
Lanjut flashback 2
"Maaf tuan dan nyonya sepertinya, Nona ini tidak dalam keadaan mengandung" ucap dokter lisa
"Apa dokter yakin? mungkin dokter salah memeriksanya" ucap sonia
"Tidak mungkin saya salah nyonya, tapi untuk lebih memastikan anda bisa membawanya ke rumah sakit untuk melakukan USG" ucap dokter lisa.
"Terimakasih dok" ucap sonia yang sudah melihat raut wajah joy yang tidak bersahabat.
"Kalau begitu saya permisi tuan ,nyonya" ucap dokter lisa langsung keluar dari kamar citra.
"Apa maksudnya ini citra?" tanya joy dengan nada menusuk.
Citra yang sudah ketakutan setengah mati hanya mampu menangis tersedu sedu. Tidak dibayangkan sandiwara nya kali ini akan berakhir di hari pertama . Bahkan keinginan untuk menjadi ratu di rumah ini sudah kandas ditambah lagi kini kebihongannya terbongkar.
"Joy, aku rasa ini masalah kalian. Sebaiknya aku menemani jason dulu" ucap sonia berlalu meninggalkan citra dan joy.
"Jawab ... Apa maksudnya semua ini? " ucap joy dengan nada tinggi.
"Jo- joy.... A...a..aku" jawabnya terbata
"Cepat katakan " bentak joy
"Maaf joy, ini semua rencana papa agar kamu menikahiku" ucap citra gugup.
"Dasar j*l*ng kau berani - beraninya membongi seorang johan yusuf kau harus terima konsekuensi nya " ucap joy
"Maaf joy, tapi sekarang aku sudah menjadi istrimu" ucap citra takut- takut.
__ADS_1
"Hanya aku dan sonia yang tahu, selebihnya kau hanya akan ku jadikan pelayan" bentak joy dengan mencengkram kedua pipinya yang basah oleh air mata.
"Jangan joy, ceraikan saja aku" ucap citra.
"Dalam mimpimu , nikmatilah hari- harimu jal**g" ucap joy dengan senyum mengejek.
"Kau tidak bisa memperlakukanku seperti itu, aku adalah putri keluarga hermawan " teriak citra
"Kauu bisa memilih antara menjadi budakky atau ku hancurkan ayahmu " ucap joy
"********, dia mertuamu" teriak citra.Kini rasa takutnya sudah perlahan menghilang.
plakkkkkkk
sebuah tamparan mendarat dengan sempurna di pipinya hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Diam kau j*lang, ini semua karena keserakahanmu. Mulai saat ini kau tidak ada hak apa pun atas diriku ,kau hanya budak disini'' ucap joy meninggalkan citra dengan membanting pintu. tak lupa joy menguncinya agar citra tidak mencoba untuk kabur.
Kini wijaya group kembali pada kepemimpinan roman saputra wijaya. Tapi kehidupan roman dan istrinya berubah 99% dari kehidupan sebelumnya,kini pasangan ini lebih rendah hati dan juga bisa selalu bersyukur. Suatu hal yang membanggakan untuk kedua anaknya melihat perubahan kedua orang tuanya yang lebih kearah fositive.
Siang ini di rumah sandra terlihat ramai karena Roman, mila , bayu, nino dan bagas tengah berkumpul untuk makan siang bersama.
Suasana yang hangat meskipun roman masih terlihat kaku,mungkin roman hanya merasa malu diterima dengan baik oleh putrinya yang sudah di usir nya.
"Ayah, kemarin kakak di lamar" ucap bayu
"Benarkan? ayah turut senang nak" ucap roman dengan senyum teduhnya. Senyum yang tidak pernah sandra lihat sebelumnya.
"Siapa laki- laki beruntung itu?" tanya mila.
__ADS_1
"Ini buuu" jawab nino dengan menyenggol bahu bagas. Membuat wajah laki- laki tampan itu terlihat merah karena malu.
"Wahh calon mantu tampan nya ibu" ucap mila tersenyum
"Kalo gak tampan mana kakak mau bu" sahut bayu
Sandra dan bagas yang menjadi bahan pun merasa malu dan hanya menjawab dengan senyuman.
"Kapan kalian menikah?" tanya roman
"Secepatnya jika sandra sudah siap om" jawab bagas.
blushhh
mendengar jawaban pasti dari bagas membuat jantung sandra hendak keluar dati saranganya
"Astaga, apa dia tidak salah bicara? baru juga jadian masa langsung nikah" batin sandra.
"Sandra, apa kamu sudah siap sayang?" tanya roman.
"Hmmm sandra belum memikirkannya ayah" ucap sandra menunduk,takut membuat bagas kecewa dengan jawabannya.
"Ayah juga sebenarnya sedih jika kamu menikah dalam waktu dekat ini nak, kamu tahu bahwa ayah belum sempat membahagiakanmu" ucap roman lirih
"Iya ayah, kak bagaimana jika kita nikmati dulu masa pacaran kita" ucap sandra malu- malu.
"Aku menurut saja padamu sweety" jawab bagas
"Oww woww.... Aku merasakan aura- aura kebahagiaan" ucap nino.
__ADS_1
mereka pun tertawa bersama....