
Malam hari sesuai rencana sandra dan nino akan mendatangi kediaman kelompok preman yang menculik bagas.
Bayu yang merengek ingin ikut pun terpaksa berdiam diri di rumah demi menjaga si kembar Al dan El
sandra ,nino ,reza dan empat orang pengawal lainnya pergi menuju desa terpencil di sebelah utara. Dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah dua lantai. Rumah yang jauh dari khawasan permukiman namun bangunannya nampak modern.
Sandra berjalan dengan anggun diikuti nino dan reza di belakangnya. Dua orang penjaga rumah itu terkejut melihat kedatangan tamu yang tampak santai.
"Siapa kalian?" tanya mereka berdua
"Jangan banyak bertanya , bawa aku bertemu dengan pemimpin mu" jawab sandra
"Siapa kau berani menemui bos kami?" tanya mereka lagi
"Kalian mau mempertemukan ku dengan boss mu? atau kalian ini tempat ini hancur detik ini juga?" ucap sandra sedikit mengancam.
"Baik lah, saya akan memberi tahu bos dahulu" jawab salah satunya.
Pengawal itu berlari masuk ke dalam rumah, tak berselang lama ia kembali dan mempersilahkan sandra untuk masuk ke dalam.
Sandra memasuki rumah itu, terlihat jelas seorang laki- laki yang berusia kira- kira tiga puluh tahun berdiri di ujung ruangan.
"Selamat datang di kediaman ku, silahkan duduk" sapa laki- laki itu
Sandra duduk dengan anggun nya tapi tidak meninggalkan kesan tegas nya.
"Tidak usah berlama - lama tuan, saya kemari ingin mengambil tuan bagas permana yang telah kalian culik" ucap sandra to the point.
"Apa dia kekasih mu nona?" tanya laki- laki itu.
"Dia adalah ayah dari anak- anak ku, aku harap kau bisa bekerja sama dengan baik dengan ku" ucap sandra.
"Owh maaf kan saya nona, perkenal kan saya devan saya hanya ditugaskan mengambilnya di kediaman permana dan langsung saya serahkan pada orang itu" ucap devan
__ADS_1
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya sandra dengan menatap tajam devan.
Dev terdiam sesaat, ia sudah berjanji untuk merahasiakan nya dari siapa pun karena ia sudah menerima bayaran yang cukup besar.
"Maaf nona , dengan terpaksa saya tidak bisa memberi tahu mu" ucap devan.
"Baiklah, reza lakukan" ucap sandra.
Seketika itu semua anak buah devan berteriak bersahutan karena tubuh mereka tiba- tiba merasa gatal.
devan mengernyitkan dahinya melihat situasi saat ini.
"Siapa sebenarnya kau?" tanya devan
"Cassandra putri wijaya istri dari bagas putra permana. kau bisa memanggilku cassa atau sandra terserah padamu. Dan satu lagi , jika kau ingin bekerja sama dengan baik bersama ku, mungkin anak buahmu akan selamat jika tidak mungkin mereka akan mati perlahan dan disusul oleh dirimu" ucap sandra.
"Apa semua ini ulahmu nona cassa?" tanya devan
"Baiklah, aku akan memberi tahumu. Tapi berjanji lah akan menghentikan kesakitan anak buah ku'' ucap devan.
"Baiklah, aku berjanji" jawab sandra.
"Aku disuruh oleh seorang laki- laki paruh baya, aku bertemu dengannya di sebuah club di negara S . Dia hanya memberikan selembar foto dan memberiku banyak uang." ucap devan.
"Siapa namanya?" tanya nino menyela
"Aku tidak tahu, dia tidak memberikan namanya tapi dia memberikan nomor ponsel yang dia bilang hanya beberapa orang saja yang bisa menghubungi nya" jawab devan.
Melihat kejujuran di mata laki- laki itu akhirnya sandra meminta reza memberikan obat penawar pada anak buah devan.
"Hubungi laki- laki itu , ajak dia bertemu " ucap sandra
"Baiklah"
__ADS_1
Sementara di sebuah ruangan yang terlihat gelap bagas mulai membuka mata nya , ia melihat sekelilingnya hanya gelap.
"Apa aku sudah mati?" ucap nya lirih.
tiba - tiba pintu terbuka , nampak seorang laki- laki mendekatinya.
"Rupanya kau sudah sadar" ucap nya
"Siapa kau dan dimana aku?" tanya bagas
"Kau jangan banyak bicara ,harusnya kau masih tertidur" ucap laki- laki itu lalu menyuntikan bius hingga bagas kembali terlelap.
"Kami akan bertemu di pinggir pantai tenga malam nanti, aku rasa dia akan meninggalkan negara ini malam ini" ucap devan.
"Apa dia akan menggunakan jalur lautan?" tanya nino
"Seperti sebelum nya dia menggunakan jalur laut , karena jika dia melalui bandara dia tidak akan bisa " jawab devan
"Kenapa?" tanya sandra
"Aku tidak tahu pasti, dia hanya berkata demikian"
"Reza hubungi orang kita di tempat pengasingan billy , aku curiga dia lah dalangnya" ucap sandra.
Terlihat jelas raut kemarahan di wajah cantiknya. Devan sangat kagum akan sosok sandra .
"Maaf kan aku sudah berbuat hal yang buruk pada suamimu nona, saya hanya menjalankan pekerjaan. Jika kau ingin menghukum ku ,silahkan aku akan menerimanya dengan iklas" ucap devan
"Jika kau mampu mengembalikan suamiku dengan kondisi sehat dan tidak kekurangan apapun maka aku akan mengampuni mu" ucap sandra.
Karena waktu tengah malam tinggal beberap jam lagi devan pun menyarankan mereka untuk tinggal di rumahnya. Awalnya sandra menolak namun sebagai ucapan permintaan maaf dari devan akhirnya sandra pun menerima tawaran devan.
Reza dan nino bersiaga di sekirar sandra , sandra masih melacak pergerakan devan. ia hanya takut devan akan berbuat curang pada nya.
__ADS_1