
Jam menunjukan pukul sepuluh pagi sandra terlihat duduk di sebuah pojokan restaurant sembari menatap benda pipih yang berada di tangannya.
Derap langkah mendengati nya namun ia masih sibuk dengan benda pipih itu.
"Hmm maaf membuatmu menunggu be" sapa daniel yang baru saja tiba
Sandra langsung menghentikan aktifitas nya ketika mendengar suara yang sudah ia tunggu.
"Tidak masalah daniel, duduk lah dan terima kasih sudah mau datang" ucap sandra dengan senyum nya . Senyum sama yang membuat hati Daniel luluh ,namun bodoh nya dia memilih meninggalkan wanita yang duduk di depan nya demi ambisi sang ibu meski akhirnya sang ibu menyesalinya setelah tahu siapa sandra sebenarnya.
"Bagaimana kabar mu dan bagas ?" tanya daniel
"Aku seperti yang kau lihat, tapi suamiku masih terbaring dengan tidur nyenyaknya" jawab sandra dengan sendu
"Apa yang terjadi?" tanya daniel
"Suamiku di culik oleh saudara ibu mertua ku dan kekasih mu " jawab sandra
"Kekasih ku?" ulang daniel denga mengernyitkan dahi
"Crystine, dia bekerja sama dengan bibi nya bagas untuk bisa menguasai harta dan menikahi suamiku. Sungguh membuat ku kesal setiap mengingat nama wanita itu" ucap sandra.
"Lalu bagaimana kondisi bagas?" tanya daniel
"Dia masih koma karena melindungiku" jawab sandra
"Aku turut prihatin bee, kau harus kuat " ucap daniel
"Terimakasih daniel"
Obrolan mereka terhenti saat pelayan membawakan pesanan mereka,
__ADS_1
"Daniel , sebenarnya aku ingin bertemu denganmu karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan " ucap sandra
"Tanyakan saja selagi aku bisa membantumu bee aku pasti akan membantu mu" jawab daniel
"Karena sampai kapan pun kamu tetap menjadi yang terpenting dalam hidupku bee,betapa bodoh nya aku dulu" ucapan itu hanya keluar dalam hati nya.
"Daniel , kau tahu asisten ku kan . Sekarang aku sudah menganggapnya sebagai kakak ku, yang ingin aku tanyakan ada sangkutannya sengan kak nino" ucap sandra
"Aku ingin tahu nama sebuah perusahaan yang berkembang di amerika ,tapi nama perusahaan itu sudah di ganti dan sangat sulit untuk kami menggali informasi nya"
"Apa nama perusahaan itu? mungkin aku tahu" tanya daniel
"Nama perusahaan itu BEM'S group,tapi kini nama nya telah berubah " jawab sandra
"Bems? nama yang tak asing bagiku" gumam daniel.
"Ini sangat penting bagiku, kak nino suda banyak membantuku dan ini saat nya aku membantunya'' ucap sandra
"Apa hubungannya perusahaan itu dengan Nino?" tanya daniel
"Baiklah, aku akan mencari tahu nya " jawab daniel
"Thank you daniel, kau memang sahabatku" ucap sandra tersenyum
Di sisi meja lain terlihat seorang wanita menatap sandra dengan tatapan tidak suka.
"Gara - gara wanita itu dia menolak ku, apa hebatnya dia? lihat saja bahkan dia bertemu laki- laki lain tanpa suaminya" ucap perempuan itu lalu dia mengambil ponsel nya di saku dan memotret beberapa foto kebersamaan sandra dan daniel
"Lihat saja aku akan buktikan jika wanita yang kau suka tidak sebaik kelihatannya" ucap wanita itu tersenyum.
Setelah sandra berpamitan pada bagas ia segera pulang menemui sang suami. Mobil terparkir di halaman rumah yang begitu luas, sandra keluar dan melihat sang mertua sedang bersama si kembar .
__ADS_1
" Paa" sapa sandra
"Haii kau sudah pulang nak" ucap betran tersenyum sambil menggendong axel dan alexa digendong mba lisa.
"Iya pa, sandra baru saja bertemu daniel. Sandra meminta bantuannya untuk menyelidiki nama perusahaan milik ayah Nino" ucap sandra. Bet sudah mendengar semua cerita tentang nino dan keluarga nya dari sandra.
"Oh baguslah jika ada orang yang mau membantu nya, papa kasihan pada nya semoga saja masala nya cepat selesai" ucap betran
Bagas satria permana, laki - laki humoris dan selalu melindungi sandra kini terlihat lemah terbaring dengan beberapa alat bantu di tubuhnya.
"Selamat siang suamiku" sapa sandra mencium tangan suaminya.
"Mas ahh tidak- tidak, aku aka memanggilmu dengan sebutan hubby saja bagaimana? panggilan mas tidak cocok untuk mu" ucap sandra tersenyum
"Hubby tahu? aku baru saja bertemu daniel,huhh... rasanya melihat nya aku melihat diriku dihina seperti dulu lagi. Tapi aku hanya kenal dia yang pasti sudah akan membantu ku. Dan sesuai dugaan ku dia bersedia membantu ku. Semoga saja semua berjalan dengan baik dan hubby bangun di saat itu" ucap sandra
"Aku sangat merindukan mu hubby, bangun lah jangan biarkan aku sendiri seperti ini"
Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata bagas yang masih terpejam.
Sandra melihatnya langsung mengusap nya dengan lembut
"Kenapa hubby menangis? aku baik- baik saja tapi akan lebih baik jika hubby berada di sisi ku"
Dokter mia datang untuk memeriksa bagas
"Oh maaf nyonya saya tidak tahu anda di dalam" ucap nya dengan menunduk
"ah tidak masalah dokter, hmm tadi suamiku mengeluarkan air mata" ucap Sandra
Dokter mia memeriksa nya dengan sangat teliti
__ADS_1
"Itu respon yang beliau berikan, teruslah aj beliau berbicara itu bagus untuk kesembuhannya" ucap dokter mia
''Biaklah dok, terimakasih" ucap sandra.