AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
eps 77


__ADS_3

Brukkk...


Hantaman demi hantaman dirasakan oleh pasangan suami istri itu di dalam mobil yang sudah terlihat ringsek di body belakang, Bet yang masih fokus untuk menghindar agar terlepas dari penjahat yang mengancam nyawanya. Mela pun tak luput dari doa agar bisa selamat.


"Ya tuhan siapa yang sudah berbuat kotor kepada orang tuaku" ucap bagas dengan melajukan kencang mobil nya.


"Ada apa sebenarnya bro?" tanya teman bagas yang bernama rifzi


"Gue gak tau juga, yang pasti papa dan mama dalam bahaya" jawab bagas tanpa mengalihkan pandangan.


"Posisi om dan tante ada sebelum jembatan bro" ucap rifzi yang melacak keberadaan mereka lewat ponsel mela.


drtttt....


drtttttt....


drt.....


"Telpon dari my sweety" ucap rifzi karena ponsel bagas masih dipegang olehnya.


"Angkat saja, Gue gak mau dia salah faham jika gue gak ngangkat'' ucap bagas.


"Hallo"


"Hallo dimana kak bagas? ini siapa?" tanya sandra yang menyadari jika suara nya bukan milik sang kekasih.


"Maaf calon ipar, bagas sedang menyetir jadi aku menjawabnya" jawab rifzi


"Apa ada sesuatu?" tanya sandra yang mulai merasakan hal buruk.


Rifzi pun men- loadspeaker panggilan itu agar bagas mampu berbicara langsung dengan kekasihnya.


"Jangan khawatir aku baik-baik saja sayang" ucap bagas melembutkan suaranya.


"Jangan berbohong padaku kak, aku sangat mengenalmu" jawab sandra.


"Aku hanya sedang mencari papa dan mama" ucap bagas


"Kemana mereka?"tanya sandra


"Ceritanya panjang sayang, hanya saja mama dan papa dalam bahaya. Sudah dulu ya,nanti akan ku telpon lagi" ucap bagas


"Baiklah ,hati- hati sayang" ucap sandra penuh kekhawatiran.


Mobil yang ditumpangi betran akhirnya berhenti tepat di jembatan karena kerusakan yang terlalu parah. Akhirnya bet memutuskan untuk keluar untuk menemui para penjahat itu


''Apa mau kalian?" tanya betran pada para penjahat yang berjumlah Enam orang itu.


"Tentunya nyawa kalian, terutama nyawa dari anakmu bagas" jawab nya


"Siapa yang menyuruhmu?"tanya betran.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara, bersiap lah untuk menjemput ajalmu tuan besar"jawab nya.


Ketika penjahat itu mengarahkan pistol ke arah betran dengan senyum jahatnya


"Katakan permintaan terakhir anda tuan hahahah" ledek penjahat itu.


"Tolong jangan menyakiti istri dan anakku,silahkan bunuh aku jika itu membuatmu senang" jawab betran


Dorrrrrrrrr..........Sebuah tembakan dan jeritan terdengar memilukan hati.


Tubuh lemah yang bersimbah darah terlihat ambruk di hadapan Betran dengan menepiskan senyum menahan rasa sakit.


"Ma apa yang mama lakukan" tanya betran dengan air mata yang mengalir.


"Aku hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan pa" jawab mela setengah terbata.


"Ma bertahanlah, " ucap betran menggenggam erat yangan istrinya


"Aku sudah meminta kalian tidak menyakiti istriku" teriak betran


"Istri anda yang bodoh tuan'' jawab nya santai.


"Sekarang giliranmu tuan permana" lanjutnya.


Dorrrr......


Tembakan kedua berbunyi menandakan kembali pertumpahan darah,


Kelima teman nya termasuk betran merasa terkejut, entah siapa yang sudah membantunya dari maut kali ini.


"Siapa kalian? beraninya mengganggu acara kami? " ucap salah satu penjahat


Penjahat lainnya berusaha memeriksa denyut nadi penjahat yang menjadi ketuanya yang telah tewas itu.


"Bos sudah meninggal" ucap salah satunya.


"Kau membunuh bos kami" teriak nya.


"Kalian juga akan menyusulnya jadi bersiap lah" jawab pengawal yang berjumlah lima orang.


"Siapa kalian?"


''Tentu saja malaikat maut mu"


"Sialan"


Akhirnya pertempuran antar dua kelompok pun tak bisa dihindari, suara jeritan demi jeritan hingga pukulan yang memekakan telinga pun terjadi


Betran masih mencoba untuk membuat mela tetap berbicara agar tidak kehilangan kesadarannya.


Bagas dan rifzi pun tiba dan melihat dua kelompok yang beradu kekuatan itu namun sebagian sudah terkapar tak sadarkan diri.

__ADS_1


Salah satu pengawal membantu betran untuk mengangkat mela agar segera mendapat perawatan .


"Ada apa dengan mama?" tanya bagas panik


"Tuan bagas, sebaiknya kita bawa nyonya besar ke rumah sakit lebih dahulu" jawab pengawal itu.


"Masukan ke dalam mobil" ucap rifzi.


"Kalian urus penjahat itu sekap di penjara bawah tanah" ucapnya memberi perintah.


Setibanya di rumah sakit mela langsung di larikan ke ruangan UGD guna mendapatkan pertolongan pertama. Betran sangat syok dengan kejadian yang menimpa istri nya , dia pun menangis pilu


"Aku gagal melindungimu ma, aku gagal menjadi suamimu" racau betran


"Papa tenang, kita doakan mama. Sebenarnya siapa yang melakukan ini pada kita" ucap bagas tak kalah khawatir.


"Papa tidak tau nak, mereka hanya berkata ingin melenyapkan papa ,mama dan dirimu" jawab betran.


"Apa mungkin pesaing bisnis?" duga bagas .


"Bagas, nanti kita cari tahu. Papa akan membuat perhitungan kepada orang yang mencelakai mamamu" ucap betran. Terlihat api amarah berkobar di matanya.


"Kamu harus berterimakasih pada orang suruhanmu, dia menyelamatkan papa dari tembakan " ucap betran melihat pengawal yang berdiri agak jauh dari mereka berdua


"Orang suruhanku? bahkan aku tidak mengenalnya pa" jawab bagas bingung


"Lalu siapa dia?" kini betran pun ikut merasa bingung ,


Bagas pun mendekatinya begitupun betran yang ikut mendekat.


"Tuan" ucapnya membungkuk


"Siapa namamu?" tanya bagas


"Reza tuan, maaf tuan saya terlambat menolong nyonya besar" ucap reza penuh penyesalan.


"bukan salahmu, mungkin ini adalah takhdir" jawab betran


"Kenapa kamu membantu ku?" tanya betran


" Saya hanya menjalankan tugas tuan" jawab reza menunduk


"Siap yang menyuruhmu?" kini bagas yang bertanya.


"Nona muda yang memberi perintah tuan" jawab reza.


"Nona muda?" ucap ayah dan anak itu serempak


Reza hanya mengangguk


"Siapa nona muda?" tanya bet

__ADS_1


"Itu nona.....


__ADS_2