
"Apa??? Kenapa bisa seperti itu? Seminggu ini sudah baik- baik saja kan?" tanya bagas pada koko
"Saya juga tidak mengerti tuan, seminggu inj memang perusahaan berjalan normal seperti sebelumnya, tapi tiba- tiba saja para pemegang saham ingin menjual sahamnya dengan harga murah . Saya baru mendapat info jika semua karyawan tampak panik akan hal itu para petinggi perusahaan meminta agar tuan bisa datang ke perusahaan kita" ucap koko
"Huuhhh.... bagaimana ini, istriku akan melahirkan satu minggu lagi . Aku tidak mungkin meninggalkan nya " desah bagas.
Lama bagas terdiam dengan memijit kening nya ..
"koko saya akan pulang , saya akan membicarakan ini dengan istri saya. Kabari saya perkembangan perusahaan kita" ucap bagas lalu menyambar jas nya dan bergegas pulang.
Sampai di rumah nya bagas langsung menuju kamar mencari istri tercinta nya.
"Loh mass kamu sudah pulang?" tanya sandra
"Iya sayang, aku begitu merindukan mu dan anak kita"ucap bagas
"Ada apa? wajah mu terlihat begitu sedih?" tanya sandra
"Kau ini memang selalu tahu, apa dalam mata mu ada alat penterjemah fikiran?" ucap bagas tersenyum
"Aku istrimu mas, jadi sudah wajah jika aku merasakan apa yang suamiku ini rasakan" jawab bagas.
"Sayang aku harus ke kota Z , perusahan ku yang berada di sana sedang dalam masalah besar hingga para pemegang saham akan menjual saham nya dengan harga murah" ucap bagas tertunduk
Sandra tahu jika suami nya saat ini tengah memikirkan tentang dirinya , masalah perusahaan besar seperti milik bagas tidak akan mudah di selesai kan sudah di pastikan jika bagas pergi ia akan melahirkan tanpa di dampingi seorang suami.
"Mas, aku tahu kamu berat pergi meninggalkan ku disini. Tapi ingatlah masih ada kak nino yang akan menjaga ku" ucap sandra
"Nino terlalu sibuk sayang, aku tidak ingin mengganggunya. Dia masih belum menemukan titik terang keberadaan ibu nya" ucap bagas.
__ADS_1
"Sayang, percayalah kak nino tidak mungkin menelantarkan ku" ucap sandra
"Pergilah, itu adalah perusahaan pertama yang didirikan oleh papa ,jangan sampai perusahaan itu bangkrut sayang" ucap sandra
Meski dalam hatinya merasa berat memberikan suaminya pergi tapi sandra tidak bisa egois. Istri mana yang tak ingin melahirkan di dampingi oleh suaminya
Di tempat lain Nino tengah di perusahaan sambil memantau anak buah nya yang mencari keberadaan ibunda nya.
Sebuah petunjuk kalung berpermata bintang laut berwarna merah serta selembar foto ibu dan ayah nya yang diberikan oleh pihak panti asuhan. Nino terlihat begitu merindukan sosok ibu yang selama bertahun- tahun bahkan tak pernah terbayang seperti apa rupanya.
"Aku hampir menyerah mencari dirimu bu, tapi aku yakin kau akan datang padaku" gumam nino.
"Ah iya aku melupakan si bocah itu" ucap nino mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang via video call
Bayu: "Haii kakak ku yang tampan" sapa bayu di seberang sana
Nino: " Apa mau mu memujiku?" tanya nino
Nino: " Aku tahu sifat mu , akh sudah lah... Kapan kau pulang? apa kau tidak ingin melihat keponakan mu lahir?"
Bayu :" tentu saja aku pulang, mungkin 3-4 hari lagi aku akan datang"
Nino: " Baiklah ,ingat oleh- oleh yang aku pesan"
Bayu:" Iyaa aku ingatt.... Lalu bagaimana perkembangan pencarian ibu mu kak?"
Nino:" Masih tidak ada perkembangan"
Bayu:" Apa lagi petunjuk selain foto dan kalung yang kau kirim padaku?"
__ADS_1
Nino:" Hanya itu yang di berikan pihak panti, tapi kata kakek ibu memiliki tanda lahir di lengan kanan nya berbentuk bintang"
Bayu:" Tenang lah ,kalian pasti akan bertemu. Aku akan meminta teman- teman ku membantu"
Nino: " terimakasih bayu"
Bayu:" sama- sama"
Sambungan video pun terputus dan bayu tersenyum membayangkan ekspresi nino yang terlihat sedih.
"Maaf kak , aku hanya ingin mengerjai mu sedikit saja. Aku suka sekali melihat muka suram mu" guman bayu tersenyum
Bayu yang sedikit berbohong pun segera keluar dari apartemen nya dan menjemput Elena karena hari ini lah ia akan pulang bersama Elena.
Bagas pun bersiap - siap di bantu sandra meskipun bagas sudah melarangnya.
"Sayang, bawa lah reza bersama mu. Aku sangat mengkhawatirkan dirimu disana tanpa ada nya diriku" ucap sandra
"Tidak sayang, reza lebih baik berada di sini menjaga mu selama nino berada di kantor " tolak bagas
"Sayang tolong lah, aku benar- benar takut sesuatu terjadi padamu" ucap sandra terlihat jelas kekhawatiran nya terhadap suami tercinta.
"Aku membawa anak buah ku dan juga koko sekretaris ku sayang, jadi tenang lah tidak akan terjadi sesuatu pada suami mu yang tampan ini" ucap bagas memeluk sandra. Berat hati nya meninggalkan sang istri tapi tugas nya membuat ia harus rela terpisah sementara waktu.
"Semoga tuhan selalu menyertai mu mas, dan semua masalah bisa cepat kamu selesaikan" ucap sandra.
"Aku akan mengusahakan semua nya cepat teratasi sayang, Anak dadddy jangan membuat mommy mu lelah ya, jangan nakal, jadi anak yang baik ya selama daddy tidak di rumah" ucap bagas mengelus sesekali menciumi perut buncit sandra
Tanpa di sadari air mata sandra terjatuh , perasaannya benar- benar takut, entah ada apa namun baru kali ini ia merasa enggan berpisah dengan sang suami. Mungkin bawaan kehamilannya begitu lah fikiran sandda
__ADS_1
"Jangan menangis, air mata mu terlalu berharga" ucap bagas mengapus air mata sandra
Sandra memeluk tubuh sang suami dengan erat, bagas pun membalas nya dan beberapa kali mendaratkan ciuman di puncuk kepala sandra.