
Sesuai permintaan nino kini kiara berada di sebuah cafe bersama nino , mereka tampak makan siang bersama dengan keheningan.
Nino membuka suara setelah hidangannya habis ,
"kia maaf aku ingin meminta bantuanmu" ucap nino
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" tanya kiara
"Mungkin ini mustahil tapi apa kamu pernah melihat cincin ini?" tanya nino mengeluarkan cincin itu di sakunya
Kiara terkejut , cincin yang ia cari ada bersama nino ?namun sebisa mungkin ia terlihat cuek dan biasa saja.
" Cincin itu terlihat cantik tapi biasa saja tuan banyak orang yang memilikinya" jawab kiara
"Ya kau benar juga , bagaimana saya bisa menemukan pemiliknya" ucap nino
"maaf tuan kenapa anda mencari pemiliknya?" tanya kiara
"saya bersalah pada nya , saya hanya ingin meminta maaf padanya " ucap nino
"jika saya mengatakan itu milik saya apa tuan akan percaya?" batin kiara.
"Kia apa kamu pernah jatuh cinta?" tanya nino
__ADS_1
Entah kenapa nino merasa nyaman untuk bercerita dengan gadis cantik di depannya.
"Pernah tuan " jawab kiara dengan termenung
"Apa yang kau lakukan? apa kalian bersama?" tanya nino
"Tidak tuan ,kami berbeda bagaikan langit dan bumi " jawab kiara tersenyum
"Aku juga pernah jatuh cinta , tapi cinta itu menyakitkan . Dia menghinaku akhhh sangat menyebalkan mengingat itu dan hingga akhirnya aku bertemu dengan sandra , aku jatuh cinta pada perjuangannya wanita tangguh yang berjuang sendiri tapi aku tidak berani dan cukup tahu diri untuk tidak berharap lebih. Hingga akhirnya kami menjadi sebuah keluarga dan sangat membuatku bersyukur melihat wanita yang aku kagumi bahagia.
Tapi kau tahu aku lupa bagaimana caranya mengagumi wanita lain selain dirinya" ucap nino dengan tertawa . Ia mentertawakan kebodohannya.
kiara tertegun , ia tak menyangka nino menaruh hati pada sandra yang ia kata seorang adik.
"Kiara tolong jaga rahasia ini , aku tidak tahu kenapa bercerita denganmu mengurangi beban ku " ucap nino menatap kiara penuh harap
"tenang saja tuan , aku bisa dipercaya " ucap kiara tersenyum
Nino juga membalas senyum kiara , senyum yang bisa membuatnya ikut tersenyum
Hari hari kiara lalui dengan lapang dada menerima takdir yang sudah tuhan garis kan.
Seperti hari ini ia sangat sibuk mengurus berkas proyek bersama reza . Beberapa hari ini ia menyibukan diri dengan pekerjaan, lembur sudah menjadi jadwal harian kia meski reza sangat melarangnya .
__ADS_1
Reza sangat kagum pada sosok kiaara , dia tidak memanfaatkan kondisi yang ia lalui demi mendapatkan seorang Nino sentosa.
"Kia ayo kita perlu mengisi perut" ajak reza
"Aku sungguh tidak berselera pak" ucap kia
"Ayolah kia , kita butuh tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang seperti gunung" ucap reza dan hasilnya kia mau mengikuti nya
namun tiba tiba kiara terjatuh sebelum keluar dari ruangan nya.
tentu saja membuat reza panik , iya segera membopong kia membawanya di sofa yang ada di sana.
sandra tengah makan siang bersama bagas , ia pun terpaksa membawa kia ke rumah sakit karena kia tak kunjung sadar
"Astaga kau pasti kelelahan karena terlalu memforsir tubuhmu yang kecil ini" ucap reza merasa kasihan pada kiara.
Reza menunggu di depan ruangan , dokter tengah memeriksa tubuh kia namun reza merasa khawatir pada kondisi nya
"apa sebaiknya aku menelpon bos? ahh tapi dia sedang makan siang" gumam reza
ceklek ...
dokter keluar dari ruangan
__ADS_1
"Bagaimana dok? " tanya reza