
Satu minggu berlalu, sandra pun sudah berada di rumah nya bersama si kembar.
Hanya dua hari sandra di rawat karena ia merasa kasihan pada si kembar karena kedua orang tuanya harus menginap di rumah sakit.
Sandra selalu mendoakan bagas ,bahkan setiap hari ia selalu berkunjung ke rumah sakit untuk melihat kondisi sang suami.
Selama seminggu ini tidak ada perkembangan pada kondisi bagas, ia masih nyaman berada pada alam bawah sadar nya.
Dokter pun tidak bisa memastikan sampai kapan bagas akan tertidur , mungkin jika alat bantu yang terpasang pada tubuh nya dilepas bagas tidak akan tertolong begitu lah kata dokter pada sandra.
Melihat sang kakak termenung dengan tatapan kosong bayu pun mendekatinya, bayu tahu jika kakak nya sangat bersedih.
Dalam hidup nya bayu hanya ingin sang kakak merasa bahagia, dahulu ia sudah melihat kesedihan kakaknya namun kini kesedihan itu terulang kembali saat kakak iparnya terbaring lemah di rumah sakit.
"Kakak, ayolah semangat demi baby twins. Aku yakin kak bagas pasti kuat ,ia sangat menyayangimu kak " ucap bayu mengelus lembut tangan sang kakak.
Butiran bening terjatuh dari pelupuk mata sandra, ia menyadari jika ia terus bersedih maka anak nya lah yang akan menjadi korban.
"Maaf boy, aku terlalu memikirkan suamiku. Aku hanya tidak siap jika harus kehilangan nya" jawab sandra dengan air mata yang deras.
"Kau tidak akan kehilangan suamimu, dia akan bertahan aku yakin itu" ucap bayu meyakinkan sandra.
"Aku juga berharap begitu, El dan Al masih membutuhkan daddy nya" ucap sandra.
"Sekarang hapus air mata mu, aku akan ke rumah sakit sebentar" ucap bayu
"Baiklah, tapi bolehkah aku ikut denganmu? rasanya aku sangat merindukan kakak iparmu" pinta sandra.
"Baik lah, kita berangkat" ucap bayu tersenyum.
Sandra melihat sang suami yang masih terpejam, ingin rasanya ia marah pada takhdir karena membuat nya kembali merasakan sakit. Ingin pula ia meminta tuhan untuk menukar dirinya dengan sang suami agar hati nya tak seterluka ini melihat bagas yang terbaring lemah.
"Mas tolong bangunlah, aku dan anak- ank kita menunggumu. Apa kamu tidak mau ikut membesarkan anak- anak kita? Apa kamu begitu nyaman dengan tidurmu?" ucap sandra
"Aku yakin kamu mendengarku mas, tolong sadarlah . Kau tahu papa juga akan kembali,beliau sangat sedih mendengar kau di sekap dan sekarang koma . jangan membuat papa bersedih mas, bangunlah"
Di ruangan dokter mia terlihat bayu sedang duduk dengan berhadapan dengan dokter muda itu.
"Dok apa tidak bisa kakak iparku sadar dengan cepat?" tanya bayu
__ADS_1
"Kesadaran beliau tergantung dengan keinginan beliau untuk bangun tuan, tapi aku rasa saat ini beliau masih nyaman di alam bawah sadar nya karena benturan yang beliau alami sangatlah keras" ucap dokter mia
"apa tidak ada tempat untuk menyembuhkannya? diluar negeri misalnya?" tanya bayu
"Dengan kondisi beliau seperti ini,saya rasa masih akan sulit tuan. Kita hanya harus mendoakan nya agar tuhan segera memberikan kesembuhan" ucap dokter mia
Tok..tok..tok...
Obrolan keduanya terhenti saat mendengar suara ketukan.
"Masuk"
"Maaf dokter mengganggu" ucap sandra .
"Tidak apa - apa silahkan masuk nyonya" jawab dokter mia tersenyum
"Boy kau disini?" tanya sandra
"Iya aku sedang konsultasi" jawab bayu
Sandra hanya mengangguk. Lalu ia duduk di depan dokter mia, terlihat sandra menarik nafas dalam sebelum berbicara.
"Dok saya ingin membawa suami saya ke kota B " ucap sandra
"Baiklah dok, dan jika dokter berkenan saya juga ingin dokter yang menanganinya. Saya sudah mencari informasi dokter terbaik dan saya mendapat rekomendasi salah satunya anda" ucap sandra
"Anda berlebihan nyonya,saya hanya dokter baru" jawab dokter mia
"Tapi anda memang hebat, dan saya akan berbicara langsung pada ketua rumah sakit untuk meminta anda ikut dengan saya itu pun jika anda setuju" ucap Sandra.
"Baiklah nyonya,jika anda memilih saya ,maka saya sangat merasa terhormat" ucap dokter mia.
Bayu tersenyum mendengar jika dokter mia akan ikut bersama nya ke kota B ,entahlah apa yang ada di fikirannya saat ini.
Sandra terlihat lebih tegar setelah keluar dari rumah sakit, ia sudah berjanji untuk menjalani hari nya seperti biasa pada sang suami.
Luka pada lengannya masih terasa sakit ,namun ia akan segera membalas perbuatan dua wanita ular itu sebelum ia kembali ke kota B.
Nino yang baru saja tiba di rumah tidak melihat sandr a maupun bayu, ia sudah bisa menebak sandra pasti pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
"Nak kau sudah kembali" sapa elena pada putranya.
"Ibu, bagaimana keadaan ibu? maaf bu aku terlalu sibuk sampai - Sampai aku mengabaikan mu" ucap nino merasa bersalah. Pasalnya setelah mereka dipertemukan masalah muncul begitu saja hingga tak ada kesempatan untuk bertukar cerita.
"Tidak apa - apa nak, ibu bangga padamu. Itu memang seharus nya kamu lakukan karena keluarga sandra sudah sangat baik padamu" ucap elena.
Wanita berhati lembut sama seperti sandra,namun bedanya hanya saat sandra sudah merasa tersakiti ia akan berubah menjadi iblis yang nenakutkan berbeda dengan ibunya yang pasti akan mengalah.
"Ibu, apa si kembar sudah tidur?" tanya nino
"Mereka sedang di mandikan oleh mba lin dan mba lis, apa kamu ingin ibu masakan?" tanya elena
"Boleh bu, aku akan mandi jika begitu" ucap nino tersenyum lalu mengecup singkat kening sang ibu.
Elena sangat bahagia,ia bisa bertemu kembali dengan putra nya setelah sekian lama.
Belum sampai nino di ujung tangga ,terlihat mobil sandra memasuki halaman rumah,Nino memutuskan untuk melihat kondisi sandra terlebih dahulu.
"Aku aka melihat sandra dulu bu" ucapnya pada elena.
Elena hanya mengangguk, ia merasa nino sangat mengkhawatirkan sandra.
"Apa putraku menyimpan perasaan pada adik angkatnya?" gumam elena
"Ahh sudahlah..."
"Darimana kalian?" tanya nino
"Kak kau sudah kembali? aku habis menjenguk kak bagas. Bagaimana keadaan koko? apa kakak sudah memberikan bantuan pada keluarganya?" tanya sandra
"Dia sudah membaik, dan semua sudah dilaksanakan sesuai perintah mu. Satu lagi Reza juga sudah keluar dari rumah sakit,aku langsung meminta nya kembali lebih dulu ke kota B" ucap nino
"Baiklah, kita juga akan kembali setelah semua persiapan pemindahan kak bagas selesai" jawab sandra
" Itu bagus, aku rasa di kota B akan lebih dekat dengan rumah sakit" jawab nino.
Maaf ya author baru bisa up sore hehe...
diusahakan author akan up 2 sampaai 3 episode deh buat hari ini.
__ADS_1
Jangan lupa buat like ,coment dan vote nya biar author lebih semangat crazy up πππ
happy reading π