
"Dokter bagaimana keadaan papa saya? " tanya bagas pada dokter yang bertanggung jawab atas betran.
"Tuan betran kondisinya sangat mengkhawatirkan tuan, beliau harus di rawat intensif di sini kami akan berusaha semaksimal mungkin" ucap dokter
"Baiklah dokter lakukan lah semua yang terbaik untuk papa saya" ucap bagas
Sandra langsung melihat sangat mertua yang berada di ruang ICU dengan alat bantu pernafasan.
"Pa, kenapa papa jadi begini" lirih Sandra
Setelah mereka mendarat bagas sempat meminta Sandra untuk kembali ke rumah betran untuk istirahat namun Sandra menolak nya.
Bagas masuk ke ruangan betran menyusul Sandra yang terlihat begitu sedih.
"Sayang, jangan menangis" ucap bagas.
"Aku takut by, aku belum sempat membuat papa bahagia" ucap Sandra
" heii tenang lah papa di rawat di rumah sakit terbaik. Dokter juga sudah berjanji akan melakukan yang terbaik untuk papa" ucap bagas menghibur Sandra.
"Sebaiknya kau beristirahat lah, biar aku yang menjaga papa" ucap bagas.
Sandra pun mengangguk patuh, tak bisa di fungkiri jika tubuhnya teramat lelah.
Asisten betran masuk menemui bagas, mereka pun keluar agar tidak menganggu Sandra ataupun betran.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi? " tanya bagas
"Maaf tuan saya lalai menjaga tuan " ucap asisten nya menunduk.
"Tuan beberapa kali mendapat panggilan dari nomor asing, panggilan itu selalu mengatakan jika dia adalah putri" ucap asisten.
"Putri? adikku? " tanya bagas
"Iya tuan, itu lah yang membuat kesehatan tuan semakin menurun hingga sebuah paket tiba di depan rumah dan saya kebetulan sedang keluar maaf kan saya tuan karena paket itu langsung di buka oleh tuan bet hingga beliau terkejut dan tidak sadarkan diri saat saya kembali. " ucapnya
"Apa isi paket itu? "
"Foto nona putri sejak kecil hingga berakhir dengan kecelakaan itu tuan, tapi ada satu lagii sebuah foto yang menunjukan seorang wanita yang mirip nona putri yang sedang mengandung" ucap nya
"Putri? tidak tidak, ini pasti ulah seseorang. Aku melihat sendiri jasad adikku saat di kubur" ucap bagas.
"Sayang kau disini"
"Hubby kita harus menyelidiki nya " ucap Sandra
"Saya sudah memeriksa nomor itu dan pengirim paket namun nihil nyonya muda"
"Baiklah, biar kan dulu kita perketat penjagaan papa. kita awasi saja aku rasa dia akan kembali mempermainkan emosi papa" ucap Sandra.
Dua hari setelah itu betran pun mulai membuka mata nya.
__ADS_1
Sandra yang menjaga nya pun merasa senang melihat mertua nya membuka mata
"Pa, kau sadar. Apa yang papa rasakan? ada yang sakit? " tanya Sandra
"Sandra, kamu disini nak. dimana cucu papa? " tanya betran
"Pa si kembar masih berada di tanah air. Papa mau minum? " tanya Sandra
"Iya papa haus nak"
Sandra membantu betran me minun air, tak lama dokter datang untuk memeriksa kondisi betran saat ini.
"Syukurlah kondisi tuan sudah semakin membaik, tapi tuan masih harus di rawat sampai benar- benar pulih" ucap dokter
"Baik dok, terimaksih" ucap Sandra
"kalau begitu saya permisi nyonya"
"Bagas dimana nak? " tanya bet
"Kak bagas sedang keluar membeli makanan pa, sebentar lagi dia pasti kembali" ucap Sandra
"Maaf kan papa membuat mu kerepotan " ucap bet
"Papa bicara apa? aku tidak kerepotan" jawab Sandra
__ADS_1
"Kau memang anak papa, papa ingin tidur sebentar ya"
"Baiklah pa, istirahat lah"