
Pagi ini kediaman sandra terasa sangat ramai dengan celotehan Nino ,Bagas dan juga Bayu.
Tiga laki- laki itu berkumpul bak seorang Ibu- ibu yang sedang bergosip Namun tiga laki - laki ini justru saling menjahili satu sama lainnya dengan di temani secangkir teh hangat .
Meskipun Sandra telah memaafkan kedua orang tuanya ,namun Sandra masih tidak berniat mengajak nya tinggal bersama. Biarlah kedua orang tuanya merasakan kesepian tanpa kedua anaknya agar di kemudian hari mereka lebih menghargai waktu bersama dengan keluarga .
Sampai saat ini pun Roman maupun Mila belum mengetahui secara pasti siapa sebenarnya Putri yang telah mereka buang . Yang mereka tahu Sandra tengah berbeda dari Sandra yang dulu, Sandra kini sudah memiliki sebuah usaha dan membuktikan bahwa perempuan pun bisa untuk menjadi sukses.
Berulang kali roman menghubungi kedua anaknya untuk sekedar makan siang atau pun makan malam bersama, Namun mereka memilih tidak menghadiri undangan Roman agar Roman lebih merasakan betapa pentingnya hadir seorang anak untuk mengisi hari- hari tua nya.
Disela- sela celotehan para pemuda yang memegang status yang masih menjomblo itu Sandra datang dengan sepiring cemilan di tangan nya.
"Kalian itu sudahh seperti ibu- ibu komplek tau,,berisikk pagi- pagi" Omel Sandra dan memberikan cemilan nya
"Maaf my queen, Itu semua karna si Nino " jawab Bagas membela diri.
"Enak saja, itu semua karna dirimu" Bela Nino tak mau mengalah.
Sandra tauu pasti kali ini Bayu juga akan membela dirinya. Sebelum Bayu membuka mulut Sandra terlebih dahulu menyela perdebatan laki- laki dewasa di depannya.
"Sudahh.... Ya tuhan kenapa kalian jadi seperti anak kecil? " ucap Sandra dengan menepuk jidatnya
"Maaf tuan putri" Jawab mereka bertiga dengan serempak sembari memegang kedua telinga masing- masing.
Sandra langsung tertawa melihat tingkah mereka, sungguh menggemaskan melihat tingkah Nino,Bayu dan juga Bagas.
"Aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian" ucap Sandra menunjukan wajah yang serius. Seketika tiga laki- laki itu pun duduk dengan tegak siap mendengarkan petuah dari sang tuan putri.
"Nino aku ingin bertanya padamu, Kau ingat pada kelompok yang menyerang kita waktu itu sampai melukai tanganmu? "tanya Sandra
"Ya aku ingat,lalu?" tanya Nino kembali.
"Aku hanya ingin memberi pelajaran sedikit pada orang yang menyuruhnya,Bagaimana pendapatmu?" tanya sandra
"Aku sangat setuju tentunya, tapi sebaiknya kita tunggu sampai waktunya tiba. Aku sudah mempunyai rencana untuk membalas nenek sihir itu" ucap Nino dengan bangga
__ADS_1
"Kau tau pelakunya?" tanya Bagas . Bagas memang tidak mengetahui tentang penyerangan kelompok itu pada Nino dan Sandra karena saat itu Bagas masih di Negara K.
"Tentu saja" ucap Nino dengan bangga pada diri sendiri.
"Kak jangan heran pada nya, Dia akan berubah menjadi sombong ketika kau memujii atau pun meengherankan pengetahuannya." ucap Bayu sontak mendapat toyoran di kepalanya oleh Nino.
"Baiklah aku menyerahkan itu padamu. Berarti aku bisa fokus pada keluarga Hermawan. " ucap sandra.
"Bukan kah Billy sudah menyerahkan semua aset keluarga kita kak?" tanya bayu.
"Boy... Billy mendapatkan semua itu dengan cara yang cukup sulit dengan melenyapkan Aku Lalu dirimu dan juga kedua orang tua kita. Jadi aku rasa Billy masih memiliki rencana untuk membuat kita Jatuh kembali." ucap sandra.
"Kenapa aku sampai tak memikirkan itu? Maafkan aku kak" ucap bayu.
"Bukan masalah boy,. " ucap sandra mengelus kepalaa adik tersayangnya.
"Apa aku boleh membantumu? Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu San" ucap Bagas.
"Tentu saja " Jawab Nino dengan cepat.
"Kenapa aku jadi pemalu sepertti ini, Ayolah sandra bersikap lah biasa" batin sandra.
"Jadi apa yang akan kita lakukan kak?" pertanyaan bayu menyadarkan sandra dari lamunannya.
"Aku akan menghancurkan usaha nya, Tapi setelah anaknya kembali menikah dengan pengusaha itu. Karena aku tau bahwa pengusaha itu sudah memiliki istri di Negara nya . Kalian tau? Orang tua yang di bawa kehadapan keluarga Hermawan adalah orang tua bayaran. Sebenarnya aku tak tega padanya, namun dia sudah berniat membunuh adikku,jadi ku rasa ini balasan dari tuhan untuknya." ucap sandra.
Bayu yang mendengar mantan istrinya akan menikahi orang yang sudah beristri pun merasa kasihan,namun ini semua karna keserakahannya. Selama ini Bayu diam- diam selalu mengawasi gerak- gerik Citra tanpa sepengetahuan kakaknya. Bayu hanya ingin memastikan apa maksud dari Citra ingin membunuhnya.Namun bayu menemukan semua perbuatan Citra dibelakangnya membuat Rasa kasihan itu sirna seketika.
"Itu pantas dia dapatkan kak, jangan mengasihani wanita ular itu" jawab Bayu.
Sandra sangat mengerti perasaan adiknya yang merasa amat kecewa pada sosok Citra.
''Bayu, apa tidak sebaiknya kamu mencari pendamping? " tanya Sandra tiba- tiba.
"Aku akan mencarinya nanti kak, setelah kau menikah " ucap Bayu melihat wajah cantik sang kakak.
__ADS_1
"Aku belum memikirkan untuk itu" ucap Sandra kembali teringat akan hinaan keluarga Daniel kala itu.
Terbesit rasa trauma akan sosok calon mertua.
"Kau hanya membutuhkan seseorang yang mampu membuat luka mu itu sembuh" ucap Nino santai.
"Kau tau apa tentang itu? Aku tidak pernah melihatmu membawa seorang perempuan selama bekerja bersamaku" ucap Sandra setengah mengejek asistennya.
"Memang tidak pernah,tapi aku mengetahui hal seperti itu" ucap Nino pada sandra.
Bayu pun. tertawa melihat ekspresi Nino ketika kakaknya menyebut bahwa Nino yang tampan dan juga humoris itu tak pernah membawa seorang perempuan.
"Kak mungkin sebaiknya aku harus berhati- hati pada asistenmu ini" ucap Bayu di sela tawanya.
"Maksudmu? " tanya Nino ,namun seketika Nino sadar akan ucapan Bayu dan langsung memukul bahu Bayu " Heii bocahh si*lan. Aku masih normal, Aku masih menyukai perempuan cantik dan sexy." ucap Nino dengan kesal mengundang gelak tawa keempat manusia itu.
.
.
.
..
**Good morning readers ππ
Selamat membaca ya
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian buat suntikan semangat buat author.
Like ,coment, dan vote yang banyak dan jangan lupa klik favorite ππππ
Salam dari author
and happy reading πππ**
__ADS_1