
Maaf ya readers author jarang up😅 masih bingung untuk menentukan akhir cerita nya nih , Tapi bakalan di usahakan tamat secepatnya ya
Kota L
Nino dan reza sudah tiba sore tadi dan kini mereka tengah berada di hotel yang terlihat klasik namun sangat nyaman.
Nino memutuskan untuk beristirahat lebih dulu begitu pun reza. Nino membayangkan bagaimana ia menjalani hari bersama wanita lain selain sandra. Ia akui ini bukan lah rasa cinta melainkan obsesi yang terlalu berlebih karena sandra datang bak malaikat saat dirinya dalam suasana terendah dalam hidupnya kala itu.
Lulus dengan nilai yang bagus namun selalu menjadi bahan tertawaan teman - temannya hingga membuat nino merasa rendah hati.
Beruntung sandra datang dan menawarkan pekerjaan untuknya hingga dia bisa seperti sekarang ini. Kekaguman nino bertambah kala sandra kembali ke negara nya .
Lamunan nino tiba - tiba di ganggu oleh rasa mual yang menderanya. Ia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Bahkan beberapa kali nino harus memuntahkan isi perutnya hingga terasa pahit. Badannya lemas ,kepala nya pun berdenyut hal yang lebih mengerikan dari mual yang ia alami biasanya.
Nino menghubungi reza untuk membantunya , kali ini ia tidak mempunyai tenaga lagi untuk sekedar berjalan menuju tempat tidurnya . Beruntung ponselnya masih berada di saku celana.
"Astaga tuan anda kenapa?" tanta reza panik sembari memapah nino menuju tempat tidur.
"Mungkin hanya masuk angin" jawab nini sambil memijat pelipisnya.
"Sebaiknya saya menghubungi dokter agar memeriksa anda tuan" ucap reza
"Terserah kau saja , aku sangat pusing saat ini" jawab Nino lemah.
Beberapa saat kemudian dokter pun datang dan memeriksa kondisi Nino.
Namun semua hasil tes menyatakan Nino baik baik saja.
"Sebaiknya bawa tuan nino ke rumah sakit untuk menjalankan beberapa tes untuk memastikan sakit beliau'' ucap dokter itu.
"Apa tuan nino sakit parah dok?" tanya reza
''Keadaan nya baik- baik saja jadi sebaiknya periksakan ke rumah sakit untuk lebih jelas" ucap dokter itu lalu pamit setelah memberikan surat rujukan dan resep obat.
Tanpa menunggu lagi reza mengajak nino menuju rumah sakit.
"Za..." panggil nino
__ADS_1
"Ya tuan,apa yang anda inginkan?" tanya reza
"Jangan panggil aku tuan , aku sangat mual mendengarnya" ucap Nino membuat reza terdiam ,
"Mau tidak?" tanya nino lagi
"Ta ... ta... pi ....
"Sudah turuti saja , aku sangat mual mendengar sebutan itu" ucap Nino memaksa
Reza hanya mengangguk pasrah mendengar keinginan tuannya itu.
Di kediaman permana
Sandra dan alexa tengah duduk di halaman belakang rumahnya , ibu dan anak itu terlihat sangat serasi.
axel ? tentu saja anak laki- laki itu sibuk dengan dunia komputernya di dalam kamar entah proyek apa yang tengah dikerjakannya.
"Mom apa Al boleh menanyakan sesuatu?" tanya alexa
"Silahkan girl , kau mau menanyakan apa?" tanya sandra
"Kami bertemu di negara A , saat itu mom baru lulus begitu pun papa mu tapi beliau masih lebih tua dari mom dan papa nino membantu mom mendirikan usaha hingga saat ini" ucap sandra
"Jadi papa nino adalah orang jauh?" tanya nya
"Emm bukan , tapi bisa dikatakan iya juga " sandra tertawa mengingat bagaimana ia bisa menganggap nino adalah saudara angkatnya.
"Dengar nak , dulu papa mu adalah asisten pribadi mom, asisten kepercayaan mom dari negara A hingga di sini bahkan sampai saat ini, ketika dulu papa mu mengingat keluarga nya mom merasa kasihan saat itu papa mu belum bertemu dengan oma elena dan juga om daniel Jadi mom meminta nya untuk menjadi kaka nya mom dan papa mu setuju akan hal itu" ucap sandra
"Dan apa mom tahu papa menyukai seorang wanita?" tanya Alexa
"Girl , usia mu masih terlalu muda saat membahas masalah orang dewasa jadi mom harap jangan terlalu melewati batas usiamu'' ucap sandra
"No mom, ini bukan untuk ku . Apa mom tahu papa menyukai mom? apa mom juga tahu itulah sebabnya papa ragu untuk mencari wanita itu" ucap alexa dengan raut wajah serius
"Apa yang kau katakan?" tanya sandra
"Ya mom , papa menyukai dirimu sejak dulu ." ucap alexa
__ADS_1
"Siapa yang mengatakannya?" tanya sandra
"Alexa tahu itu mom , dan papa juga mengakuinya tapi papa berjanji akan membawa wanita itu untuk menjadi ibu alexa" ucap alexa
"haaahhhhh..... ( sandra menghela nafas berat) Lalu mom harus bagaimana?" tanya sandra
"Temui ibu kiara dan katakan semuanya , bantulah papa agar mereka bersatu" ucap alexa tersenyum
"Oh girl, kau sudah sedewasa ini " sandra memeluk putri cantiknya . Pernah ia menduga jika nino dan alexa akan sulit dilepaskan mungkin akan ada benih rasa yang sulit untuk dipisahkan nyatanya mereka memang memiliki ikatan namun hanya sebatas ayah dan anak.
"Dan jika mom perlu alamat ibu kiara aku sudah memasukan nya pada flashdisk ini" ucap axel yang sudah berdiri di belakang sandra
"Darimana kau mendapatnya?" tanya sandra
"Aku sudah tau sejak dulu hanya aku belum siap mengatakan semuanya pada mu mom ,maafkan aku" ucap axel
"Apa mom tertinggal hingga tidak mengetahui kehebatan putra mom ini?'' tanya sandra
"Jangan memarahi kakak mom, kami berdua bersalah" ucap alexa
"Baiklah jawab pertanyaan mom, apa kau yang membantu ayah dan papa mu selama ini?" tanya sandra
Axel melirik adiknya yang juga menunduk tapi masih bisa tersenyum tipis dan mengangguk
"yes mom, im sorry" jawab axel
"Ohh ya tuhan , baik lah baikk mom akan memaafkan kalian, tapi dengan syarat batalkan niat kalian tinggal di negara A okey?" ucap sandra .
"Mom please , jangan seperti itu" ucap alexa memelas
" Tidak jika kalian masih bersikeras maka mom akan adukan ke daddy" ucap sandra
tentu saja hal itu ia lakukan akan dua bocah itu menetap di sampingnya. Rasanya ia belum sanggup jika berpisah pada anak anaknya.
"Okey mom , tapi hanya beberapa tahun saja" ucap alexa mengalahh
"Good girl"
Sandra tersenyum puas menatap anak anak nya yang terlihat saling melirik satu sama lain. Mungkin mereka hanya bisa pasrah untuk saat ini tapi setelah esok hari sandra yakin akan ada cara lain untuk membujuk kedua orang tuanya.
__ADS_1