cihhh kau sudah seperti seorang kakek kakek yang memberi ku petuah" ucap nino tertawa.


"kakak ipar... Aku bisa meminta hal padamu?"tanya bagas.


"Apa ? kenapa tumben kau bertanya?" ucap nino heran


"Apa yang kau katakan? kita akan menjaga nya bersama" ucap nino


"Kau tahu, seseorang selalu mengawasi gerak gerik ku. Bahkan beberapa anak perusahaan ku sudah di serang beberapa kali. Aku hanya takut saat aku lengah mereka akan berbuat hal buruk pada istri dan anak ku" ucap bagas


"Apa kau begitu lemah?" ucap nino menatap tajam bagas.


"Tidak, tentu saja tidak. Tapi Aku hanya manusia biasa dan bisa saja suatu saat nanti aku kalah" jawab bagas


"Ada aku yang akan membantumu" jawab nino


"Terimakasih, tapi selama ini aku tidak bisa melacak orang yang sudah berhasil membuat ku sedikit takut" ucap bagas


"Tenang lah, kita hadapi bersama" jawab nino


"Nino ada apa?'' tanya ibu panti saat mereka sudah duduk di ruangan pemilik panti.


"Bu, maaf tapi aku ingin sekali tahu siapa aku bu" ucap nino


"Ibu tidak tahu sayang, ibu hanya merawatmu dan tidak pernah tahu siapa kamu" ucap ibu panti

__ADS_1


"Maaf bu, jika boleh saya bertanya kenapa nino bisa ada di panti ini?" tanya bagas begitu lembut


"Nak ibu hanya bertugas merawat dan tidak tahu dari mana kamu datang" jawabnya


"Lalu yang mengetahui semua itu siapa bu?" tanya bagas


''Mungkin bibi lee tahu sesuatu tapi beliau sedang sakit dan di rawat di rumah sakit " ucap ibu panti


"Apa boleh kami menemui nya?" tanya bagas.


"Baik lah, akan aku antarkan kalian" ucap ibu panti


Setibanya di rumah sakit mereka bergegas menuju ruangan dimana bibi lee di rawat. Bibi lee adalah penjaga panti tertua. Panti asuhan ini adalah milik mending ibunda sang pemilik panti saat ini. Dahulu saat nino dititip kepemilikannya masih pada ibunya maka dari itu ibu panti desi tidak tahu banyak tentang anak - anak nya.


"Bibi aku datang, bagaimana kondisimu?" tanya desy pada bibi lee. Terlihat wanita tua dengan kulit keriputnya terbaring lemas di brankar rumah sakit


"desy sudah ku bilang jangan meninggalkan anak- anak untuk menjenguk ku" ucap bibi lee..


" ada yang ingin bertemu denganmu bi" ucap desy


"Siapa pemuda ini? kenapa kalian mencariku?" tanya bibi lee dengan pelan


"Salam bi, aku bagas dan ini Nino , Nino sebastian. Salah satu anak dari panti asuhan" jawab bagas


"Nino Sebastian? hmm aku seperti mengingat nya, anak kecil yang nakal dan juga pandai merayu .. yaa aku ingat. Whah ternyata kau sebesar ini nak" ucap bibi lee tersenyum


"Bii nino memerlukan bantuan mu" ucap desy


"Bantuan apa nak? kau katakan lah pada ku akan ku bantu sebisanya" jawab bibi lee


"Bi aku hanya ingin tahu asal ku, aku bertemu dengan kakek ku tapi aku belum tahu dimana ibuku berada'' jawab nino dengan tatapan sendu.


"Ohh tuhan, aku tahu ini akan terjadi" desah bibi lee


"Apa bibi lee tahu sesuatu?" tanya desy


"Kau ambil lah kotak hitam pada lemari kamarku. Berikan pada nino itu milik nya" jawab bibi lee.


"Nak dengar lah, ibu mu masih hidup dan dia baik- baik saja. Dulu dia menitipkan mu karena dia takut kau akan celaka saat bersamanya. saat ini dia ada di daerah terpencil mengasingkan diri agar jauh dari orang jahat. Dalam kotak yang aku katakan ada petunjuk dimana kamu bisa menemuinya" jawab bibi lee tersenyum


Terbesit rasa bahagia di hati nino kala tahu ibundanya masih hidup.


Nino sangat berterimakasih pada bibi lee berkat dirinya nino menemukan sebuah titik terang. Nino pun membayar semua biaya rumah sakit bibi lee dan memindahkan bibi lee ke ruangan VVIP.


"Aku tahu kamu anak yang sangat baik " batin bibi lee

__ADS_1


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


__ADS_2