
Hari ini bagas sudah sehat kembali dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Pagi- pagii ia sudah rapi dengan setelan kantornya.
"Selamat pagi'' sapa bagas
semua yang ada di meja makan pun tersenyum melihat bagas yang kembali sehat.
Nino dan keluarga nya pun masih tinggal di rumah bagas atas permintaan betran.
Senyum tua yang terlihat begitu bahagia tercetak jelas di wajah betran.
di tengah sarapan pagi yang tampak hening muncul daniel dengan dua buah paper bag di tangannya.
"Selamat pagi, maaf mengganggu" sapa daniel.
"Nak kau datang?" sapa elena tersenyum teduh.
"Mari sarapan bersama" ajak papa betran.
"Apa tidak merepotkan?" tanya daniel ragu
"Tentu saja , kau adalah keluarga kami" ucap papa betran.
"Baiklah, terimakasih tuan permana" ucap daniel
"Panggil saja papa,seperti nino memanggilku" ucap betran
"Ah baiklah pa , oh yaa ini ada hadiah untuk AL dan EL " ucap daniel menyerahkan paper bag itu pada bagas.
"Terimakasih uncle " ucap bagas.
Setelah sarapan bersama , daniel pun memberitahu nino bahwa quela akan tiba siang ini dii tanah air.
Daniel terlihat sedikit sendu kala mendengar rencana untuk sang ibu. Tak di fungkiri hati nya terasa sedih namun demi sang ayah ia pun harus mengambil keputusan berat ini.
__ADS_1
setelah itu semua berangkat menuju kantor masing- masing kecuali sandra yang memutuskan di rumah saja untuk merawat si kembar.
"Anak - anak ku, maaf ka mommy ya beberapa bulan ini sempat mengabaikannmu'' ucap sandra menemani si kembar bermain di ruang bermain.
Si kembat hanya tertawa- tawa melihat wajah sendu sang mommy
Baby Axel merangkak menghampiri sandra dan memegang jari sandra membuat sandra tersenyum
"Kau memang anak mommy yang pintar " ucap sandra mencium axel
Alexa seakan merasa iri ia pun merangkak memeluk sang mommy
Sandra mencium pipi gembul alexa dan memeluk kedua bayi kecil itu.
Betran tersenyum melihat menantu dan cucu - cucu nya .
"Jika ibu mu masih ada dia pasti akan sangat bahagia" ucap betran mengejutkan sandra.
"Pa,, sejak kapan papa disana?" tanya sandra
"Paa,mama juga sangat bahagia di surga sana. Mungkin mama sedang tersenyum melihat kita" ucap sandra menenangkan ayah mertua nya.
"Yaa kau mungkin benar, dia sudah merasa tenang karena bisa bertemu dengan putri" jawab betran
Alexa memanggil kakek betran dengan melambaikan tangan kecil nya
Betran langsung tersenyum dan menggendongnya.
Alexa begitu bahagia , ia tertawa dalam gendongan kakek nya.
Semenjak bagas sadar keluarga permana diliputi dengan kebahagiaan.
si kembar yang semakin hari semakin bertumbuh kembang dan sangat pintar.
__ADS_1
namun tidak dengan kedua anak bram Wicaksono yang berjuang untuk mencari keadilan untuk ayah mereka.
Hari ini quela atau ela tiba di tanah air ditemani gerry sang suami.
Ela akan memaksa daniel untuk kembali begitu lah kira- kira rencana nya saat ini.
Di bandara nino dan kakek budi sudah bersiap , tampak dari jauh ela dan gery berjalan dengan begitu elegan .
gery dengan setelan jas berwarna abu serta quela dengan style glamour nya.
"Kakek apa kakek yakin?" tanya nino
"Tenang saja cucu ku, kakekmu ini masih sagat berbakat" jawab kakek budi tertawa
"Baiklah, mereka akan menemani kakek . Semangat" ucap nino memberi kakek semangat.
kakek budi dengan tongkat kayu nya berjalan di depan ela dan gerry, tentu nya dengan penampilan kakek yang sudah di ubah layaknya orang miskin.
Ela berhenti membuat gery juga berhenti, ela melihat kearah kakek berjalan dengan seksama namun beberapa orang membuat pandangan ela terhalangi hingga kakek tak terlihat lagi .
"Ada apa ?" tanya gery
"Aku melihat tua bangka itu" ucap ela
"Siapa maksudmu?" tanya gery
"Ayah mertua ku" jawab ela
"Kau pasti sudah gila, kata mu dia sudah mati dan itu ulahmu bagaimana bisa dia hidup kembali?" tanya gery menaikan sebelah alisnya
"kau benar, mungkin hanya perasaan ku saja" jawab ela.
Mereka melanjutkan perjalanannya , namun quela tak bisa membuat hati nya tenang jika benar yang ia lihat adalah sang mertua.
__ADS_1
"Aku harus memastikan nya'' batin ela