
Seorang wanita tengah duduk di teras rumah milik Nino , terlihat hampir setiap hari ia mengunjungi rumah itu meski selalu saja ia tak menemui sang pemilik.
"Kemana sih Nino pergi" gumam anna yang duduk dengan gelisah.
Namun penantiannya kali ini ternyata membuah kan hasil, terlihat pintu gerbang otomatis itu terbuka bersamaan sebuah mobil masuk ke halamannya.
Anna dengan semangat 45 menghampiri mobil nino,
Nino hanya memandangnya dengan tatapan biasa saja, nino masih kesal dengan sikap anna.
"Kamu kemana saja? aku hampir setiap hari datang kemari" ucap anna
"Siapa yang menyuruhmu kemari?" jawab nino dingin.
"Aku mau meminta maaf , tidak seharusnya aku memaksakan keinginan ku" ucap anna.
"Tidak usah difikirkan" jawab nino melenggang masuk ke dalam rumahnya. Nino pulang untuk mengambik beberapa keperluannya selama tinggal di rumah sandra.
"Dimana kamu selama ini?" tanya anna yang mengikuti nino dari belakang.
"Di rumah sandra" jawab nino singkat.
Ana begitu kesal karena nino selalu saja mengutamakan sandra
"Aku bertambah yakin jika wanita yang ka sukai adalah sandra" ucap anna
"Apa maksudmu? sandra adalah adik ku" bantah nino
"Lalu kenapa kamu menolak ku jika kamu tidak suka pada nya? apa karena aku hanya seorang pelayan?" ucap anna dengan air mata nya yang mengalir
"Annaa.... kauu inii, sudah berapa kali aku bilang aku hanya menganggap mu teman tidak lebih. tolong mengerti lah" ucap nino kesal
*flashback on*
beberapa bulan sebelum nya...
Anna datang pada hari sabtu malam menemui nino di rumahnya, nino yang hendak pergi ke minimart pun membatalkan niatnya karena anna datang.
"Ada perlu apa an? " tanya nino
"Aku hanya ingin mengajak mu jalan- jalan jika kau tidak keberatan'' jawab ana dengan tersenyum
__ADS_1
"Tapi aku belum makan an, dan aku juga sudah memesan makanan" jawab nino
"Hmm jika begitu makan lah ,aku hanya ingin berbicara padamu" jawab anna sedikit kecewa .
"Bicara lah, aku belum lapar jadi kau boleh bicara dulu" ucap nino
Tiba- tiba ana mendekat dan duduk di samping nino, tentu saja nino terkejut atas sikap anna.
"Aku mencintaimu nino, aku sadar jika aku bukan orang yang pantas untukmu tapi cinta ini datang begitu saja " ucap anna
Nino terdiam mendengar kalimat yang keluar dari mulut anna, Ana gadis yang manis tapi nino tak pernah sekalipun menaruh hati pada gadis ini.
"Anna kau jangan bercanda" jawab nino sedikit menjauh.
"Aku serius nino, aku sungguh- sungguh mencintaimu" ucap anna.
Nino menghela nafas , dugaan nya selama ini benar jika sifat anna selama ini ada maksud tertentu.
"An dengarkan aku, aku minta maaf jika membuat mu kecewa tapi aku tidak bisa membalas perasaan mu . Aku tidak pernah menaruh hati padamu, aku hanya menganggap kita sebatas teman dan tidak lebih" jawab nino. Ada rasa bersalah harus jujur di hadapan wanita manis ini,tapi nini tidak bisa membohongi diri nya.
"Apa sudah ada wanita lain??" tanya anna dengan suara parau
"Siapa dia? apa dia sepadan denganmu ?" tanya anna
"Anna aku bukan orang seperti yang kau fikirkan, " ucap nino merasa kesal dengan ucapan anna yang seolah olah nino memandang segi materi untuk mencari pasangan.
"Tapi itu benar kan? katakan siapa orang itu" ucap anna kini air mata nya sudah jatuh ke pipi
"Kau tidak perlu tahu" jawab nino
"Apa kau menyukai bos mu ? istri orang? " ucap anna
"Jaga ucapan mu anna, aku tidak menyangka lidahmu begitu tajam" ucap nino
Anna yang merasa di tolak pun berusaha untuk meraayu nino agar nino mau menerimanya. Rasa cinta atau rasa obsesi itu lah yang dimiliki anna membuatnya akan buta segalanya.
Anna mencium nino ,namun dengan sigap nino menghindar
"Ayolah nino, aku tahu kau laki- laki normal. Akan ku serahkan diriku untukmu nino" ucap anna
"Kau gila, pergi dari sinj anna" teriak nino
__ADS_1
"Tidak ... aku mau kamu menerima ku" ucap ana dengan intonasi tinggi
"Pergi..." nino menarik lengan anna membuatnya merintih kesakitan.
Nino menghempas anna keluar dari rumahnya, nino begitu kecewa akan sikap anna,wanita yang ia kenal begitu baik nyatanya berubah menjadi wanita yang tak mempunyai harga diri.
Sejak saat itu nino selalu mengabaikannya, setiap panggilan ,pesan selalu nino abaikan.
*flashback off*
Melihat anna menangis membuat nino semakin kesal, teringat kembali apa yang dilakukan ana saat malam itu.
"Anna pergilah dari sini. Kejar kebahagiaan mu diluar sana" ucap nino mencoba menahan rasa kesalnya.
"Aku akan pergi, tapi setelah kamu tahu siapa wanita yang kau suka itu nino" ucap anna . Lalu anna mengirim sebuah file foto ke dalam ponsel milik nino.
"Aku juga sudah mengirimnya ke kediaman permana agar dia tahu siapa istrinya yang dia banggakan" ucap anna
Nino membuka pesan itu dan ia melotot melihat potret sandra bersama daniel.
wanita yang diam- diam mengambil gambar saat sandra bertemu daniel adalah anna, restaurant tempat sandra bertemu daniel juga tempat anna bekerja.
"Apa maksudmu ana? " tanya nino dengan geram
"Aku hanya ingin kau dan suami nya sadar jika wanita itu licik, dia tak sebaik yang kau lihat" ucap anna
"Kau lah yang licik anna, Kau mengusik nya maka bersiap lah akan penderita an mu ana" ucap nino
"Aku tidak takut pada wanita m***han itu" ucap anna
plakkkk.....
nino menampar pipi anna,pertama kali nya ia menampar seorang perempuan.
"Kau menamparku?" ucap anna menangis
"Itu belum seberapa atas apa yang kau lakukan" ucap nino
"Pergi dan jangan tunjukan lagi muka mu dihadapanku" bentak nino.
Nino begitu marah pada anna, obsesi untuk memiliki nino sudah membuat nya menjadi wanita yang jahat.
__ADS_1