
AXEL XAVIER DELPIERO PERMANA
ALEXA QUEENBY AZZAHRA PERMANA
Bagas memperhatikan wajah kedua anak nya setelah memberikan nama mereka masing- masing.
Air mata bahagianya terjatuh kala mengingat sang ibu yang sudah berada jauh dari nya.
"Anak daddy... Kalian baik- baik ya disini. Daddy harus kembali ke kota Z dulu, daddy usahakan akan secepatnya kembali menemui kalian berdua" ucap bagas mengecup satu persatu anaknya yang masih terlelap dalam box bayi.
Nino dan bayu pun tak kala bahagia kala mendengar mereka mendapatkan dua orang keponakan yang begitu menggemaskan.
Roman dan mila pun menjenguk anak dan cucu nya dengan perasaan bahagia.
tak hanya mereka bahkan ibu Elena yang baru tiba kemarin pun datang bersama kakek budi untuk melihat baby twin
Banyak doa dari teman - teman sandra dan rekan kerja nya atas kelahiran buah hati nya.
Pagi- pagi sekali bagas kembali ke kota Z meski dengan perasaan tak rela. Sandra sangat mengerti perasaan sang suami namun di dampingi saat melahirkan saja sudah membuatnya begitu bahagia.
"Tenang lah kak, kau ada di sini menjaga kedu a keponakan ku dan juga istrimu" ucap bayu menepuk pundak kakak iparnya.
"Aku hanya takut tidak bisa kembali secepatnya" jawab bagas lirih.
"Reza akan membantumu di sana, semoga semua nya cepat teratasi" ucap Nino yang diikuti reza
__ADS_1
"Baiklah, aku titip anak dan istriku. Tolong jaga mereka " ucap bagas .
Bagas masuk ke ruangan sandra, tampak sandra sudah bangun dan sibuk menyusui baby twins.
"Sayang, bagaimana kondisimu?" tanya bagas mengecup kening sang istri.
"Aku baik- baik saja mas, apa lagi setelah melihat baby Al dan baby El " ucap sandra tersenyum
"Baby aL? Baby eL?" tanya bagas
"Iya mas, AL untuk alexa dan EL untuk Axel " jawab sandra tersenyum penuh kasih sayang.
"Ternyata rasanya begitu membahagiakan saat mereka lahir tanpa kita tanyakan kepada dokter saat USG ya sayang. Aku tidak pernah menyangka jika akan dikaruniai dua baby sekaligus. " ucap bagas
"Maka dari itu aku menolak untuk menanyakan jenis kelamin maupun jumlah bayi dalam kandungan ku mas" jawab sandra
"Maaf kan aku sayang, aku harus kembali ke kota z karena hari ini ada rapat direksi." ucap bagas tertunduk.
"Tidak apa - apa mas, pergilah aku akan selalu mendoakan dirimu, kabari aku jika sesuatu hal terjadi" ucap sandra
"Baiklah sayang, jaga dirimu dan anak- anak kita" ucap bagas.
Satu per satu baby twins Al dan El di kecup oleh sang daddy. Tak terlupakan juga sang mommy yang masih menyusui.
Setelah tiga hari akhirnya sandra di berikan ijin pulang bersama baby twins. Nino mencarikan dua orang baby sister untuk membantu sandra mengurus Al dan El tentunya dengan melalui banyak tes dari Nino dan Bayu.
Para pelayan dan pengawal rumah sandra menyambut hangat kedatangan sandra dan baby twins.
__ADS_1
Kamar baby twins pun sudah di desain sedemikian rupa dengan warna cat Biru langit serta gambar Bintang dan bulan yang bertebaran di langit- langit kamarnya.
Banyak mainan serta boneka tersusun rapi di sudut kamar serta box dengan warna Biru dan warna pink.
Tidak hanya itu dua stroller berwarna biru dan pink terlihat terparkir di sudut kamar, Dua lemari pakaian yang bisa di tebak milik baby twins.
"Astaga, siapa yang mendesain kamar ini?" tanya sandra. Awalnya sandra mendesain dengan serba biru tanpa mainan semua serba satu karena ia tak pernah menyangka akan memiliki dua buah hati.
"Tentu ongkel Nino yang tampan ini" jawab nino dengan percaya diri
"Aku membantumu" ucap bayu
"Ya ya kita berdua" jawab nino mengalah.
"Tapi baby Al dan baby El belum bisa bermain ongkel dan dua lemari apa semua kalian isi dengan pakaian?" tanya sandra sambil membuka lemari dan alangkah terkejutnya melihat tumpukan pakaian di dalamnya.
"Terimakasih ongkel " ucap sandra dengan tersenyum meskipun ia tak habis fikir pada dua orang di hadapannya. Bagaimana bisa bayi kecil seperti Al dan El memiliki pakaian yang begitu banyak.
"Mba lisa dan mba linda boleh tidur disini menemani baby twins ya, jika ada sesuatu langsung hubungi saya"ucap sandra
"Baik nyonya" jawab mereka berdua
Kamar baby twins berada sebelah kamar sandra, bagas sudah mendesainnya dengan pintu penghubung antara kamarnya dan kamar sang buah hati.
Sandra membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur berukurang king size , Saat ini ia merasa sangat merindukan sang suami.
"Mas cepatlah pulang. rasanya aku sangat merindukan dirimu" guman sandra.
__ADS_1