
"Boy kenapa kau diam saja?" tanya sandra pada adiknya yang terlihat diam sejak keluar dari markas.
"Tidak kak, aku hanya masih tidak percaya kakak ku bisa sekejam itu" jawab bayu
"Maaf kan aku boy membuat mu menyaksikan semua nya" jawab sandra dengan menunduk
."Tidak kak, kau sama sekali tidak salah. Aku tahu semua ini karena luka di masa lalu hingga kau bisa berbuat seperti itu. Aku juga tahu bagaimana rasa sakit mu melihat suami mu terbaring tidak berdaya akibat ulah wanita itu. Percayalah aku bangga mempunyai seorang kakak yang kuat seperti ini" jawab bayu
"terimakasih boy" jawab sandra tersenyum.
Mobil berhenti di parkiran rumah sakit, sandra segera masuk ke ruang bagas. Masih sama seperti kemarin saat ia meninggalkan bagas untuk pulang,bagas masih terbaring dengan tidur nyenyak nya.
"Mas sampai kapan kamu akan tidur? Aku membutuhkan mu terutama kedua anak kita" ucap sandra lirih
Hatinya hancur kembali saat melihat sang suami tak kunjung membuka mata, selama ini saat sandra terpuruk sekalipun bagas lah yang selalu ada untuknya. Bagas bagaikan cahaya bintang yang menerangi gelap nya malam tanpa bulan. Namun cahaya bintang itu pun kini ikut tertutup awan hitam hingga tampak langit yang gelap gulita seperti perasaan sandra.
"Bayu tolong temui dokter mia, tanyakan kapan kakak iparmu bisa di pindah ke kota B" ucap sandra
"Baik kak" jawab bayu dengan tersenyum
Nino tahu jika bayu mempunyai niat lain dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Sampai kan salam ku pada dokter cantik itu" ucap nino dengan menatap bayu.
Sesuai dugaan wajah bayu yang tadinya tersenyum menjadi sedikit kesal meski ia tetap mengiyakan permintaan nino.
"Anak kecil itu menyukai dokter mia" ucap nino
"Sepertinya memang seperti itu" jawab sandra.
__ADS_1
Sudah di putuskan perpindahan mereka akan dilakukan dua hari lagi ,itu artinya sandra masih memiliki waktu satu hari untuk bermain dengan dua wanita itu.
Malam harinya setelah si kembar tertidur,sandra pergi tanpa memberi tahu nino atau pun bayu. Mobil yang dikendarainya melaju kencang membelah jalanan kota Z.
Tujuannya tak lain adalah markas tempat penyiksaaan dua wanita ular itu.
"Malam nyonya" sapa ina
"Malam ini, kau istirahat lah. Aku hanya ingin bermain dengan tahanan kita" ucap sandra langsung mendapat anggukan dari ina.
Sandra membuka pintu itu,tampak dua orang perempuan yang masih tanpa busana meringkuk de sudut kotak besi.
Luka goresan yang mereka ciptakan sendiri terlihat begitu menakutkan, Luka itu menjadi sangat mengerikan karena tak sedikitpun obat nenyentuhnya
"Selamat malam" sapa sandra
Terlihat tatapan mereka penuh dengan tatapan meminta belas kasihan, Setelah suntikan itu di berikan mereka merasakan satu persatu bagian tubuhnya melemas .
"Tolong lepaskan kami" ucapnya lirih
"maaf tapi aku bukan malaikat yang bisa selalu mengampunimu jawab sandra.
"Aku hanya ingin bermain saja, lusa aku akan kembali ke kota ku. Dan kalian akan ku kirim ke brazill , " ucap Sandra
"Apa kau akan membebaskan kami?" tanya crys antusias
"Iya ,aku akan mengirim kalian ke salah satu pulau di sana" jawab sandra.
Terlihat senyum di wajah pucat mereka,meski satu kaki nila tidak bisa ia gerakan dan satu tangan crys juga tak bisa di gerakan mereka merasa senang karena masih bisa hidup.
__ADS_1
"Terimakasih kau masih membiarkan kami hidup" ucap nila
"Aku akan menyusupkan kalian ke pulau terkenal itu tanpa ada yang akan tahu,kalian tahu pulau apa? "
Kedua nya menggeleng pelan
"ilha da queimada grande" ucap sandra tersenyum
Crys dan nila hanya saling tatap, keduanya tidak tahu pulau apa yang di maksud sandra tapi firasat mereka menjadi tidak enak.
Sandra terlihat keluar kamar itu, tak lama ia datang membawa seekor peliharaan nya, seekor harimau mengikutinya dari belakang.
"Karena anjing kesayangan ku tengah pergi untuk di periksa dokter pribadinya maka kita akan bermain dengan kucing lucu ini, perkenalkan namanya Abitra dia sangat lucu fan menggemaskan bukan?" ucap sandra
Nila dan crys sangat ketakutan melihat sosok Harimau mendekat.
Sandra membisikan sesuatu pada abitra dan langsung membuka pintu kotak besi itu. Abitra masuk dengan mengaum memberi salam pada dua wanita itu.
crys dan nila berteriak histeris, namun nila tak bisa berlari karena kakinya lemas sebelah sedangkan crys mencoba menghindar karena ia hanya tangannya yang lemas.
Abitra mendatangi nila dan mulai menggigit dan mengakarnya ,nila hanya berteriak kesakitan . Jeritan demi jeritan kembali mengisi ruangan itu. Crys yang berusaha menghindar pun sudah tertangkap dengan di hadiahi beberapa cakaran dan gigitan di sekujur tubuhnya.
Hewan itu hanya menggigit dan mengakarnya saja, sandra tidak mengijinkan jika sampai abi membunuhnya atau pun memakan nya.
Nila dan crys sangat kesakitan, ia merintih menahan perih akibat ulah harimau itu.
"Aku rasa sudah cukup, terimakasih sudah mau bermain dengan peliharaanku" ucap nya lalu pergi.
Tubuh kedua wanita itu dipenuhi luka, mereka tampak menyeramkan dengan luka disekujur tubuhnya .
__ADS_1