
"Sial.... Kenapa kamar ini kosong" ucap wanita berpakaian seksi itu.
"Aku melihat sendiri jika Nino mu masuk ke hotel ini dan aku juga mendengar kamar ini yang di sebutkan" jawab temannya.
"Usaha ku sia- sia ,lalu bagaimana jika wanita tadi yang menikmatinya?" desah anna dengan kesalnya.
"Mungkin itu terjadi, karena mereka masuk berdua dan obat itu akan bereaksi tanpa memilih lawannya" jawab temannya.
"Semua ini salahmu , kenapa tidak kau bantu saja mereka" kesal ana
Memikirkan nino akan menghabiskan malam ini bersama wanita lain membuat hatinya terluka. Dengan kekesalan yang sudah diluar batas ia keluar dari hotel klasik itu dan kembali ke dalam bar.
Saat di bar anna tanpa sengaja melihat nino Daniel dan juga kia masuk ke dalam ruang privat ,niat busuknya pun terlintas begitu saja tentu saja dengan mengeluarkan banyak uang agar pihak bar mau membantunya.
namun semuanya sia- sia karena pihak hotel tentu tidak memberikan informasi kamar pengunjungnya jika sang pengunjung tidak memberi pesan.
Nomor kamar yang diberikan oleh temannya pun terlihat kosong , ia tak mungkin jika membuka puluhan kamar itu satu persatu.
anna kembali ke dalam bar dengan penuh kekesalan, dengan wajah kesalnya ia pun memesan minuman yang cukup memabukan.
Keesokan harinya,
Saat jam menunjukan pukul Empat dini hari kiara terbangun dari tidurnya.
Perutnya terasa berat karena sebuah tangan kekar tengah memeluknya begitu erat.
Kia mematung, mengingat kembali apa yang terjadi di malam hari. Malam yang merubah hidupnya, malam panjang yang ia lalui bersama seorang laki- laki .
Kia segera mengangkat tangan itu dengan hati- hati. Ia pun segera pergi membersihkan diri dan kembali memakai pakaiannya.
Tanpa menunggu ia pun pergi ke kamar yang seharusnya ia tempati.
kiara menangisi nasib buruk yang menimpanya, ia tidak tahu harus menjalani hari yang sulit ini. apa yang harus ia katakan ? atau apa yang harus ia lakukan?
selama menunggu tuan nya terbangun kiara terus saja menangis dalam diam.
__ADS_1
Saat matahari hampir tinggi Nino terbangun dengan merasakan pusing di kepalanya.
Ia memijat pelipisnya dan duduk bersandar.
"Kenapa masih sakit" gumam nino.
Lalu beberapa detik kemudian ia tersadar jika ia tidak berada di kamarnya, ia melihat sekeliling dan sadar jika saat ini nino berada di hotel.
Nino pun sangat terkejut melihat dirinya tidak memakai sehelai benang pun.
"Apa yang sudah aku lakukan? " ucap nino
Ia segera saja membersihkan diri ,setelah itu ia menelpon kiara. Hanya wanita itu yang tahu apa yang terjadi padanya .
'' Hallo tuan" jawab kiara
"Kia dimana kamu? apa yang sudah terjadi kenapa saya ada di hotel?" tanya nino dengan kebingungan
"Tuan mabuk hingga pingsan jadi saya memesankan kamar untuk tuan , saya ada di sebelah kamar tuan . apa tuan butuh sesuatu?" tanya kia
"Saya tidak tahu tuan ,saya langsung kekamar setelah mengantar tuan bersama security hotel" jawab kiara
"Ah baiklah, kamu boleh pulang duluan kia . Saya masih ingin istirahat kepala saya masih pusing" jawab nino
"Baik tuan''
Setelah telpon ditutup kiara kembali menangis , ia menutup mulutnya dengan kedua tanganya.
kiara berusaha menekan perasaan hancurnya saat nino menanyakan hal semalam, kia tidak mau dikatakan memanfaatkan keadaan .
Kiara memang gadis miskin tapi dia tidak gila harta. Kia takut jika ia mengatakan yang sejujurnya nino akan berfikir kia sama dengan para wanita di luar sana yang menginginkan nino karena nino adalah seorang pengusaha.
kia tahu jika nino tidak mengingatnya, ia tahu saat malam itu terjadi nino tengah dalam pengaruh obat.
Hal yang sangat disesalkan kiara adalah membersihkan wajah nino saat itu, jika saja kia tidak peduli dan memilih meninggalkan nino dan beristirahat di kamarnya mungkin hal ini tidak akan terjadi.
__ADS_1
Semua sudah terjadi , kia hanya bisa menyesalinya. Ia pun keluar dari hotel dengan mata sembabnya. Untungnya hari ini adalah hari libur jadi ia tidak akan bertemu dengan banyak orang dengan mata sembab.
Nino memakai pakaian kembali, dengan setelah casual yang sudah dipesan oleh pelayan hotel ini.
nino pun menanyakan perihal cctv pada pihak hotel namun cctv di lantai tempat nino m nginap ternyata sedang rusak.
Nino pun kembali melihat tempat tidurnya dengan gelisah, ia menarik selimut nya untuk memastikan hal apa yang terjadi
Namun sebuah noda merah yang menyisakan pertempuran nya semalam membuat nino sangat terkejut.
bahkan ia lebih terkejut dari sebelumnya. Sebelumnya nino mengira jika salah satu wanita pengh**** yang berada di club yang memanfaatkan nya namun saat melihat noda itu tidak mungkin wanita seperti itu masih P******
"Sial, siapa yang sudah aku tiduri? apa kiara? tapi dia bilang dia berada di kamar sebelah" ucap nino
"Tapi kenapa aku tidak sadar melakukannya? aku mabuk kata kia kan, tapi....
ini tidak benar ,aku yakin ada sesuatu yang terjadi" ucap nino
ia segera menelpon daniel , menanyakan bagaimana keadaannya saat ini . Karena hanya dirinya dan daniel yang meminum anggur yang diberikan atas dasar gratisan.
setelah cukup lama akhirnya daniel menjawab panggilannya
"Lo dimana?" tanya nino tanpa memberikan sempat daniel mengatakan hallo
"Kenapa Lo sangat menyebalkan , gue ada di ....." daniel melihat sekelilingnya ,sebuah jarum infus menancap di punggung tangannya
"Astaga rumah sakit? gue di rumah sakit no,gue kanapa?" tanya daniel dengan terkejut
"Rumah sakit? Lo gak apa apa?" tanya nino
"Gue .... ah ya, kemarin gue nabrak pohon no sialan badan gue panas dingin tanpa bisa di kendalikan. " ucapnya.
"Tapi lo gpp kan ?" tanya nino lagi
"Masih aman sih , gue cuma masih pusing aja sama memar di dahi gue" jawab daniel.
__ADS_1
Nino pun memilih mengakhiri panggilan dan menyusul daniel ke rumah sakit.