
Malam harii akhirnya bayu tersadar , berada di sebuah kamar asing yang didominasi warna putih gold. berulang kali dia menerjapkan mata menyesuaikan cahaya lampu yang menyilaukan.
Tersadar dalam kondisi lemah dengan sebuah jarum infus kembali menancap di tangannya.
Mengingat sekelebat peristiwa menyakitkan yang baru dilalui beberapa jam lalu. Rasa sesak di dada nya kembali menguasaii hati dan fikiran seorang bayu.
Ceklekkk....
Pintu kamar yang ditempati bayu kini terbuka dengan lebar, Seorang perawat memasuki kamar dengan senyum ramahnya.
"Selamat malam tuan muda, bagaimana perasaan anda?" tanya perawat itu.
Karena kondisi bayu tidak ada yang mengkhawatirkan akhirnya hanya seorang perawat yang menjaga nya pada malam itu.
Karena merasa trauma akan perawat sebelum dia diculik sehingga bayu enggan menyapa balik perawat itu.
selesaii memeriksa keadaan bayu, perawat itupun undur diri.
"tunggu, bisakah kau memberi tahu dimana aku berada?" tanya bayu
"Anda berada di rumah nona muda tuan, mungkin besok pagi beliau akan kemari. Saya permisi tuan" ucap perawat itu dan menutup pintu kamar bayu.
"Berarti ada yang menyelamatkan ku, dan aku belum bertemu dengan kak sandra" batin bayu
Pagi harii Seluruh kota B dihebohkan dengan penemuan mayat di sebuah gudang tua. Dengan kondisii sangat mengenaskan bahkan tidak bisa dikenali lagi.
petunjuk nya hanya sebuah dompet dan mobil yang terparkir di depan gudang.
Roman yang sedang sarapan pagi bersama mila dan citra tiba-tiba mendapatkan tamu yang tak di undang.
"Maaf mengganggu tuan, didepan ada polisi mencari tuan" ucap pelayan roman
"polisi? baiklah saya akan menemuinya" ucap roman seraya bangkit dari duduknya.
Kedua perempuan yang berada satu meja pun ikut berdiri dan menemui polisi di depan rumahnya.
namun roman dan istrinya tidak menyadari sebuah senyum tersirat di wajah sang menantu.
"maaf mengganggu waktu anda pak roman, kami ingin memberi kabar tentang putra anda" ucap polisi itu
"Tidak masalah pak, ada apa dengan putra saya? " jawab roman
"Kami menemukan seorang mayat di gudang di pinggiran kota, namun wajahnnya sudah hangus terbakar hingga tidak bisa dikenali lagi dan kami hanya menemukan dompet atas nama Bayu putra wijaya dan sebuah mobil yang terparkir di depan gedung" ucap polisi itu
mila yang mendapat kabar buruk tersebut pun jatuh pingsan, Citra yang memulai drama dengan menangis pilu pun terdengar menyayat hati.
sedangkan roman hanya diam mematung, meresapi semua perkataan polisi bahwa anak tunggalnya pergi dengan mengenaskan.
Berita kematian putra wijaya pun tersebar di penjuru negri. Banyak yang merasa kehilangan terutama kaum hawa yang mengidolakan CEO tampan itu.
karena kepergian bayu mila pun akhirnya terkena serangan jantung hingga di haruskan di rawat di rumah sakit.
__ADS_1
"ini semua karena ulah ibu sayang, jika saja ibu tidak mengusirmu waktu itu" batin mila dengan terbaring lemah di brankar rumah sakit.
"Maafkan ayah nak, ayah akan mencari kebenaran tentang kematianmu" ucap roman dengan mengelus batu nisan yang bertuliskan nama putra satu- satunya .
Berbeda dengan situasi di kediaman sandra, pagi itu setelah sarapan bersama nino sandra membaca artikel tentang kematian adiknya dan kondisi ibundanya.
senyum mengejek terulas indah di bibir mungil milik sandra.
"Ternyata mereka sangat bodoh, " ucap sandra
Nino hanya menganggukan kepala dengan melahap sarapan yang berada di sepannya.
"No, aku tidak pergi ke kantor dulu ya. aku akan menjaga bayu, ku serahkan padamu" ucap sandra dengan senyum manisnya.
"Baik tuan putri" ucap nino dengan terkekeh.
Setelah nino berangkat ke kantor akhirnya sandra pun menuju kamar bayu untuk melihat kondisi sang adik.
Lama sandra terdiam di depan kamar tanpa membuka pintu, ini merupakan pertemuan pertama sejak hampir 6 tahun berpisah. Ada rasa canggung di hati sandra untuk menyapa adik kesayangannya.
ceklekk......
Terlihat bayu yang sudah berdiri di balkon kamar dengan membawa ditemani sang perawat . Infus yang masih tertancap di tangannya mengungkap bahwa kondisi nya masih lemah.
perawat yang menyadari kedatangan sandra pun langsung menundukan kepala dengan hormat kepada sandra
"Selamat pagi nona" sapa perawat itu
deg.
deg
deg
"Kakak" ucap bayu dengan berdiri kaku.
"Hallo boy, bagaimana kondisimu?" sapa sandra dengan senyum manisnya.
"Kau boleh keluar " ucap sandra pada sang perawat. Segera perawat itu pergi meninggalkan kakak beradik yang masih saling memandang dengan sejuta kerinduaN itu.
"benarkan itu dirimu kak? apa aku sudah mati?" ucap bayu.
dijawab cekikikan oleh sandra, adik kesayangannya yang tetap konyol jika berada di sampingnya.
Sandra mendekati bayu dan mencubit lengan kekar milik bayu
"awww sakit" teriak bayu
"Artinya aku nyata bukan hantu ataupun hayalan " ucap sandra
Mereka berpelukan melepas rasa rindu yang teramat dalam , meneteskan air mata bahagia setelah berpisah selama 6 tahun tanpa ada kata perpisahan antara keduanya.
__ADS_1
"Kenapa kau meninggalkan ku kak?kau tau aku sangat merindukannmu" ucap bayu dengan airmata meleleh
"boy kau sangat cengeng sekarang, maaf kan aku boy membuatmu sedih" ucap sandra
"jangan pernah pergi lagi kak" lanjut bayu
"Kita akan bersama selamanya boy, dan buang jauh- jauh sifat cengengmu jini" ucap sandra dengan memggoda adiknya.
Seharian ini mereka berdua menghabiskan waktu untuk bercerita. Sandra menceritakan semua kepada bayu tanpa ada yang tertinggal. Bayu pun semakin merasa kesal pada dua keluarga gila harta itu.
"Setelah kau sembuh kita akan pergi ke kota Z untuk beberapa waktu. Terlalu berbahaya jika kau masih di kota ini" ucao sandra
"Baik kak" ucap bayu.
Perpisahan dengaN kematian merupakan perpisahan paling menyakitkan, apa lagi jika perpisahaan itu tanpa adanya salam ataupun akhir kata untuk dikenang. Namun rasa itu sirna sudah ketika kakak yang teramat disayanginya yang dikira meninggalkan nya tanpa salam perpisahan berdiri tepat di hadapannya saat ini.
ribuan ucapan syukur dipanjatkan bayu karena mengembalikan semangat hidupnya.
Begitupun sandra, sangat merasa bersyukur bisa bertemu kembali dengan pelindung posesiff nya lagi.
Malam hari yang berbeda setelah sandra bersama bayu, keceriaan dan sifat manja yang selama ini di lampiaskan pada asistennya kini bertambah pada sang adik.
Nino yang melihat perubahan besar bos cantiknya merasa bersyukur .
"melihat tawa lepasmu malam ini membuatmu terlihat sangat cantik bos, bersyukurnya laki- laki yang bisa memiliki mu" batin nino.
"Heii kenapa kau menatap kakakku seperti itu?" bisik bayu pada nino
Ketahuan menatap bos nya dengan penuh kekaguman pun membuat nino malu, dengan wajah memerah nino pun hanya menjawab dengan menundukan kepala
"maaf tuan muda, saya hanya merasa bahagia melihat tawa bos" ucap nino ragu- ragu
tawa bayu pecah melihat tingkah asisten dari kakaknya itu, sandra yang melihat kedua laki-laki itu hanya tersenyum simpul.
"Jangan panggil aku dengan sebuatan itu, panggil namaku saja. Mulai sekarang kita teman" ucap bayu
"Baiklah bayu, kita teman" balas nino
mereka pun berjabat tangan menandakan pertemannan pada pertama bertemu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
happy reading πππ