
lanjut flashback
Beberapa hari setelah kunjungan sandra ke cafe lusy , Bagas melihat istrinya selalu tersenyum. Raut bahagia yang selalu membuat hati bagas damai.
"Sayang, apa kau menginginkan sesuatu?" tanya bagas memeluk sandra dari belakang
"Tidak mas, aku sedang tidak ingin apa pun" jawab sandra berbalik menatap mata sang suami.
"Sayang, aku menginginkan mu" ucap bagas berbisik di telinga sandra
"Baiklah, tapi pelan- pelan mas" jawab sandra malu- malu.
Sementara Nino saat ini sedang melakukan meeting dengan salah satu client penting Na company.
Di perjalanan tanpa sengaja ada seorang wanita menyebrang jalan dengan tergesa- gesa
"Ehhhh...."
ckiiiiiitttttt......
"Aaaaaaaa"
"Hampir saja ,mau mati apa itu orang" kesal nino keluar dari mobilnya.
"Aku belum mau mati, aaa Malaikat tolong jangan ambil nyawaku " ucap wanita itu sambil menutup mata
"Hei"
Pelan pelan wanita itu membuka matanya, alangkah terkejutnya ia melihat sosok pemuda tampan yang tengah memandangnya
"Apa kau malaikat yang mengambil nyawaku?" ucap wanita itu
"Iya aku malaikat yang ingin menyuruhmu minggir" ucap nino dengan menatap tajam
wanita itu melihat bawah dan kesamping lalu beralih pada nino
"Apa aku masih hidup? aku tidak tertabrak?" tanya nya
"Tolong minggirlah" ucap nino berbalik
"Tunggu, tolong maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud menghalangi jalan anda" ucap wanita itu menunduk. Ia merasa malu setelah tersadar akan kesalahannya
"Aku kira dia itu malaikat, ternyata bukan" batin nya
"Lain kali lebih berhati- hatilah" ucap nino
"Terimakasih tuan"
__ADS_1
Nino pun berlalu meninggalkan wanita itu, ia melanjutkan tujuannya menghadiri meeting.
Meeting berjalan dengan sempurna, client sangat menyukai kinerja nino. Suatu kebanggaan bagi nya bisa membuat perusahaan sandra semakin maju.
"Selamat pak nino, anda sungguh luar biasa" ucap hito
"Terimakasih pak kami akan berusaha memberikan yang terbaik" ucap nino
"Mari kita makan siang bersama untuk merayakan kerja sama kita" ucap hito yang mendapat anggukan persetujuan dari nino
"Anda mau pesan apa pak nino?" tanya hito
"Saya terserah anda saja pak, oh ya say a permisi ke toilet dulu sebentar" ucap nino berlalu meninggalkan hito.
Namun ...
brukkkkkk....
Seorang pelayan menabraknya dengan membawa ember serta alat pel tepat di depan toilet pria
"Maaf tuan" ucap pelayan itu menunduk
"Bisa tidak kalau jalan itu liat- liat" kesal nino
"Maaf ka saya tuan"
"Kamu? kamu yang mau bunuh diri tadi pagi kan?" tanya nino
Seketika itu wanita itu mengangkat wajahnya dan melihat laki - laki yang dua kali ia tabrak dalam waktu setengah hari
"Tuan.... maafkan saya" ucap wanita itu semakin takut
"saya akan menggantinya setelah saya gajihan tuan" lanjutnya
"Tidak usah,aku bukan orang seperti itu" jawab nino meninggalkan wanita itu
Diam - diam wanita itu mengikuti nino kembali ke rumahnya , karena nino mampir ke rumah sebelum ke kantor kembali untuk mengganti pakaiannnya.
Ceklekkk
"Tuan" panggil wanita itu
"Ngapain kamu? kamu nguntit?" tanya nino
"Saya hanya ingin meminta maaf tuan, saya merasa tidak enak . Pagi tadi saya bukannya ingin bunuh diri tapi saya kesiangan jadi saya tergesa- gesa dan tadi di restoran saya kurang konsentrasi karena saya mengantuk tuan ,tolong maafkan saya jangan sampai atasan say atau soal ini. Saya janji akan menggantinya tuan tapi tunggu saya gajihan'' ucap nya
"Baiklah" jawab nino singkat
__ADS_1
"Terimakasih tuan, jika begitu saya pamit dulu" ucapnya
"ehh siapa yang mengijinkanmu pergi? sebagai tanda saya setuju saya mau kamu membersihkan rumah saya sekarang" ucap nino
"Sekarang? tapi tuan"
"Jika tidak mau ya sudah" jawab nino acuh
"Baiklah tuan, saya lakukan sekarang"
"Siapa namamu?" tanya nino
"Saya ana tuan "
"Bersihkan setiap ruangan disini, jika kau ingin memasak di dapur ada bahan. Saya akan pergi ke kantor dulu saya akan awasi kamu bekerja karena setiap sudut di ruangan ini ada cctv" ucap nino menatap tajam ana
"Baik tuan tenang saja, " ucap ana tersenyum
Nino kembali ke rumah pukul 07.00 malam ,
"Sepertinya wanita itu sudah pergi" batin nino
Nino hendak membuka pintu tapi pintu itu sudah terbuka sendiri, tampak lah senyum wanita yang bisa di katakan pertama kali di rumahnya.
"Kau belum pulang?" ucap nino basa basi
"Aku menunggu anda tuan, saya juga sudah menyiapkan makanan . Semoga tuan suka " ucap ana
"Tuan, saya juga sekalian pamit pulang . " lanjut ana
"Baiklah, " ucap nino
malam hari nya
ting....
Sebuah pesan masuk di ponsel nino
"Selamat malam tuan, save no telpon saya . jika tuan membutuhkan saya untuk membersihkan rumah tuan telpon saja'' isi pesn itu
"Darimana kau dapat no ponselku?" balas nino
"Maaf tuan, saya mengambil di kamar anda" dengan emoticon menunjukan deretan gigi
Nino tak menghiraukan lagi.
Empat bulan berlalu nino dan ana semakin dekat namun hanya sebagai teman tidak lebih. Ana sering di minta membersihkan rumah nino tentunya dengan upah beberapa lembar uang.
__ADS_1
*flashback off*