
Pasangan kekasih yang sebentar lagi akan menjadi pasangan suami-istri itu pun memutuskan pulang , Diperjalanan bagas terus saja tersenyum membuat sandra heran
"Kak kau sakit?" tanya sandra
"tidak." jawabnya singkat
"Lalu?"
"Aku senang karena calon istriku sudah dewasa dan bisa berfikir bijak" ucap bagas
"Kau yang mengajarinya" jawab sandra tersenyum
"Sayang aku ingin mampir ke apartemen untuk mengambil beberapa pakaianku,apa kau ingin ikut?" tanya bagas
"Aku akan membantumu berkemas calon suamiku" ucap sandra
"Baiklah" jawab bagas tersenyum bahagia
"Bisakah kamu memanggilku dengan sebutan lain nanti setelah menikah? jangan panggil aku kakak atau oppa mu, maksudku bukan nya aku tidak suk a aku hanya ingin lebih romantis saat menikah nanti" ucap bagas
"Aku sudah memikirkan nya kak,kau tenang saja" jawab sandra
Sandra membantu bagas berkemas dengan disertai candaan dan keusilan sandra.
Seperti saat ini sandra dengan sengaja menjatuhkan beberapa pakaian bagas membuat laki - laki itu memungutnya kembali.
"Sayang ,cepatlah ini sudah sore jika kita tidak segera maka kita akan pulang malam"ucap bagas.
"Baiklah sayang maafkan aku" ucap sandra
Sandra fokus membantu bagas hingga tanpa sengaja bagas menubruk badan sandra s yang berdiri di belakangnya. Alhasil keduanya pun terjatuh dengan posisi bagas menindih tubuh sandra.
Keduanya saling pandang , bagas mendekatkan wajahnya hingga hampir tak berjarak namun akal sehatnya kembali dan bagas pun segera bangun. Maafkan aku sayang,apa ada yang sakit?" tanya bagas
"Ti..tidak ada kak" jawab sandra
Wajah sandra kini memerah seperti tomat degub jantungnya pun tak beraturan . Pertama kalinya untuk sandra sedekat itu dengan laki- laki.
"Sialll,,, hampir sa ja aku kelewatan huffff......
Aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan menyentuhmu sebelum kita terikat secara sah" batin bagas.
Bagas tersenyum melihat wajah malu sang kekasih, "Kenapa wajahmu merah?" tanya bagas pura- pura tidak mengerti
"tidak ada kak, aku hanya lelah" jawab sandra asal
"Bisa- bisanya aku mengira kak bagas akan menciumku" batin sandra
Harii yang ditunggu- tunggu tiba...
Hari ini Bagas resmi mempersunting sandra untuk menjadi nyonya permana.
"Kau tampak sangat cantik kak" ucap bayu memuji kakak tersayangnya
"Kau berlebihan boy" ucap sandra
__ADS_1
"Apa kau gugup?" tanya bayu
"Sedikit " jawab sandra pelan
"Kak tarik nafas dalam - dalam lalu hembuskan perlahan dan bayangkan wajah tampan suamimu " ucap bayu
Sandra menirukan ucapan sang adik ,bayu yang melihat pun terkikik geli. "Kau mentertawakan ku? " delik sandra
"Maaf kak, aku hanya mengingat diriku dulu saat menikah, rasa gugup itu cukup kuat menggoyahkan batinku" ucap bayu tersenyum getir " tapi aku tidak merasa takut atau bahagia ,aku hanya merasa kekosongan hati " lanjutnya
"Maafkan aku boy,semua karena ku" ucap sandra memeluk adik satu- satunya.
"Kau tidak bersalah,ini jalan yang harus kita tempuh " jawab bayu.
"Apa kau masih mencintai citra?" tanya sandra
Bayu hanya diam tanpa menjawab pertanyaan sandra . Sandra yang mengerti keadaan bayu pun memilih diam .
"Kak nino dimana? aku tidak melihatnya? apa dia tidak mau melihatku bahagia?" tanya sandra
"Dia mendampingi kak bagas, aku yakin saat ini kak nino sedang menjahili calon suamimu" ucap bayu sembari menatap langit- langit kamar seakan sedang membayangkann kejahilan nino.
"Aku yakin" ucap sandra tertawa.
"Nak" sapa mila
"ibu,ayah " jawab sandra tersenyum
"Sekarang kamu akan menikah, kamu akan menjadi tanggung jawab suamimu. Berbaktilah padanya ,Sebuah rumah tangga tidak selalu berjalan mulus" ucap mila
"Maaafkan ayah nak, kau belum sempat kami manjakan tapi kau sudah berkeluarga. ini semua salahku. tolong maafkan ayah nak" ucap roman
"Ayah bangga padamu, hampir saja ayah kehilangan berlian karena mendengar ocehan orang" ucap roman
''begiti pun ibu nak,ibu bangga bisa melahirkan putri yang begitu istimewa sepertimu'' ucap mila
"Apa aku tidak diajak berpelukan?" ceplos bayu membuat ketiganya tertawa
"kemarilah boy" ucap sandra mereka pun berpelukan layaknya keluarga bahagia.
Di tempat bagas terlihat bagas tengah duduk dengan raut wajah yang tegang. Seperti dugaan bayu nino sedang menjahilinya dengan menakut- nakuti bagas.
"Kau jangan sampai salah bicara adik ipar, jika kua salah bicara sedikit saja maka kua tidak bisa menikahi adiku untuk selamanya." ucap nino.
"Apa kau serius? aku tidak pernah mendengar hal seperti itu" tanya bagas dengan serius
"Tentu saja aku serius, itu adalah tradisi di keluarga sandra." ucap nino meyakinkan
"Aku harus bagaimana nino?" tanya bagas
"Panggil aku kakak ipar maka akaan aku berikan solusi" jawab nino
"Biaklah kakak ipar , sekarang tolong aku" ucap bagas.
"Hafalkan lah, aku rasa itu tidak sulit karena itu mewakili isi hatimu" ucap nino menyerahkan secarik h kertas
__ADS_1
Bagas sibuk membaca dan memahami isi kertas yang di berikan oleh nino ditengah ia menghafal datang betran
"Nak ayo sudah saatnya" ucap betran
"Pa aku gugup" ucap bagas
"Tidak usah gugup,begitu melihat mempelaimu rasa gugupmu akan menghilang" ucap betran
"Tarik nafas dan buang perlahan" kata nino
Diruangan yang sudah di dekorasi begitu megah terlihat sandra dan bagas mengucap janji suci pernikahan yang disaksikan keluarga dan ribuan tamu undangan.
Sorak sorai terdengar ketika mereka sah menjadi sepasang suami istri
Bagas mencium Sandra ketika kata sah telah terucap
"My first kiss" ucap bagas
"me too" jawab sandra malu- malu
Acara selesai dengan sangat lancar, kini sandra dan bagas berada pada kamar pengantin mereka. Keduanya tampak malu- malu .
" kau mandilah dulu dan istirahat" ucap bagas
"Baik mas, aku duluan ya'' ucap sandra
"Kau memanggilku apa?" tanya bagas
"aku memanggilmu mas, apa boleh?" tanya sandra
'' itu lebih baik " ucap bagas tersenyum.
Sandra selesai dengan ritual mandinya ,ia keluar dengan menggunakan jubah mandinya
Bagas langsung masuk ke dalam kamar mandi begitu sandra keluar
"Apa ini?' ucap sandra. Sandra yang diberikan pakaian ganti oleh nino pun heran melihat sebuah gaun tidur yang transparan.
"Jika aku memakai ini sama saja aku tidak memakai baju" desah sandra
"Awass kau nino" guman sandra
Dengan terpaksa sandra memakai gaun tidur yang yang sudah disiapkan itu. Sandra segera menggulung dirinya dengan selimut
Bagas pun keluar kamar mandi dengan memakai piyama tidurnya. Sebelumnya bagas sudah membawanya agar sandra tidak merasa malu melihat bagas mengganti pakaiannya.
"Mas kau sudah selesai?" ucap sandra
"Sudah ,kenapa belum tidur?" tanya bagas lembut
"Mas ,kau jangan marah ya. Nino memberiku baju yang kurang bahan" ucap sandra
"Kurang bahan?" ucap bagas mengulangi kata sandra
Sandra pun memperlihatkan pada bagas membuat bagas menelan salivanya. Sesuatu yang berada di bawah sana langsung bereaksi melihat lekuk tubuh sandra yang sangat menggoda
__ADS_1
" sayang, kau sangat cantik memakai itu" desah bagas
"Mas Akuu.....